My Buku Kuning Center : DUA MASA MENCIPTAKAN BUMI DAN EMPAT MASA MEMFASILITASINYA:

Sunday, November 04, 2012

DUA MASA MENCIPTAKAN BUMI DAN EMPAT MASA MEMFASILITASINYA:


Serial Tafsir Al-Quran Berdasarkan Dokumen Lauhil Mahfudz (03)
Menyambut Tahun Baru Hijriah 01 Muharram 1434 H/ Nop. 2012 M.
 خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ
(Menciptakan Bumi Dalam Dua Masa)
Oleh: Med HATTA
Mukaddimah:
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبعد!
Kelahiran Bayi Bumi:
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam tata surya, bayi bumi diperkirakan lahir sekitar 4,6 milyar tahun lalu, dengan diameter sepanjang 12.756 KM, grafitasinya diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran grafitasi planet lain dengan grafitasi bumi dipatok sebagai 1. Ia mempunyai massa seberat kira-kira 6.000 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi, di antaranya daratan kering sekita 148.000.000 Km2 dan luas wilayah perairan 362.000.000 Km2. Atau sebanyak 70,8% permukaan bumi diliputi air, sisanya 20,2 % adalah daratan. Udara bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.

Berat jenis bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis bumi dipatok sebagai 1. Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500°C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi, dan terakhir sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.  


Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer, terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi. Titik tertinggi di permukaan bumi adalah Gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah Palung Mariana di Samuder Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Titicaca, dan laut terbesar adalah Laut Kaspia. 

Bumi terletak pada jarak 149.6 juta kilometer atau 1 AU (Astronomical Unit) dari matahari (pusat tata surya); yang berada pada bagian lengan galaksi bima sakti; bagian dari grup lokal cluster; dari grup lokal supercluster, semuanya terhimpun dalam jagad raya (universe). Atau langit pertama dari tujuh susun langit.
Mega Proyek Pembangunan Langit dan Bumi Dalam Enam Masa:
Allah berfirman:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤)
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS: 07: 54);
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الأمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلا تَذَكَّرُونَ (٣)
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”. (QS: 10: 3);
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ (٧)
Artinya: “dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. (QS: 11: 7);
الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا (٥٩)
Artinya: “Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) yang Maha pemurah, maka tanyakanlah tentang Dia (Allah) kepada yang lebih mengetahui tentang Dia”. (QS: 25: 59);
وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ (٣٨)
Artinya: “dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan”. (QS: 50: 38);
هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (٤)
Artinya: “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya, dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS: 57: 4);

Proses penciptaan langit dan bumi dalam 6 masa disebutkan di dalam al-Quran pada 6 ayat yang terpisah dari 6 surah yang berbeda-beda di atas (al-A’raf, Yunus, Huud, al-Furqan, Qaaf dan al-Hadiid), dan ayat-ayat inilah disebutkan sebagai kelompok ayat-ayat al-Quran yang tertua di dalam “Hard  Disk” (penyimpanan) “file supercomputer” Lauhil Mahfudz. Maka jika ketepatan angka 6 ini menunjukkan kepada sesuatu, pastilah itu bagian dari kemukjizatan al-Quran, yang hanya Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui rahasia persisnya. Adapun kita maka dengan perjalanan waktu dan perkembangan sains yang semakin maju sekarang, kita akan mengungkap rahasia itu sedikit demi sedikit, insya Allah

Sebelum menjelaskan mega proyek penciptaan 6 masa tersebut, penulis ingin mengemukakan terlebih dahulu sebuah isyarat penting yang terdapat pada salah satu ayat tertua di atas, bahkan yang tertua dari semuanya yaitu ayat pada surah Huud (Lihat: QS: 11: 7), dari 6 ayat yang telah disebutkan semuanya menjelaskan bahwa setelah proses penciptaan, maka Allah bersemayam di atas ‘Arasy: “kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy”, kecuali ayat dari surah Huud ini dan surah Qaaf (QS: 50: 38). 

Namun yang menarik perhatian dari ayat surah Huud di atas, yaitu adanya mengisahkan kondisi tertentu yang fenomenal sebelum terjadinya proses penciptaan 6 masa itu, Allah berfirman: “dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air”. Maka penulis menyimpulkan bahwa ayat inilah merupakan yang tertua dalam “file Lauhil Mahfudz”, karena peristiwanya terjadi sebelum terjadi segala proses penciptaan, kecuali hanya ada Allah dan singgasana-Nya yang berada di atas air, seperti yang dikisahkan ayat ini.  Wallahua'lam!

Mengenai proses penciptaan langit dan bumi dalam 6 masa yang telah dikisahkan pada 6 ayat kajian di atas, telah diuraikan secara rinci pada ayat ke-9 sampai ke-12 dari surah “Fusshilat”, Allah berfirman:  
قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٩) وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ (١٠) ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ (١١) فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (١٢)
Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”; dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya, Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya; Kemudian Dia menuju ke langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan patuh”; Maka Dia mempetakannya tujuh langit dalam dua masa, Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit fungsinya. Dan Kami hiasi langit yang dekat (dunia) dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya.” (QS: 41: 10-12);
Yaitu; enam masa diperincikan kepada dua bagian: Pertama, penciptaan bumi dalam dua masa; dan kedua, menciptakan gunung-gunung, memberkati bumi dan menfasilitasinya dalam empat masa:
  • PERTAMA; Menciptakan Bumi Dalam Dua Masa:
 Allah berfirman:  
خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ
Artinya: “menciptakan bumi dalam dua masa” (QS: 41: 9-10);
Subhanallah! Adalah kemukjizatan al-Quran ini bahwa tidak ada satu ayatnya pun yang mengisahkan suatu peristiwa penting kecuali telah dijelaskan pada ayat-ayanya yang lain,  maka peristiwa mega proyek penciptaan bumi ini telah dijelaskan dengan tuntas pada ayat ke-30 dari surah al-Anbiyaa, Allah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ (٣٠)
Artinya: “dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapakah mereka tiada juga beriman? ” (QS: 21: 30);
Kata-kata kunci dari Ayat ini adalah:
  • Arratqu (menyatu): Menjadikan satu, bergabung, berkumpul.
  • Alfatqu (berpisah): Kebalikan dari “Arratqu” (menyatu) di atas, yaitu memisahkan antara dua sesuatu yang telah menyatu padu – terbelah.
  • Fafataqnaahumaa: Yaitu Kami pisahkan antara keduanya (langit dan bumi).
Ibnu Abbas ra menafsirkan: Sebelumnya menyatu lalu Allah mengangkat langit dan meletakan bumi. Sedangkan Hassan dan Qatadah menafsirkan: Dahulu berkumpul lalu Allah memisahkan keduanya. 

Jika kita mengamati rentetan peristiwa pada penciptaan langit dan bumi di atas, maka kita akan menemukan proses menyatu kemudian disusul pemisahan, seperti tersirat pada makna dua kalimat di bawah:
Ratqun (menyatu) –----Fatqun (berpisah)
Akan tetapi proses “Ratqun” (menyatu) ini tidak terjadi kecuali antara dua benda yang terpisah, yaitu mengumpulkan yang telah terpisah dari dua sesuatu setelah sebelumnya bersatu. Sedangkan kata “Fatqun” (berpisah), mengisyaratkan pada terpisahnya dua sesuatu yang telah bersatu setelah sebelumnya terpisah. Dengan demikian, terpisah dahulu baru kemudian menyatu. Atau sederhananya seperti berikut:
Terpisah --- menyatu --- terpisah, (dan kemungkinan akan disusul penyatuan kembali di hari kiamat (kita akan menjelaskan juga nanti pada waktunya), insya Allah).
Ayat di atas secara keseluruhannya dan kandungan umum maknanya, menginspirasikan keidentikan yang sangat kuat antara langit dan bumi, dan kedekatan keduanya, serta keduanya merupakan bagian-bagian dari satu sistem (kelompok) yang sama, atau lahir bersamaan. 

Ini adalah ungkapan Al-Qur’an - yang tidak ada keraguan di dalamnya - tentang penciptaan langit dan bumi, dia bersatu kemudian dipisahkan. Dari manakah diciptakan? Tentu dari air karena dari airlah dijadikan segala sesuatu hidup (Lihat: QS: 11: 7), lalu dipisahkan dari "awan", (Lihat: QS: 9-12) di atas. 

Penjelasan dari surah Fusshilat di atas mengkonfirmasikan kepada sains modern bahwa asli bumi yang kita huni ini adalah dari bagian langit, yang pada awalnya masih berupa gumpalan awan raksasa kemudian dipisahkan oleh yang Maha Arsitek Allah SWT menjadi bagian bumi dalam proses dua masa, sisa dari awan raksasa tersebut dipetakan lagi oleh Allah SWT menjadi 7 bagian langit yang bersusun-susun satu sama lain, salah satunya adalah yang menjadi bagian jagat raya (universe) yang menaungi kelompok bumi kita, terdiri dari tata surya (tempat bumi beredar); milyaran galaksi; milyaran supergalaksi; dan masih jauh lebih banyak lagi yang belum dapat terdeteksi oleh super teleskop digital yang ada sekarang. Kita masih akan kembali menjelaskan keterangan ini pada waktunya nanti dalam tema penciptaan 6 masa ini juga, insya Allah

Fakta Sains Tentang Kejadian Langit dan Bumi: 

Penjelasan ayat al-Quran tentang fenomena "ratqun" (penyatuan) dan "fatqun" (pemisahan), yang sudah dikumandangkan dari semenjak 14 abad lalu itu, ternyata baru di amini (didukung) kemudian oleh sains modern pada pertengahan akhir dari abad ke-20 lalu. Jika anda bertanya sekarang: Teori apakah yang paling popular dikalangan para ilmuan terutama bidang astronomi saat kini, tentang proses terbentuknya “Milky Way” (galaksi bima sakti)? Jawabannya pasti adalah “Teori Nubela” (awan), yang menjelaskan cikal-bakal terbentuknya planet-planet dan matahari adalah nebula, atau bola raksasa dan amat luas terdiri dari materi-materi keras seperti besi, logam dan cadar, dan materi-materi cair seperti air dan bahan-bahan gas seperti hydrogen dan amunia, serta partikel-partikel debu, atau "awan". Aslinya adalah satu kemudian terpisah menjadi gumpalan-gumpalan membentuk matahari dan planet-planet yang mengelilinginya. Maka apakah orang-orang kafir itu belum mau beriman?,,, BERSAMBUNG!
Bersambung: KLIK DI SINI dan baca selanjutnya-- > 
Materi Sebelumnya:
  1.  Proses Penciptaan Langit dan Bumi Dalam Enam Masa
  2. Tafsir Al-Quran Berdasarkan Periode Penciptaan Alam (Pengantar)
Materi Yang Berhubungan:
Karya Terakhir Penulis:
Beli: Di Sini!
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading