My Buku Kuning Center : LANGIT DAN BUMI TANDINGAN :

Friday, April 25, 2014

LANGIT DAN BUMI TANDINGAN :

Serial: 99 Perumpamaan LIVE Alquran (08):

Langit Dalam Alquran dan Sains Modern
Oleh: Med HATTA

 
Bagian yang sudah terjangkau dari jagad raya tersebut nampak terdesain dengan struktur yang amat kokoh dan padu, dimulai dari kelompok bintang-bintang seperti tata surya kita yang mencakup selain matahari juga meliputi planet, satelit, meteor, dan semua anggota tata surya ini mengorbit dengan teratur pada orbitan masing-masing mengelilingi matahari. Selain kelompok tata surya kita ini, terdapat milyaran (jumlah) kelompok lebih besar yang lain dikenal dengan "Galaksi", sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster.  (My Buku Kuning)


Allah berfirman:

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلا لا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى الظَّالِمُونَ إِلا كُفُورًا (٩٩)

Artinya: "dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran" (QS: 017: 99).
Langit Dalam Alquran dan Sains Modern:

Langit (السماء) "as-Samaa" dalam bahasa Arab adalah atas atau sesuatu yang tinggi, sedangkan menurut bahasa sainsnya adalah bagian atas dari permukaan bumi. Kalimat (سماء) "samaa" (langit) di dalam Alquran diulang sebanyak 310 kali, diantaranya bentuk single (سماء) "samaa" 120 kali, dan bentuk plural (سماوات) "samaawaat" 190 kali. Bentuk plural umumnya menunjukkan semua yang ada di atas bumi di jagad raya, dalam bentuk single 38 diantaranya dipahami sebagai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfert) yang melindungi permukaan bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Dan 82 diantaranya bentuk single dipahami sebagai jagad raya secara keseluruhan.
 
Tema tentang langit di dalam Alquran tentu tidak terbatas saja pada langit dekat (dunia) yang nampak lewat mata telanjang dan lengkungan yang terjangkau teleskop raksasa, tetapi meliputi tujuh langit bahkan lebih hingga tak bertepi. Dan bagian-bagian yang sudah terjankau teleskop tercanggih pun masih relatif sangat terbatas sekali dibanding luasnya dimensi yang terus berkembang. Ahli astronomi memperkirakan luas jagad raya yang terjangkau saat ini mencapai 24 Billion tahun cahaya, atau baru berkisar seper-sepuluh (1/ 10) dari seluruh dimensi langit yang diperkirakan, bagian langit dunia ini senantiasa meluas sampai batas tiada yang mengetahui selain Allah SWT, dan dengan kecepatan yang tidak dapat dijangkau oleh manusia.


Adapun bagian yang sudah terjangkau dari jagad raya tersebut nampak terdesain dengan struktur yang amat kokoh dan padu, dimulai dari kelompok bintang-bintang seperti tata surya kita yang mencakup selain matahari juga meliputi planet, satelit, meteor, dan semua anggota tata surya ini mengorbit dengan teratur pada orbitan masing-masing mengelilingi matahari. Selain kelompok tata surya kita ini, terdapat milyaran (jumlah) kelompok lebih besar yang lain dikenal dengan "Galaksi", sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster.
 
Sedangkan materi gelap (dark mater) atau lebih populer dikenal sebagai "Black Holes"; yaitu terdiri dari benda-benda angkasa yang supermasif, yang runtuh akibat gravitasinya menjadi sedemikian masifnya tetapi gaya gravitasinya begitu besar sehingga semua materi tertelan bahkan cahaya pun tak dapat keluar dari tarikannya. Akibatnya materi itu tidak bisa dilihat keberadaanya, kecuali dari akibat gravitasinya. Dan materi gelap inilah diklaim mengisi sebagian besar jagad raya, sekitar 90% dari materi jagad raya berisi materi gelap.


Mampu Mendatangkan Langit dan Bumi Tandingan:


Dari penjelasan singkat di atas dan kesimpulan kajian-kajian sebelum ini langsung (Lihat: Perumpamaan 02-03 dan 04), menjelaskan bahwa semua bagian langit - nampak atau tidak nampak - yang dapat dijangkau dan dirasakan keberadaannya oleh sains saat ini adalah masih sebatas langit dunia (langit pertama), dan masih relatif sangat terbatas dibanding besarnya dimensi yang terus berkembang. Nah, dimanakah Langit dan Bumi Tandingan yang disebutkan ayat kajian? Allah berfirman:


قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ


Artinya: "adalah Kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka" (QS: 017: 99).

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa dimensi langit dekat (dunia) amatlah luas, serta nampaknya dunia sains masih harus menunggu waktu yang relatif lama - kalau tidak mustahil - untuk dapat menjangkau seluruh kawasan langit dunia saja, apalagi langit-langit yang lain. Namun, jika Allah SWT telah memberitakan bahwa Dia kuasa menciptakan langit tandingan seperti pada ayat kajian, maka kemungkinan yang dimaksud - Wallahua'lam - adalah terdapat tujuh langit kembar yang tersusun satu sama lain sebagaimana diberitakan langsung pada ayat-ayat (tujuh langit dan bumi) di dalam Alquran. Allah berfirman: 


تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ
Artinya: "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah" (QS: 17:44).


قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (٨٦)
Artinya: "Katakanlah: Siapakah yang punya langit yang tujuh dan yang punya 'Arsy yang besar?" (QS: 23:86)

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ
Artinya: "Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa" (QS: 041: 12)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ
Artinya:"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan sejumlah itu pula bumi" (QS: 65:12)

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا
Artinya: "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis" (QS: 67: 3)

أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا (١٥)
Artinya: "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat" (QS: 71: 15)

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (١٢)
Artinya: "Dan kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh" (QS: 78: 12).

Pengulangan-pengulangan Alquran dalam menyebutkan tujuh langit pada tujuh ayat di atas, bahwa yang dimaksudkan yaitu jumlah tujuh langit secara riil. Dan nabi Muhammad SAW telah diperlihatkan oleh Allah SWT ketujuh langit tersebut pada malam perjalanan "Israa dan Mi'raj", dan Beliau SAW sendiri menceritakannya secara langsung lewat sebuah haditsnya yang panjang (Lihat: Hadits Mi'raj). Dan kalau hipotesa ini benar maka Alquran telah memperlihatkan lagi kemukjizatannya dengan menafsirkan dirinya sendiri (Tafsir Alquran bilquran).

Bumi Tandingan:
Adapun mengenai bumi tandingan; penulis pernah menjelaskan pada kajian serupa sebelumnya (Lihat: Perumpamaan 04), bahwa ilmuan dari "National Aeronautics and Space Administration (NASA)" telah mengumumkan keberhasilan timnya mengidentifikasi dua buah planet baru masing-masing memiliki iklim serupa dengan apa yang terdapat di planet bumi. Hal ini membuat para ilmuan NASA berkesimpulan bahwa - kemungkinan besar terdapat faktor kehidupan di atas permukaan keduanya.

Kedua planet yang berjarak sekitar 1200 tahun cahaya dari bumi itu beredar mengelilingi Bintang Kepler-62, yang kemudian keduanya disebut "Kepler-62f dan Kepler-62e". Alasan ilmuan NASA menyatakan adanya kehidupan pada kedua planet itu karena terdapat perairan di atas permukaannya sebagai sumber kehidupan sebagaimana halnya di bumi kita. Penemuan baru ini menambah jumlah planet yang diperkirakan memenuhi standard kehidupan, setelah sebelumnya ditemukan Planet Kepler-69 yang memiliki iklim sangat serupa dengan iklim Planet Bumi. 


Baru-baru ini juga, yaitu awal bulan Juli 2014 lalu, ilmuwan Australia berhasil menemukan "Super Earth", planet yang besarnya lima kali massa Bumi. Planet ini memiliki temperatur cukup ramah (beberapa puluh derajat), yang memungkinkan adanya cairan air. Ini adalah salah satu syarat utama munculnya sebuah kehidupan.

Menariknya, planet bernama Gliese 832c ini hanya berjarak 1600 tahun cahaya dari Bumi. Itu sebuah jarak yang sangat dekat jika dilihat dari kacamata astronomi. Hal ini memungkinkan penjelajahan yang lebih intensif terhadap atmosfer planet tersebut (jika memilikinya) atau bahkan terhadap permukaannya (jika memang mirip Bumi).

Planet Gliese 832c yang baru ditemukan adalah salah memiliki Earth Similarity Index (ESI) 81 persen (jika 100 persen akan menjadi kembaran Bumi). Dua exoplanets lain memiliki ESI lebih dari 81 persen, yakni planet Gliese 667Cc (84 persen) dan Kepler 62E (83 persen).


Dari keterangan di atas penulis menduga bahwa bumi tandingan yang dimaksud ayat kajian ini adalah juga ketujuh planet bumi kembar yang disebutkan di dalam Alquran tentang keberadaan tujuh langit dan tujuh bumi, yaitu ayat kajian lalu. Allah berfirman:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ
Artinya: "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula (tujuh) bumi" (QS: 065 : 12);

Jika hipotesa ini benar maka - Wallahua'lam - kita telah mendapatkan penjelasan yang menenangkan hati bahwa bumi tandingan yang dimaksud Alquran: "adalah Kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka (langit dan bumi)", adalah juga tujuh bumi yang dijelaskan di dalam ayat lain: "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula (tujuh) bumi" (QS: 065: 12).

Adapun planet-planet kembaran bumi itu sebahagian sudah terdeteksi oleh ilmuan (astronomi). Namun, karena jarak di antara satu planet dengan yang lain dibatasi oleh ruang yang sangat jauh samapai perjalanan ribuan tahun cahaya, maka sains manusia belum dapat menjangkau seluruh (tujuh) planet bumi kembar tersebut hingga saat ini, dan waktu serta kemajuan sains jualah yang akan mengungkapkan satu demi satu hingga teridentifikasi semuanya dengan izin Allah SWT. Dengan demikian, sains dan kemukjizatan Alquran dapat diterjemahkan oleh perkembangan sains manusia meskipun harus membutuhkan banyak waktu untuk itu.

Planet-Planet Kembaran Identik Bumi:
  1. Planet Bumi (Hunian kita)
  2. Planet Kepler-69 (memiliki iklim sangat serupa dengan iklim Planet Bumi).
  3. Planet Kepler-62f (Planet yang paling mendekati kemiripan dengan Bumi, dan kapasitasnya juga lebih besar sekitar 40 % dari Bumi. Planet ini memiliki perairan dan daratan, dan berputar mengelilingi bintang terdekat baginya selama 267 hari (1 Tahun Kepler-62f - pen). Menurut Boroski; jika kita berdiri di atas permukaan planet ini maka bintang (Kepler-62) akan nampak bagi kita lebih besar dari ukuran Matahari yang kita lihat dari Bumi. Dan keadaan cuacanya sangat mirip dengan cuaca yang ada di Bumi pada saat mendung).
  4. Planet Kepler-62e (Ukurannya lebih kecil dari Planet Kepler-62f, dan dia berada lebih dekat ke bintang yang diitarinya, karenanya William Boroski menyebutnya "alam perairan". Dan satu tahun di Planet ini mencapai 122 hari). Kedua planet terakhir (Kepler-62) diperkirakan pusatnya berjarak dari bumi kita sekitar 1200 tahun cahaya (11, 197, 440, 000, 000, 000 Km).
  5. Planet Gliese 832c yang baru ditemukan adalah salah memiliki Earth Similarity Index (ESI) 81 persen (jika 100 persen akan menjadi kembaran Bumi).
  6. Planet Gliese 667Cc (84 persen), memiliki ESI lebih dari 81 persen.


Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading