My Buku Kuning Center : EMPAT MASA MELETAKKAN PEGUNUNGAN; MEMBERKATI BUMI DAN MENFASILITASINYA LAYAK HUNI:

Tuesday, November 06, 2012

EMPAT MASA MELETAKKAN PEGUNUNGAN; MEMBERKATI BUMI DAN MENFASILITASINYA LAYAK HUNI:

Serial: Tafsir Al-Quran Berdasarkan "Dokumen Lauhil Mahfudz" (04)

Menyambut Tahun Baru Hijriah 01 Muharram 1434 H/ Nop. 2012 M.
 جَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا
(Menciptakan Di Bumi Itu Gunung-gunung Di Atasnya)
Oleh: Med HATTA
Mukaddimah:
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبعد!
Awal Empat Masa Penciptaan Tahap Kedua:
Bumi pada awal penciptaannya dalam dua masa dari tahap pertama penciptaan langit dan bumi sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, masih berbentuk bola api yang menyala-nyala, sangat panas dari berbagai unsur yang bercampur aduk akibat pelepasan yang kuat (alfatqu), terjadi pada awal pemisahannya dari bagian yang satu padu (arratqu) dengan langit yang masih berupa awan kala itu. Lalu sejalan dengan semakin berkurangnya pengaruh pemisahan keras terebut, dan mulai terbentuk planet-planet lain bersamanya pada kelompok tata surya, maka mulailah panas bumi itu berkurang sedikit demi sedikit.


Selanjutnya permukaan bumi secara perlahan-lahan menjadi dingin akibat berbagai faktor pendukung dari luar, meskipun bagian perut bumi mendidih dan berlimpah dari materi-materi yang selalu membara, yang sewaktu-waktu bumi meluapkannya keluar ke permukaannya dalam bentuk vulkanik (gunung berapi). Oleh karena permukaan bumi masih menyerupai cairan sehingga tidak kuat membendung tumpukan besar dari luapan lahar panas dari letutusan gunung berapi tersebut, sehingga masuk lagi ke dalam perut bumi. 

Namun berkat pancaran cahaya panas yang menerpa permukaan bumi  secara berkala sehingga permukaannya tersebut perlahan-lahan menjadi dingin, yang pada gilirannya mengeras terbentuklah kerak bumi, akan tetapi kerak bumi yang baru mengeras itu masih relatif tipis. Lalu dengan perjalanan waktu kerak bumi semakin bertambah tebal, sehingga telah mencapai berpuluh-puluh kilometer sampai sekarang. 

Jika ukuran ketebalan kerak itu dibandingkan dengan separuh dari skala bumi yang mencapai 6400 kilometer, kita akan mendapatkan bahwa kerak yang ada itu amatlah tipis. Kalau saja seandainya Allah SWT tidak meletakkan gunung-gunung yang ditancapkan pada lumpur bumi yang menyerupai cairan itu sebagai pasak, maka pastilah kerak itu senantiasa mengalami kelongsoran, maka Maha benar Allah dalam firma-Nya: “dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu” (QS: 31: 10). 

Berdasarkan fakta sains ini, maka kini kita dapat memahami maksud dari pada tahapan dua masa penciptaan bumi; “menciptakan bumi dalam dua masa”; yaitu ayat kajian sebelumnya. Maka masa yang telah dilewati bumi dari semenjak berupa asap, sampai berada pada posisinya beredar mengelilingi matahari dalam bentuk bola; mempunyai permukaan meleleh laksana cairan pada permulaan diciptakannya oleh Allah sebagai bayi bumi. 

Oleh karena itu, sungguh fenomenal sekali ketika Allah SWT menutup tahap penciptaan bumi dua masa pertama dan memulai penciptaan empat masa tahap selanjutnya, maka Allah telah menyempurnakan sarana prasarana bumi untuk siap menjadi hunian bagi makhluk hidup di atas permukaannya, maka fasilitas pertama yang disiapkan padanya adalah gunung-gunung. Dan inilah yang akan kita kaji sekarang pada bagian kedua ini.
  • KEDUA; Menciptakan Gunung-gunung dan Menfasilitasi Bumi Dalam Empat Masa:
Allah berfirman:  
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ
Artinya: “dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya, Dia memberkahinya dan Dia menentukan fasilitas (daya huni)nya dalam empat masa” (QS: 41: 10);
Pada proses penciptaan tahap kedua dalam empat masa ini, al-Quran menguraikannya dalam tiga hal utama: Perama, Allah meletakkan gunung-gunung di atas bumi; kedua, memberkatinya; dan ketiga, menentukan fasilitas pendukung dan mengukur kemampuan huninya, dapat diuraikan sebagai berikut:
Keagungan dan Fungsi Gunung-gunung Di Atas Bumi:
Allah berfirman:  
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا
Artinya: “dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya”;
Kalimat gunung disebutkan secara langsung di dalam al-Quran sebanyak 39 kali, adapun penyebutannya secara tidak langsung lebih dari pada jumlah itu, dan semua penyebutan gunung-gunung tersebut umumnya menunjukkan keagungan ciptaan gunung itu sendiri, dan urgensi dari fungsi-fungsinya dalam menopang stabilitas peredaran bumi di jagat raya, serta ketergantungan makhluk-makhluk penghuni bumi termasuk manusia di dalamnya. 

Di antara ayat-ayat yang menyebutkan gunung di dalam al-Quran, yang juga merupakan kelompok ayat-ayat tertua, masuk di bawah bagian ayat-ayat penciptaan langit dan bumi yang telah disebutkan pada serial ini sebelumnya, sebagai tahap awal dari empat masa penciptaan periode kedua, dan sekaligus ayat-ayat berikut menjelaskan keaguangan dan fungsi-fungsi utama gunung tersebut. Allah berfirman:
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِمَّا خَلَقَ ظِلالا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ (٨١)
Artinya: “dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS: 16: 81)
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ (١٨)
Artinya: “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya, dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS: 22: 18)
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالأبْصَارِ (٤٣)
Artinya: “tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS: 24: 43)
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ (٨٨)
Artinya: “dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: 27: 88)
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (٢٧)
Artinya: “tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya, dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (QS: 35: 27);
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (٧)
Artinya: “dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS: 78: 7)
وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا (٣٢)
Artinya: “dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh” (QS: 79: 32)
وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ (١٩)
Artinya: “dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?” (QS: 88: 19);
Yaitu; delapan ayat yang terpisah-pisah dari 8 surah al-Quran yang berbeda-beda di atas, secara pasti dan tegas Allah SWT menjelaskan keagungan dan  fungsi-fungsi gunung untuk mendukung kestabilan peredaran bumi di jagat raya nan luas ini adalah:
  • Tempat tinggal yang kokoh dan aman bagi manusia: “dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung” (QS: 16: 81);
  • Bersujud menyembah kepada Allah seperti juga ciptaan-ciptaan lainnya yang ada di langit dan di bumi, serta yang ada di antara keduanya: “bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia” (QS: 22: 18);
  • Menampung dan mengeluarkan air untuk kehidupan makhluk-makhluk lain dari dalamnya: “dan Allah  menurunkan butiran-butiran air sejuk (es) dari langit, dari gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya” (QS: 24: 43);
  • Gunung-gunung beredar memperkokoh bumi (QS: 27: 88);
  • Membuat indah dan cantik permukaan bumi (QS: 35: 27);
  • Menjadi pasak dan pancang bagi bumi sehingga menjadi kokoh (QS: 78: 7); (QS: 79: 32); dan (QS: 88: 19).

Tanpa Gunung-gunung Bumi Akan Kiamat:
Dari keterangan ayat-ayat gunung yang muhkam dan sangat jelas petunjuknya di atas, dimana tidak membutuhkan penjelasan lain untuk memahami maknanya, nampak sekali bahwa gunung-gunung yang dipancangkan Allah SWT di atas permukaan bumi pada awal penciptaan langit dan bumi dalam enam masa itu, mempunyai peranan besar dalam menopang dan memperkokoh kekuatan bumi. Agar planet kecil ini terus beredar dengan se-stabil mungkin; tidak miring; tidak keluar dari garis edarannya di pusat tata surya; dan tidak bergoyang-bergoyang secara liar, sehingga membahayakan bagi bumi itu sendiri dan menghancurkan segala kehidupan di atas permukaannya. 

Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan bahwa tanpa adanya proses peletakan gunung-gunung di atas permukaan bumi pada awal-awal penciptaannya, maka ia akan hancur berantakan sebelum siap huni, sebagaimana juga al-Quran telah menegaskan – semenjak lebih dari 14 abad lalu – bahwa akhir dari pada pejalanan bumi (runtuh) pada hari kiamat kelak, akan ditandai dengan revolusi gunung besar-besaran. Ayat-ayat tentang revolusi gunung-gunung akan kita kaji nanti pada kelompok ayat-ayat urutan terakhir versi dokumen supercomputer “Lauhil Mahfudz”. 

Namun untuk menguatkan tesis ini, dan menegaskan pentingnya gunung-gunung yang terpancang itu di dalam keberlangsungan planet bumi ini, maka penulis akan mengutip dengan sepintas lalu beberapa ayat di antaranya, yang mengisahkan akhir perjalanan planet bumi yang tragis setelah terjadi revolusi dahsyat gunung-gunung tersebut. 

Al-Quran sebagai mukjizat terbesar alam semesta, disamping telah mengisahkan proses-proses penciptaan langit dan bumi, seperti yang kita kaji sekarang ini, ia juga memberitakan peristiwa-peristiwa dramatis yang akan mengakhiri perjalanan alam semesta dan memusnahkan segala kehidupan di dalamnya, seperti peristiwa yang akan terjadi tentang revolusi dahsyat gunung-gunung di permukaan bumi, yang akan berakhir dengan kiamat besar. 

Gunung-gunung sebagai salah satu makhluk super raksasa yang telah diciptakan Allah SWT, dengan penampilannya yang kokoh dan kuat seakan-akan tidak bisa beranjak dari tempatnya itu, tetapi ternyata menjelang kiamat kelak mereka akan berevolusi besar-besaran dengan “long marche” (berjalan) meninggalkan tempatnya masing-masing, hanya Allah yang mngetahui kemana arah tujuannya, seperti firman Allah:
  • Artinya: Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu rata” (QS: 18: 47);
  • Artinya: dan gunung benar-benar berjalan” (QS: 52: 10);
  • Artinya: dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia” (QS: 78: 20).
Kemudian bumi dan gunung diangkat lalu dibenturkan keduanya sekali benturan dahsyat. (Lihat: QS: 69: 14); lalu peristiwa selanjutnya gunung-gunung itu dihancurkan sehancur-hancurnya sehingga rata dengan tanah (Lihat: QS: 20: 105-107); Dan gunung-gunung itu beterbangan seperti bulu di atas udara (Lihat: QS: 70: 9 dan 101: 5); atau menjadi tumpukan pasir yang beterbangan ditiup angin (Lihat: QS: 73: 14). Dan lain sebagainya dari keadaan-keadaan gunung pada hari kiamat nanti.

Bersambung: KLIK DI SINI dan baca selanjutnya-- > 
Materi Sebelumnya:
  1.  Dua Masa Menciptakan Bumi dan Empat Masa Menfasilitasinya Layak Huni
  2. Proses Penciptaan Langit dan Bumi Dalam Enam Masa
  3. Tafsir Al-Quran Berdasarkan Periode Penciptaan Alam (Pengantar)
Materi Yang Berhubungan:
Karya Terakhir Penulis:
Beli: Di Sini!
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading