My Buku Kuning Center : KEGELAPAN DALAM KEGELAPAN :

Wednesday, November 26, 2014

KEGELAPAN DALAM KEGELAPAN :

Serial: 99 Perumpamaan LIVE Dalam Alquran (66):


Ombak Di Atas Ombak
Oleh: Med HATTA


Pada yat kajian, Alquran memberikan perumpamaan yang sangat sempurna, yaitu Allah SWT mengibaratkan bagi orang kafir yang tidak mendapatkan hidayah seperti orang yang hidup dalam ombak di bawah kedalaman lautan, terombang ambing di dalam kegelapan dan tegangan yang amat tinggi. Maka Allah menyerupakan kesesatan dengan kegelapan tersebut dan menceritakan tentang ombak pada kedalaman lautan: "gelap gulita di lautan yang dalam". (My Buku Kuning


Allah berfirman:
Artinya: "atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (QS: 024: 40

Mekanika Fluida Alquran (Ombak Di Atas Ombak):
Mekanika fluida merupakan disiplin ilmu bagian dari bidang mekanika terapan yang mengkaji perilaku dari zat-zat cair dan gas dalam keadaan diam ataupun bergerak, bidang mekanika ini jelas mencakup berbagai persoalan yang sangat bervariasi, mulai dari kajian mengenai aliran darah di saluran-saluran kapiler sampai pada kajian aliran minyak mentah yang melewati sebuah negara melalui pipa berdiameter 4 feet sepanjang 800 mil, dan seterusnya.

Tentu penulis tidak akan terlalu jauh membahas sampai kepada kajian-kajian tersebut, tetapi yang menjadi kajian kita adalah ombak di atas ombak di bawah kedalaman samudera. Salah satu hukum yang paling penting yang mengatur hukum mekanika fluida ini adalah ketegangan di atas permukaan air dimana melestarikan setiap tetes air pada karakteristik dan eksestensinya.

Menyelam di dalam air dan mengetahui rahasia kedalaman samudera adalah merupakan hasrat manusia semenjak keberadaannya di atas permukaan bumi, akan tetapi manusia secara tabiat tidak memungkinkannya untuk menyelam lebih jauh pada kedalaman beberapa meter tertentu, disebabkan oleh tegangan sangat kuat yang timbul dari massa di atas permukaan laut.

Namun belakangan setelah manusia menemukan alat penyelam, mereka pun dapat menjangkau kedalaman laut lebih jauh mencapai ratusan bahkan ribuan meter, dari sejak itulah mulai ditemukan sebuah alam yang berdiri sendiri berada pada kedalaman samudera, tetapi yang terpenting dari semua itu adalah ditemukannya ombak raksasa pada kedalaman dasar lautan, yang jauh lebih dahsyat dari pada ombak-ombak yang dikenal di atas permukaan laut.

Perumpamaan Kesesatan Dengan Kegelapan:
Seperti kita saksikan ombak tindih menindih di atas permukaan laut, demikian juga ombak-ombak di bawah dasar laut, dan ombak-ombak inilah yang diisyaratkan Alquran pada ayat kajian kita ini. Allah berfirman:

أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ
Artinya: "atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula) ,,," (QS: 24: 4o). 

Dari ayat kajian, Alquran memberikan perumpamaan yang sangat sempurna, yaitu Allah SWT mengibaratkan bagi orang kafir yang tidak mendapatkan hidayah seperti orang yang hidup dalam ombak di bawah kedalaman lautan, terombang ambing di dalam kegelapan dan tegangan yang amat tinggi. Maka Allah menyerupakan kesesatan dengan kegelapan tersebut dan menceritakan tentang ombak pada kedalaman lautan: "gelap gulita di lautan yang dalam".

Hakikat sains ini tidak diungkapkan oleh ilmuan abad ini, tetapi telah dikabarkan oleh nabi Muhammad SAW dari jaman penyembahan patung dan berhala, dimana pada masa itu tidak dikenal sains kecuali hanya legenda saja, namun mukjizat Alquran mampu memberikan informasi yang sangat jauh kepada segala masa, karena ia adalah kitab Allah yang Maha mengetahui.

Gelap Gulita Yang Tindih-Bertindih:
Allah berfirman: 

مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ
Artinya: "di atasnya awan, gelap gulita yang tindih-bertindih"

Anda apabila mengamati bola bumi dari luar angkasa, pasti akan nampak lautan diselimuti oleh awan yang sangat tebal, seperti yang disaksikan lewat foto satelit angkasa luar. Awan tebal tersebut menutupi sebagian besar dari sinar matahari, dan sisanya dalam kualitas kecil yang menembus ombak-ombak pada permukaan lautan, dan setelah mencapai sekitar 1000 meter ke dalam maka menghilah cahaya secara total pada ombak di bawah kedalaman laut: "gelap gulita yang tindih-bertindih"

Ombak-ombak pun berperan besar menutupi bagian besar dari sinar cahaya, maka menjadilah gelap gulita di dasar laut, dan dari atasnya pula terdapat ombak-ombak lapisan tengah yang menambah kegelapan lapisan kedua. Kemudia massa air yang terdapat di atas ombak-ombak itu menambahkan lagi kegelapan lapisan ketiga, lalu ombak-ombak yang ada dipermukaan samudara berandil pula mempertebal kegelapan lapisa keempat. Selanjutnya akan menambah ketebalan pula yaitu lapisan udara yang ada di atas permukaan samudera menjadi lapisan kegelapan yang kelima, dan lapisan keenamnya adalah akibat dari awan, kabut dan lapisan-lapisan atmosfer lainnya di atas permukaan samudera. Dan seterusnya sehingga menjadilah kedalaman samudera "gelap gulita yang tindih-bertindih".

Maka mungkinkah orang yang menyelam di dalam kegelapan yang tindih-bertindih ini dapat melihat tangannya sendiri? Dan demikian itulah halnya orang yang sesat dari jalan Allah (kafir), dia tidak akan pernah melihat cahaya iman.

Jika manusia secara tabiat tidak memungkinkannya untuk menyelam lebih jauh pada kedalaman beberapa meter tertentu, terutama yang datang sebelum abad ke-20, bagaimana Rasulullah SAW bisa mengetahui sistem "Mekanika Fluida" yang amat tinggi ini khususnya yang berhubungan dengan ombak-ombak di bawah dasar laut. Apakah Muhammad SAW pernah belajar teknik pemecah cahaya? Dan bagaimana bisa menghilang cahaya secara bertahap ketika menyoro lebih jauh pada kedalaman samudera atau ombak?

Sinar cahaya yang menembus masuk kedalaman laut sejauh seratus (100) meter maka tidak akan tersisa cahayanya kecuali hanya seper-seratus (1/ 100) saja, bagaimana jika sampai kepada kedalaman ribuan meter? Sesungguhnya ombak-ombak pada kedalaman samudera tidak dikenal sains modern kecuali baru kurang dari 100 tahun belakangan ini, dan studi mendalam dan pemotretan tentangnya pun baru dilakukan pada beberapa tahun lalu saja.

Dipastikan bahwa manusia tidak akan sanggup menyelam sampai kepada kedalaman tersebut kecuali harus memakai alat selam yang super canggih, kuat dan mampu menahan tegangan yang sangat tinggi sekali disebabkan oleh lapisan air dan ombak-ombak di atasnya. Oleh karena itu, kehidupan untuk umat manusia sangat mustahil di dalam kedalaman samudera tersebut.

Lalu, bagaimana bisa Alquran memberitakan bahwa manusia mampu mengarungi ke dalaman lautan yang amat dalam itu? Allah berfirman:

إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا
Artinya: "apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya" (QS: 024: 40). 

Maka ini adalah salah satu mukjizat Alquran yang baru, yaitu ia telah berbicara tentang suatu masa di mana manusia akan menemukan alat selam yang super canggih dan dapat menembus kedalaman samudera lebih jauh, sehingga terbukti kebenaran informasi Alquran yang sangat jauh melampaui masanya itu: "apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya". Dan inilah yang di alami para penyelam di bawah dasar samudera - sekarang - mereka menemukan kegelapan yang sangat pekat sekali, dan meraka sama sekali tidak dapat melihat apa-apa di bawah kedalaman samudera.


KAJIAN SELANJUTNYA:

KAJIAN SEBELUMNYA :



KLIK: My Buku Kuning Collection
 

Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading