Rabu, Januari 27, 2010

Maroko dan Aqidah Asy’ariyah

Dialog Bersama DR. Driss Khalifa 
Oleh: Med HATTA

Semua pemerhati budaya beragama di Maroko mengakui keterkaitan erat antara masyarakat Maroko dan aqidah Asy’ariyah. Hubungan emosial ini telah berjalan sekitar 10 abad lalu, dan telah menjadi ciri khas bangsa ini. Aqidah Asy’ariyah juga telah mengambil peranan penting dalam kemajuan negeri Alaouiyinne ini dari berbagai bidang, seperti: Sejarah, sosial dan politik.

Dan Aqidah Asy’ariyah merupakan label agama dan budaya yang sangat kental serta menjadi identitas beragama di Maroko. Kenyataan ini telah diungkapkan dengan indah oleh seorang penyair terkenal: Abdelouahid Ibn Achir (w. 1040 H), bersenandung melantunkan:

Sabtu, Januari 23, 2010

Mengenang 534 Tahun Jatuhnya Gernada Andalusia:

AZZAGHBI: Si ‘Kerdil’ Sial
Oleh: Med HATTA

Setiap tanggal 21 Muharram kita diingatkan nasib bangsa Moreski, berarti juga mengenang terusirnya kaum muslimin dari Spanyol secara paksa. Ahli sejarah yang menulis peristiwa nahas ini pasti akan terfokus pada seorang tokoh monumental disebut Abu Abdellah Alahmar Assaghir, raja Grenada yang paling buntut dari penguasa-penguasa yang pernah memerintah Andalusia sekitar 8 abad lamanya. Dalam literatur Spanyol tokoh ini dituliskan sebagai raja terakhir dari Dinasti Nassiriyinne, atau sering dipanggil juga Buabdil.