My Buku Kuning Center : TULANG BELULANG DIBANGKITKAN SEPERTI SEMULA:

Monday, December 29, 2014

TULANG BELULANG DIBANGKITKAN SEPERTI SEMULA:

Serial: 99 Perumpamaan LIVE Dalam Alquran (25):


Kebangkitan Adalah Peristiwa Gaib
Oleh: Med HATTA



Kebangkitan dari kubur merupakan fenomena gaib yang paling populer di antara kasus-kasus alam gaib, dan paling banyak membingungkan kaum musyrik dan orang-orang kafir yang membuat mereka bertanya-tanya keanehan, seperti mereka bertanya: Bagaimana mungkin Tuhan bisa membangkitkan jasad yang sudah hancur dan menjadi tanah? Lalu Alquran menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikan jasad-jasad itu pada awalnya, maka Dia kuasa membangkitkannya lagi kedua kalinya setelah mati. (My Buku Kuning)


Allah berfirman:

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلاً وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ، قل يحييها الذي أنشأها أول مرة وهو بكل خلق عليم (يس


Artinya: "dan ia membuat perumpamaan bagi kami; dan Dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"; Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk" (QS: 036: 77-79).


Kebangkitan Adalah Peristiwa Gaib:

Masalah ghaib telah mengambil topik cukup luas di dalam agama Islam, yaitu meliputi iman kepada Allah, malaikat, kebangkitan, hari akhirat, surga, neraka, jin dan lain-lain. Alquran telah memperingatkan kepada orang-orang yang beriman tentang hal-hal gaib itu, Allah berfirman:
 
ألم، ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين، الذين يؤمنون بالغيب ويقيمون الصلاة ومما رزقناهم ينفقون، والذين يؤمنون بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك وبالآخرة هم يوقنون، أولئك على هدى من ربهم وأولئك هم المفلحون (البقرة).
Artinya: "Alif Lam Mim; Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa; (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepadanya; dan mereka yang beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat; Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung" (QS: 002: 1-4).

Adalah kasus kebangkitan dari kubur merupakan fenomena gaib yang paling populer di antara kasus-kasus alam gaib tersebut, dan paling banyak membingungkan kaum musyrik dan orang-orang kafir yang membuat mereka bertanya-tanya keanehan, seperti mereka bertanya: Bagaimana mungkin Tuhan bisa membangkitkan jasad yang sudah hancur dan menjadi tanah? Lalu Alquran menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikan jasad-jasad itu pada awalnya, maka Dia kuasa membangkitkannya lagi kedua kalinya setelah mati.

Ayat kajian di atas memberikan perumpamaan logis kepada para penentang hakikat kebangkitan dari orang-orang musyrik dan kafir, yang telah melupakan proses kejadian dirinya, bahwa Allah yang telah menciptakannya dari tiada maka Dia pula yang akan membangkitkannya untuk kali kedua, dan tentu membangkitkan lebih mudah bagi Allah dari menciptakan pertama kali.

Tentang latar belakang (sebab) turunnya ayat kajian dari akhir surah Yasin, para tokoh tafsir besar dunia Mujahid, Ikrimah, Urwah bin Azzubair, Assuddi dan Qatadah menceritakan: Bahwa telah datang kepada rasulullah SAW Ubey bi Khalaf - laknatullah - dan membawa tulang-belulan yang sudah sudah hancur menjadi tanah, lalu menghambur-hamburkannya di atas udara sambil berkata: Wahai Muhammad! Apakah engkau yang mengatakan bahwa Allah akan membangkitkan ini? (menunjuk kepada tulang-belulang). Nabi bersabda: "Ya, Allah akan mematikan kamu (Ubey bin Khalaf) lalu membangkitkanmu, kemudian memasukanmu ke dalam neraka". Maka turun beberapa ayat dari akhir surah Yasin.

Diriwayatkan dari Ibn Abbas ra berkata: Bahwasanya Al 'Ash bin Wail mengambil sepotong tulang bangkai lalu dihancur-hancurkannya dengan tangannya dihadapan rasulullah SAW dan berkata: Ini juga akan dibangkitkan? Rasulullah SAW bersabda: "Iya, Allah akan mematikan kamu dan memasukkanmu ke Jahannam", maka turun akhir surah Yasin.

Pakar tafsir dunia Ibn Katsir menyimpulkan kedua riwayat ini, bahwa sama adanya ayat-ayat tersebut turun kepada Ubey bin Khalaf atau Al 'Ash bin Wail atau kepada keduanya pada saat bersamaan, yang pasti bahwa ayat-ayat dari akhir surah Yasin itu bersifat umum kepada semua yang mengingkari hari kebangkitan.

Metodelogi Al Quran Menjelaskan Adanya Kebangkitan:

Alquran semenjak diturunkan kepada nabi Muhammad SAW 1436 tahun lalu, telah menetapkan sebuah konsep parmanen dan kuat tentang hakikat hari kebangkitan, dan membuktikan akan terjadinya berdasarkan metodelogi sempurna, yang menggabungkan antara apa yang telah di fitrahkan kepada manusia dari iman terhadap segala yang dapat disaksikan, dirasakan, dan peristiwa yang didengarkan serta dilihat denga mata; Dan antara apa yang telah disimpulkan oleh akal sehat dari penjelasan-penjelasan ilmiah, dan tidak bertentangan dengan fitrah yang lurus.

Metode-metode tersebut telah menjadikan Alquran istimewa dari kita karya-karya hikmah yang bersifat teoritis yang ada. Medodelogi Alquran tentang hakikat kebangkitan dapat disimpulkan sebagai berikut:

PERTAMA: Menjelaskan hakikat kebangkitan berdasarkan fakta live dari orang-orang yang telah dimatikan kemudian dibangkitkan kembali, sebagaimana diceritakan Alquran pada beberapa kasus, seperti firman Allah:
 
(1) - وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ، ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (البقرة)
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata: Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas, maka halilintar menghantanmu sedang kamu menyaksikan; Kemudian, Kami berbangkit kamu setelah kamu mati, agar kamu bersyukur" (QS: 002: 55-56)

(2) - وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْساً فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا وَاللهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ، َقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا كَذلِكَ يُحْيِي اللهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (البقرة)
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh-menuduh tentang hal itu. Tetapi Allah mengungkapkan apa yang kamu sembunyikan; Lalu, Kami berfirman: Pukulkanlah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu! Demikianlah Allah menghidupkan orang yang telah mati, dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan Nya) agar kamu mengerti" (QS: 002: 72-73)

(3) - أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ (٢٤٣)
Artinya: "Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? lalu Allah berfirman kepada mereka: "Matilah kamu!". Kemudian Allah menghidupkan mereka" (QS: 002: 243).

Mereka yang diceritakan Alquran ini adalah komunitas dari bangsa Israil yang terjankit oleh penyakit tertentu maka mereka ramai-ramai keluar dari kampungnya menghindari penuluran lebih luas dari virus penyakit itu. Menurut Ibn Abbas: Komunitas dari bangsa Israil itu terdiri dari 4000 jiwa, mereka lari menghindari virus Ta'un, mereka sepakat menuju ke sebuah daerah yang aman dari wabah mematikan tersebut, maka Allah mematikan mereka seketika. Lalu lewat kepada mereka seorang nabi dan berdoa maka Allah membangkitkan mereka.
 
(4) - أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِي هَذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانْظُرْ إِلَى حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ )٢٥٩(
Artinya: "Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur? Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" ia menjawab: Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari. Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya, lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang). Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS: 002: 259).

Penulis sudah mengkaji khusus ayat ini, lihat kajian sebelumnya.
 
(5) - وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ )٢٦٠(
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhanku! perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku), Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu, lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS: 002: 260).

Penulis juga sudah menjelaskan tentang ayat ini, lihat kajian sebelumnya.
 
(6) - وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (آل عمرآن: ٤٩)
Artinya: "Dan (Isa sebagai) rasul kepada bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman" (QS: 003: 49);

Penulis sudah mengkaji khusus ayat ini, lihat kajian sebelumnya. Begitu puka kisah Alquran tentang Ashabul Kahfi yang dibangkitkan oleh Allah SWT setelah ditidurkan di dalam Gua selama 309 tahun.

Penjelasan-penjelasan Alquran dari kisah ayat-ayat di atas merupakan dalil berbentu materi, live dan dirasakan. Semuanya ril terjadi menunjukkan adanya kebangkitan setelah mereka mati, ini merupakan keterangan faktual atas ke Mahakuasaan Allah, Allah dan rasul Nya telah menceritakan terjadinya kebangkitan dan perkumpulan di padang Mahsyar maka wajib mutlak mempercayainya, karena disampaikan oleh Allah yang pasti kebenaran Nya dan menyeluruh kekuasaan Nya.

KEDUA: Penjelasan Alquran tentang kebangkitan dengan dalil penciptaan pertama kali, Allah berfirman:
 
(1) - يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الأرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الأرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ، ذلك بأن الله هو الحق وأنه يحي الموتى وأنه على كل شئ قدير، وأن الساعة آتية لا ريب فيها وأن الله يبعث من في القبور (الحج)
Artinya: "Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah; Yang demikian itu sungguh, Allah, Dialah yang hak, dan sungguh, Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu; Dan sungguh, (hari) kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur" (QS: 022: 5-7);

(2) - انْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الأمْثَالَ فَضَلُّوا فَلا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلا، وَقَالُوا أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا، قُلْ كُونُوا حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا، أَوْ خَلْقًا مِمَّا يَكْبُرُ فِي صُدُورِكُمْ فَسَيَقُولُونَ مَنْ يُعِيدُنَا قُلِ الَّذِي فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَى هُوَ قُلْ عَسَى أَنْ يَكُونَ قَرِيبًا )الإسراء(.
Artinya: "Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar); dan mereka berkata: Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?; Katakanlah: Jadilah kamu sekalian batu atau besi; atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu. Maka mereka akan bertanya: Siapa yang akan menghidupkan kami kembali? Katakanlah: Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama. Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: Kapan itu (akan terjadi)? Katakanlah: Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat" (QS: 017: 48-51).

(3) - وهو الذي يبدؤوا الخلق ثم يعيده وهو أهون عليه وله المثل الأعلى في السماوات والأرض وهو العزيز الحكيم (الروم)
Artinya: "Dan Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan (awal proses kelahiran makhluk), kemudian mengembalikannya kembali (ke dalam tanah, mematikan). Dan menghidupkannya kembali (menghidupkan generasi manusia berikutnya) itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana" (QS: 030: 27)

(4) - ويقول الإنسان أئذا ما مت لسوف ابعث حيا، أولا يذكر الإنسان أنا خلقناه من قبل ولم يكن شيئا (مريم)
Artinya: "Dan berkata manusia: 'Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?; Dan tidakkah manusia itu memikirkan, bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang (sebelumnya) ia tidak ada sama sekali" (QS: 019: 66-67)

KETIGA: Penjelasan-penjelasan Alquran tentang kebangkitan dengan dalil penciptaan alam semesta seperti langit dan bumi, karena penciptaan keduanya lebih dahsyat daripada penciptaan manusia, seperti Allah berfirman:
 
(1) - وَقَالُوا أَءِذَا كُنَّا عِظَاماً وَرُفَاتاً أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقاً جَدِيداً، أَوَلَم يَرَوْا أَنَّ اللهَ الَّذِي خَلَقَ السَّماوَاتِ وَالاْرْضَ قَادِرٌ عَلَى أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ (الاسراء)
Artinya: "dan (karena mereka) mengatakan: Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?; Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka" (QS: 017: 98-99)

(2) - أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّماوَاتِ وَالاْرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم بَلَى وَهُوَ الْخَلاَّقُ الْعَلِيمُ ُ (يس)
Artinya: "Dan bukankah Rabb yang menciptakan langit dan bumi itu, berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu (menciptakan generasi manusia berikutnya)?. Benar. Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta, lagi Maha Mengetahui" (QS: 036: 81)

(3) - أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللهَ الَّذِي خَلَقَ السَّماوَاتِ وَالاْرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (الأحقاف)
Artinya: "Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah, sungguh Dia Mahakuasa atas segala sesuatu" (QS: 046: 33)

KEEMPAT: Penjelasan-penjelasan Alquran tentang kebangkitan juga dengan dalil penciptaan aneka macam tumbuh-tumbuhan. Allah berfirman:
 
(1) - وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (٥٧)
Artinya: "Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab angin itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran" (QS: 007: 57);

(2) - والله الذي أرسل الرياح فتثير سحابا فسقناه إلى بلد ميت فأحيينا به الأرض بعد موتها كذلك النشور
Artinya: "Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka kami halau awan itu, ke suatu negeri yang mati (kekeringan), lalu kami hidupkan bumi, setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu" (QS: 035: 9);

(3) - ومن آياته أنك ترى الأرض خاشعة فإذا أنزلنا عليها الماء اهتزت وربت إن الذي أحياها لمحي الموتى انه على كل شيء قدير
Artinya: "Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya, bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Rabb) Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati (membangkitkan); sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS: 041: 39);

(4) - وفي الأرض قطع متجاورات وجنات من أعناب وزروع ونخيل صنوان وغير صنوان يسقى بماء واحد ونفضل بعضها على بعض في الأكل إن في ذلك للآيات لقوم يعقلون
Artinya: "Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir" (QS: 013: 4);

(5) - وان تعجب فعجب قولهم أئذا كنا ترابا أءنا لفي خلق جديد
Artinya: "Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: 'Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru" (QS: 013: 5);

Penulis telah mempersiapkan kajian khusus tentang tema terakhir ini, dan kita akan mendalaminya pada saatnya nanti, Insya Allah.

KELIMA: Penjelasan Alquran tentang kebangkitan dengan dalil terjadinya bangun dari tidur, karena tidur adalah saudara dari mati maka bangun dari tidur serupa dengan bangkit dari mati. Allah berfirman:
 
(1) - وهو الذي يتوفاكم بالليل ويعلم ما جرحتم بالنهار ثم يبعثكم فيه ليقضى أجل مسمى ثم إليه مرجعكم ثم ينبئكم بما كنتم تعلمون
Artinya: "Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu), yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu, apa yang dahulu kamu kerjakan" (QS: 006: 60);

(2) - وهو القاهر فوق عباده ويرسل عليكم حفظة حتى إذا جاء أحدكم الموت توفته رسلنا وهم لا يفرطون، ثم ردوا إلى الله مولاهم الحق ألا له الحكم وهو أسرع الحاسبين
Artinya: "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi, atas semua hamba-Nya, dan diutusnya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian, kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajiban-nya; Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat" (QS: 006: 61-62);

(3) - الله يتوفى الأنفس حين موتها والتي لم تمت في منامها فيمسك التي قضى عليها الموت ويرسل الأخرى إلى أجل مسمى إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون
Artinya: "Allah memegang jiwa (ruh manusia) ketika matinya, dan (memegang) jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Ia tahanlah jiwa yang telah ia tetapkan kematiannya, dan Dia melepaskan jiwa yang lain (yang tertidur) sampai waktu yang ditentukan (saat kematiannya). Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah, bagi kaum yang berpikir" (QS: 039: 42);

KEENAM: Penjelasan Alquran tentang kebangkitan dengan dalil hikmah dan keadilan Allah, karena Allah SWT tidak menciptakan manusia sia-sia dan tidak membiarkannya semaunya. Adalah Allah Mahabijaksana atas segala perbuatannya, dan semua apa yang telah keluar dari Nya baik di dalam alam ciptaan maupun ketentuan tasyri' (hukum) semuanya terikat pada konsep hikmah dan tujuan, maka struktur alam semesta dengan susunannya yang sangat dahsyat itu semua berjalan bersama segala elemennya berdasarkan irama yang mempunyai tujuan tertentu yang rapi dan sistimatis.

Begitu pula diletakkan perinsip perundang-undangan dalam konsep, sasaran dan penerapannya kepada hikmah Allah dan tujuan yang bijaksana. Allah berfirman:
 
أَيَحْسَبُ الاْنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدىً (القيامة)
Artinya: "Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?" (QS: 075: 36);

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لأ تُرْجَعُونَ (المؤمنون)
Artinya: "Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (QS: 023: 115);

Adalah keadilan Allah dan kebijaksanaan Nya, penegakan kebenaran dan menindas kebatilan, memberikan hak kepada pemiliknya, membedakan yang keburukan dan kebaikan, pelaku kebajikan dan penjahat dan lain-lain. Semua itu tidak akan berlaku kecuali jika di sana terdapat hari akhirat setelah dunia kiamat, di mana setiap manusia akan memperoleh balasannya dan yang baik akan masuuk surga serta yang jahat dimsukkan ke dalam neraka sesuai apa yang telah diperbuatannya. Allah berfirman:
 
ونضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئا وان كان مثقال حبة من خردل أتينا بها وكفى بنا حاسبين
Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat (sangat adil) pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (anak timbangan amalan itu) hanya seberat biji sawipun, pasti Kami mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan" (QS: 021: 47);

أم حسب الذين اجترحوا السيئات أن نجعلهم كالذين ءامنوا وعملوا الصالحات سواء محيا هم ومماتهم ساء ما يحكمون
Artinya: "Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka, bahwa Kami akan menjadikan mereka, seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh, yaitu sama antara kehidupan (di dunia) dan kematian mereka (kehidupan di akhirat). Amat buruklah apa yang mereka sangka itu" (QS: 045: 21);

KETUJUH: Alquran menjelaskan adanya kebangkitan dengan konsep hukum kontradiksi (berlawanan) bagi dua hal yang berbeda, karena menghidupkan setelah mati tidak menafikan terjadi satu kontra setelah terjadi lawannya, karena hukum saling berlawanan itu hanya satu, Allah SWT berulang-ulang menjelaskan pengertian ini. Allah berfirman:
 
نحن قدرنا بينكم الموت وما نحن بمسبوقين
Artinya: "Kami telah menentukan kematian di antara kamu, dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan" (QS: 056: 60);

Demikian, ini semua hanya merupakan gambaran sederhana tentang adanya hari kebangkitan dan fakta akan terjadinya berdasarkan penjelasan Al Quran. Dan penulis masih akan kembali lagi kepada tema yang berhubungan pada kajian-kajian selanjutnya, insya Allah.

KAJIAN SELANJUTNYA :

  • (26) ILUSTRASI LIVE BANGKIT SETELAH MATI 100 TAHUN
  • (27) PENCIPTAAN DAN KEBANGKITAN SEPERTI PROSES SATU JIWA
  • (28) DIBANGKITKAN LALU DISURUH BERJALAN DI TENGAH-TENGAH MANUSIA
  • (29) MANUSIA PERTAMA DICIPTAKAN DI SURGA
  • (30) MANUSIA DARI TANAH LIAT SEPERTI TEMBIKAR
KAJIAN SEBELUMNYA : 
 
 
 

Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading