My Buku Kuning Center : ISMAIL DAN ISHAQ: DUA PUTRA MAHKOTA IBRAHIM UNTUK DINASTI “TAUHID” DI DUNIA:

Sunday, October 28, 2012

ISMAIL DAN ISHAQ: DUA PUTRA MAHKOTA IBRAHIM UNTUK DINASTI “TAUHID” DI DUNIA:


Serial Tafsir Ayat-ayat Haji dan Umrah (20/20)
Menyambut Hari Raya Qurban 1433 H/ 2012 M.

Dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 
وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ
(Telah Menganugerahkan Kepadaku Di Hari Tuaku Ismail Dan Ishaq)
Oleh: Med HATTA
Mukaddimah:
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبعد!
Pemuda Ismail dan Pemuda Ishaq:
Masih dalam tema kita sebelumnya, dan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Nasional 28 Oktober 1928, kali ini kebetulan sekali ayat kajian sekarang berkisah tentang dua pemuda yang fenomenal dalam sejarah dakwah Ibrahim as, yaitu pemuda Ismail dan pemuda Ishaq. Adalah harapan yang terbesar bagi seorang khalifah (pemimpin), apalagi itu merupakan khalifah Allah di muka bumi, yang telah berjuang keras melawan segala kezaliman dan kesesatan manusia yang sudah akut, untuk kembali ke jalan Allah yang benar, yaitu generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangannya dalam menegakkan hukum Allah di muka bumi ini, maka Ibrahim as sangat puas setelah mengambil sumpah setia kedua pemuda tersebut yang tiada lain adalah putra-putra kebanggaannya sendiri.


Oleh karena itu Ibrahim as patut bersyukur kepada Allah SWT karena di usia senjanya, menjelang masa pensiun dari tugas ke khalifaannya untuk selanjutnya kembali kehadirat Allah SWT yang telah mengangkatnya sebagai khalil (best friend)-Nya, dia telah mendapatkan anugerah besar yang diharapkannya itu, yaitu pada kedua putra kebanggaannya pemuda Ismail dari isterinya Hajar yang ditempatkan di Baitullah tanah Makkah dan Ishaq dari isterinya Sarah yang menetap di Baitul Maqdis - Palestina. 

Kedua putra kebanggaan itu telah siap untuk melanjutkan tugas besar ayahandanya Ibrahim as di dua tempat yang potensial dipermukaan bumi pada waktu itu, yaitu jazirah Arab dan bumi Palestina dan sekitarnya. Nampak sekali ambisi Ibrahim as untuk kelanjutan perjuangannya dalam menegakkan hukum Allah tersebut, ketika menyampaikan pesan terakhirnya kepada kedua putranya dan mengambil sumpah setia keduanya, sebagaimana diseburtkan di dalam al-Quran tentang wasiat Ibrahim, Allah berfirman:
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٣٢)
Artinya: “dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (QS: 02: 132).
Dua Putra Mahkota Ibrahim Yang Shaleh:
Allah berfirman:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ (٣٩)
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha mendengar (memperkenankan) do’a” (QS: 14: 39);  
Dari konteks ayat kajian di atas, Ibrahim terlebih dahulu memuji kebesaran Allah: “Segala puji bagi Allah”, kemudian bersyukur atas karunia Allah kepadanya dengan dianugerahkannya generasi penerus yang dimintanya, yaitu Ismail dan Ishaq: “Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha mendengar (memperkenankan) do’a”.  

Dalam catatan sejarah Qurani; ketika Ibrahim as bertolak hijrah dari bumi Kan’an – Irak, dengan membawa ambisi besar untuk mengembangkan komunitas da’wah baru di bumi Allah yang potensial di wilayah Qudus as-Syarif dan Makkah al-Mukarramah, Beliau memohon kepada Allah agar diberikan putra penerus yang shaleh, sebagaimana kisahnya yang di abadikan di dalam al-Quran pada surah as-Shaffat, Allah berfirman:
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (٩٩) رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (١٠٠) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (١٠١)
Artinya: “dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku; Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh; Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat santun” (QS: 37: 99-101);
Anak yang “halim” amat santun (sabar) tersebut adalah Ismail as, karena Ishaq lahir setelah Ibrahim sukses membangun komunitas pertama manusia di kota Makkah dan telah membangun pondasi Baitullah bersama putra pertamanya Ismail as, sebagai pewaris dakwahnya di tanah haram tersebut. Dan berita gembira dengan kedatang Ishaq disebutkan di dalam al-Quran sebagai anak yang “alim” (cerdas), dan dia tidak dilahirkan kecuali setelah Ibrahim as berusia lanjut mencapai umur 120 tahun dan isterinya Sarah berusia 90 tahun, seperti dikisahkan di dalam al-Quran pada surah al-Hijar, Allah berfirman:
وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ (٥١) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ (٥٢) قَالُوا لا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ عَلِيمٍ (٥٣) قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَى أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ (٥٤)
Artinya: “dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim; ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”, berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”; mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki yang alim”; berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?” (QS: 15: 51-54);
Dan firman Allah pada surah ad-Dzariyat:
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (٢٤) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (٢٥) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (٢٦) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلا تَأْكُلُونَ (٢٧) فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلامٍ عَلِيمٍ (٢٨) فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ (٢٩)
Artinya: “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (Yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?; (ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”; Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk; lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan”; (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka, mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak); kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul” (QS: 51: 24-29);
Dari penjelasan ayat-ayat: (surah: as-Shaffat, al-Hijr, dan ad-Dzariyat) di atas, diketahui bahwa Ibrahim as mempunyai dua orang putra yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda satu sama lain, masing-masing:
  • Pertama, Ismail as: Terkenal dengan sifatnya “halim” (santun dan sabar), yang dianugerahkan kepada Ibrahim as melalui isteri mudanya Hajar ketika dia masih aktif dalam da’wahnya, dan dipersiapkan untuk komunitas baru yang dirintisnya di kota Makkah.
  • Kedua, Ishaq as: Yang dikenal dengan sifatnya “'alim” (cerdas dan pintar), dari isteri tuanya Sarah setelah keduanya menginjak usia lanjut, dan dipersiapkan untuk meneruskan dakwahnya di bumi Palestina dan sekitarnya.
Kedua sifat dan karakter yang dimiliki kedua putra mahkota Ibrahim tersebut, yaitu “halim” untuk Ismail dan “'alim” untuk Ishaq, merupakan dua sifat yang utama bagi anak-anak shaleh yang telah diminta Ibrahim as dalam munajatnya kepada Allah SWT. 

Oleh karena itu, Ibrahim as sebagai orang tua yang menikmati akhir hayatnya, dan telah mendapatkan dua pemuda generasi penerus yang diidam-idamkannya, maka dia tidak henti-hentinya memuji kebesaran Allah SWT dan bersyukur kepada-Nya atas anugerah besar yang telah dikaruniakan Allah tersebut: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha mendengar (memperkenankan) do’a”. (Ayat kajian).
Do’a Penutup Ibrahim As Yang Menyeluruh:
Allah berfirman:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (٤٠) رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (٤١)
Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku; Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS: 14: 35-41);
Kalideskop Perjalanan Dakwah Ibrahim AS:
Nabi Ibrahim as hidup pada millinium ke-2 SM sekitar tahun 1886-1681 SM, atau sekitar 2296 tahun sebelum kelahiran nabi penutup Muhammad SAW yang lahir pada awal abad ke-7 M (tahun 610 M). 

Nama Ibrahim disebutkan di dalam al-Quran sebanyak 69 kali; pada 63 ayat, dan 25 surah dari surah-surah al-Quran; dari semua sebutan-sebutan itu menceritakan secara gamblang sejarah perjuangan da’wah Ibrahim as. Dan sebagai kalideskop sejarah penting perjuangan da’wah utama Ibrahim as yang dikisahkan al-Quran, dapat diperincikan sebagai berikut:
  1. Masa meditasi besar merenungan alam semesta dalam usahanya mencari Tuhan melalui ciptaan dan makhluk-makhluk-Nya, yaitu sebelum dia memperoleh wahyu;
  2. Mulai menyampaikan seruan tauhid kepada bapaknya Azar setelah memperoleh wahyu;
  3. Menolak tradisi bangsa Kan’an dibawah kekuasaan raja Namrud menyembah kepada berhala;
  4. Menghancurkan patung dan berhala-berhala yang disembah bangsa Kan’an di negeri kerajaan Babilon - Irak;
  5. Berdialog dengan bangsa Babilon setelah menghancurkan berhala-berhala mereka;
  6. Ibrahim dihukum pidana mati dengan bakar hidup-hidup ditengah api unggung raksasa, tetapi diselamatkan oleh Allah dengan menjinakkan api raksasa tersebut dan menjadi dingin menyelamatkan Ibrahim;
  7. Berdebat dengan raja Namrud tentang ke-Tuhan-an, dan mengemukakannya dalil-dalil logik dan faktual;
  8. Memohon kepada mukjizat untuk diperlihatkan kepadanya cara Allah menghidupkan dari kematian, dan dikabulkan Allah dengan contoh memotong empat ekor berung disembelih lalu dihidupkan kembali oleh Allah SWT;
  9. Ibrahim hijrah meninggalkan Babilon menuju ke negeri Palestina dan kota Makkah;
  10. Memohon dianegerahkan seorang putra laki-laki yang shaleh, kemudian dikabulkan Allah kepadanya dengan memberinya Ismail as, yang kemudian ditempatkan di kota Makkah yang belum dihuni oleh manusia pada masa itu;
  11. Ibrahim as berdoa untuk keamanan dan kesejahteraan kota Makkah dan kemakmuran penghuninya dari keturanan-keturunannya dari Ismail bin Ibrahim;
  12. Membangun pondasi Ka’bah di tanah haram Makkah bersama putranya Ismail as;
  13. Diuji oleh Allah SWT dengan sebuah perintah lewat mimpi menyembelih putaranya yang tercinta Ismail, yang nyaris saja dilaksanakannya kalau Jibril as tidak menggatikannya dengan seekor domba;
  14. Ibrahim as kedatangan sebuah delegasi dari malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah SWT untuk memberinya berita gembira akan kelahiran putra keduanya di usia tuanya yaitu Ishaq as yang kelak akan menurunkan Ya’qub as. Selain itu para delegasi malaikat itu juga menyampaikan keputusan Allah atas eksekusi pemusnahan umat nabi Luth as;
  15. Tanggapan isteri Ibrahim Sarah binti Haraan bin Nahur (putri dari paman Ibrahim), atas berita kehamilannya dari suaminya yang sudah sangat sepuh dan dirinya sendiri sudah tua dan mandul;
  16. Mukjizat kelahiran Ishaq dari kedua orang tua yang berusia lanjut; bapaknya Ibrahim as berumur 120 tahun, dan ibunya Sarah berusia 90 tahun.
Sebagian kisah-kisah al-Quran ini sudah dijelaskan dengan cukup memadai pada beberapa serial kita yang lalu. (Lihat kembali).
Materi Sebelumnya:
  1. Pengantar Tafsir Ayat-Ayat Hajidan Umrah
  2. Teladan Dari Kepemimpinan Ibrahim Kepada Tokoh-Tokoh Dunia
  3. Baitullah Magnet Jiwa Manusia & Zona Paling Aman Dimuka Bumi
  4. Ritual Ibadah Ketaatan Ajaran Ibrahim Haji & Shalat
  5. Makkah Negeri Yang Aman Sentosa & Sejahtera
  6. Mukjizat al-QuranTentang Sejarah Peradaban Masa silam
  7. Islam Adalah Warisan DariNabi Ibrahin dan Ismail AS
  8. Ibrahim AS Filosof dan Bapak AjaranTauhid
  9. Tawaf Haji Di Baitullah Ritual Agama Tertua Di Muka Bumi 
  10. Amanat Penyerahan Kepemimpinan Ibrahim Kepada Muhammad SAW 
  11. Hukum-hukum Penting Dalam Melaksanakan Haji & Umrah 
  12. Manasik Haji & Umrah Praktis (Tamattu')  
  13. Haji Akbar dan Haji Muhammad SAW 
  14. Haji dan Bisnis Di Tanah Haram  
  15. Wukuf Di Arafah dan Masy'aril Haram  
  16. Zikir & Doa Sapu Jagat Di Masy'aril Haram  
  17. Baitullah Bangunan Tertua Dipermukaan Bumi  
  18. Musuh Utama Ibrahim As Adalah Berhala 
  19. Kado Allah Kepada Muhammad SAW Di Hari Idul Adha di Surga
Materi Yang Berhubungan:
Karya Terakhir Penulis:
Beli: Di Sini!
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading