My Buku Kuning Center : MEMBUAT ADONAN TANAH SEPERTI BURUNG DAN TERBANG:

Tuesday, July 01, 2014

MEMBUAT ADONAN TANAH SEPERTI BURUNG DAN TERBANG:

Serial: 99 Perumpamaan LIVE Alquran (23):

Mukjizat Nabi Isa AS
Oleh: Med HATTA

Sebagaimana konsep mukjizat (peristiwa-peristiwa luar biasa) yang diberikan kepada nabi-nabi terdahulu, yaitu menjawab pertanyaan umat, melawan tantangan atau mengungguli kemajuan yang sedang berkembang di suatu bangsa. Maka sudah dapat dipastikan bahwa bangsa bani Israil pada masa nabi Isa as berada pada puncak kemajuan ilmu kedokteran (medis), sehingga mukjizat-mukjizat yang diturunkan kepadanya semuanya bersentuhan dengan kemajuan medis. Nabi Isa sendiri terlahir ke dunia ini tanpa melalui proses pembuahan dijanin ibunya terlebih dahulu oleh seorang laki-laki layaknya bayi biasa, tetapi nabi Isa lahir tanpa seorang ayah atas izin Allah. Hal ini telah menjadi teka-teki medis hingga kini. (My Buku Kuning).


Allah berfirman:

Artinya: "Dan (Isa sebagai) rasul kepada bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman" (QS: 003: 49); 

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ (المائدة: ١١٠) 
Artinya: "(ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu aku menguatkan kamu dengan Ruhulqudus, kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa, dan (ingatlah) di waktu aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata" (QS: 005: 110).



Mukjizat Nabi Isa AS:


Dua ayat di atas bercerita tentang bebera mukjizat nabi Isa as yang diberikan khusus kepadanya oleh Allah SWT, untuk mendukung dakwahnya kepada bani Israil. Dan di antara mukjizat-mukjizat nabi Isa itu, seperti: Menghidupkan seekor burung dari adonan tanah, membuat melek orang yang buta dari lahir, menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak, menghidupkan orang mati di kubur, memberitahukan isi dapur orang lain dan apa-apa yang mereka simpan di rumahnya.


Sebagaimana konsep mukjizat (peristiwa-peristiwa luar biasa) yang diberikan kepada nabi-nabi terdahulu, yaitu menjawab pertanyaan umat, melawan tantangan atau mengungguli kemajuan yang sedang berkembang di suatu bangsa. Maka sudah dapat dipastikan bahwa bangsa bani Israil pada masa nabi Isa as berada pada puncak kemajuan ilmu kedokteran (medis), sehingga mukjizat-mukjizat yang diturunkan kepadanya semuanya bersentuhan dengan kemajuan medis.


Nabi Isa sendiri terlahir ke dunia ini tanpa melalui proses pembuahan dijanin ibunya terlebih dahulu oleh seorang laki-laki layaknya bayi biasa, tetapi nabi Isa lahir tanpa seorang ayah atas izin Allah. Hal ini telah menjadi teka-teki medis hingga kini, bahkan nabi Isa langsung bisa berbicara kepada khalayak beberapa saat dari kelahirannya. Serta dialah satu-satunya nabi dan rasul yang diangkat oleh Allah SWT dari semenjak bayi hingga diangkat Allah ke sisi Nya.


Semua mukjizat nabi Isa as terbukti telah mengungguli ilmu medis pada masanya bahkan hingga kini. Namun, suatu hal yang membuat kaget nabi Isa - dan tentu saja juga dunia medis saat ini - yaitu permintaan umatnya agar dibuatkan seekor burung dari tanah liat yang bisa terbang sebagaimana burung pada umumnya. Dalam hal ini Allah berfirman:
 
أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ
Artinya: "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah ,,,"



Membuat Patung Burung Dari Tanah Lalu Dihidupkan:


Kita tidak ada informasi yang jelas tentang bagaimana cara nabi Isa membuat adonan tanah lalu dibentuk seperti patung burung, dan ditiup maka menjadilah seekor burung yang bisa terbang karena izin Allah. Yang kita ketahui dari cerita Alquran bahwa manusia pertama juga diciptakan oleh Allah dari materi tanah lalu ditiupkan roh maka hiduplah nabi Adam as, sebagaimana Allah berfirman:
 
خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ (١٤)
Artinya: "Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar" (QS: 055: 14).


Hanya keterangan itu saja yang bisa penulis dapatkan tentang penciptaan burung dan manusia dari tanah, adapun mengenai proses pembentukannya dari tanah sampai kepada tahap peniupan ruh, kita tidak mengetahui secara detail dan Alquran juga datang menceritakan secara global yang dapat menenangkan hati, bahwa ia dibentuk dari tanah seperti tembikar. Namun, ada sedikit titik yang bisa mencerahkan, yaitu adanya peristiwa serupa yang pernah terjadi pada masa Ibrahim as tentang menghidupkan burung. Allah berfirman:
 
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٢٦٠)
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhanku! perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku), Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu, lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS: 002: 260).
Pertanyaan Nabi Ibrahim, "bagaimana Engkau menghidupkan yang sudah mati", bukan muncul dari keraguan terhadap kekuasaan Allah untuk menghidupkan segala yang sudah mati, wal'iyadzubillah, tetapi itu adalah pertanyaan tentang bagaimana proses menghidupkan itu. Dan tidak menjadi standar percaya harus mengetahui dengan bentuknya, tetapi hanya sekedar ingin menyingkap yang menghalangi kepercayaan dari mengetahuinya. 

Hal ini ditunjukkan oleh bentuk pertanyaan dalam redaksi "bagaimana". Posisinya adalah bertanya tentang teknis. Padanan dari pertanyaan seperti ini adalah - misalnya - seseorang mengatakan: "Bagaimana Zaid memerintah dihadapan masyarakat? Yaitu tidak diragukan bahwa Zaid memerintah pada mereka, akan tetapi yang ditanyakan bagaimana cara memerintahnya, bukan keberadaan pemerintahannya. 

Jika terdapat semacam spekulasi yang telah membayang-bayangi pikiran sebagian orang, sehingga menganggap nabi Ibrahim as telah dihinggapi keraguan pada ayat ini, Maka nabi Muhammad SAW telah menepis semua itu dan bersabda: "Kami lebih mungkin untuk ragu daripada Nabi Ibrahim". Artinya, karena kita tidak ragu, maka nabi Ibrahim lebih utama untuk tidak ragu. Nabi Ibrahim as meminta kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya proses kebangkitan setelah mati. Allah berfirman: 

أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى
Artinya: "perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati"; 

Tentu ini adalah kisah uji coba eksprimen ilmiah, yang bisa menjadi petunjuk yang mencerahkan tentang peristiwa kebangkitan setelah mati. Nabi Ibrahim bertanya tentang tata cara (teknis) meskipun ia sangat percaya akan ke Maha Kuasaan Allah. Beliau hanya ingin melihat langsung proses dengan mata telanjang apa yang diyakininya di dalam hati. Oleh karena itu, Allah menegurnya: "Apakah kamu tidak beriman?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)".

Peristiwa selanjutnya, maka uji coba laboratorium terbuka dan eksprimen ilmiah besar pun berlangsung secara live, Ibrahim as mempertunjukkan kepada kaumnya bagaimana Allah menghidupkan kembali burung yang sudah mati. Allah berfirman:
فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا
Artinya: "ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu, lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera"; 

Dalam ayat kajian: "ambillah empat ekor burung"; Mujahid mengatakan: Ibrahim memilih burung merak, burung gagak, burung merpati dan ayam jantan. Ini melambangkan sesuatu dalam kehidupan manusia: Merak adalah lambang kesombongan, kemegahan dan kegagahan; Merpati adalah lambang kedamaian, cinta dan kasih sayang; Ayam jantan adalah lambang kekuasaan, azam dan iqamah untuk shalat; Dan Gagak adalah lambang makrifah, hidayah, ilmu dan kebijaksanaan, dialah yang memberi petunjuk kepada anak Adam untuk mengubur bangkai saudaranya. 

Nabi Ibrahim melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhannya dan percobaan ini berlangsung dengan sukses. Ini adalah bukti ketidak lemahan dari apa yang diinginkan oleh Yang Maha Bijaksana dalam aturan dan perbuatan-Nya. "Ketahuilah bahwa Allah maha perkasa dan bijaksana".



KAJIAN SELANJUTNYA :

  • (24) penciptaan dan kebangkitan seperti proses satu jiwa
  • (25) TULANG BELULANG DIBANGKITKAN SEPERTI SEMULA
  • (26) Ilustrasi live kebangkitan setelah mati pada tumbuhan
  • (27) Manusia Pertama Di Ciptakan Di Surga
  • (28) Manusia dari tanah liat seperti tembikar
KAJIAN SEBELUMNYA :


KLIK: My Buku Kuning Collection
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading