Kamis, Oktober 31, 2013

PERUMPAMAAN-LIVE ALQURAN:

    Perumpamaan-Live Alquran Yang Inspiratif 
    By: Med Hatta
    PENGANTAR PENULIS
    Allah berfirman : 

    مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
    Terjemah Arti: “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah, dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Alquran). 

    Perumpamaan-Live di atas bukan sekedar perbandingan belaka, tapi wahyu Allah SWT yang mengibaratkan seseorang yang mengambil penolong/pelindung selain Allah adalah bagaikan serangga laba-laba dan rumahnya yang rapuh itu...! Saking populernya perumpamaan yang satu ini sampai kalimat bahasa Arabnya diserap ke dalam kamus bahasa Indonesi: "كالعنكبوت = kal ankabut" (Arab), menjadi "kalangkabut" (Indonesia)...
    Kalangkabut dalam kamus bahasa Indonesia sendiri adalah ungkapan lumrah kita ucapkan untuk menyatakan suatu keadaan atau ekspresi rasa galau, mumet dan bingung tidak karuan karena terdesak atau terburu-buru melakukan sesuatu. Namun, sedikit sekali kita menyadari bahwa kalimat tersebut adalah berasal dari bahasa perumpamaan-Live Alquran sebagai serangga laba-laba dan rumahnya yang carut-marut....

    Alquran dalam perumpamaan-Live ini menggambarkan rumah paling rapuh adalah rumah laba-laba karena dibuat secara acak-acakan, semraut tidak karuan. Diibaratkan orang yang mengambil perlindungan kepada selain Allah, maka tingkat keamanan dan potensi fitnahnya sangat rawan seperti berlindung dibalik rumah laba-laba yang terbuat dari air liur, transparan, terurai, melar dan gampang robek...

    Bukan itu saja, adalah perilaku sadistis  selalu terjadi di rumah laba-laba, betina laba-laba membunuh jantannya setelah terjadi pembuahan, dan proses pembuahan tersebut mereka lakukan di luar rumah. Setelah anak-anak laba-laba mulai besar mereka melakukan konspirasi membunuh induknya dan membuang jasadnya keluar dari rumah....

    Sungguh bangunan laba-laba merupakan rumah yang amat aneh, bahkan pantas disebut sebagai rumah yang paling buruk sejagad raya secara mutlak. Kita ada pembahasan khusus tentang laba-laba  pada buku Perumpamaan-Live Alquran Yang Inspiratif ini pada saatnya nanti...

    Rumah “kalangkabut” milik laba-laba di atas hanya-lah satu dari Perumpamaan-Live alQuran yang mencakup semua objek perumpamaan-live (langsung), multi dimensi yang spektakuler serta selalu menginspirasi di dalam ayat-ayat Alquran. Seperti perumpamaan-perumpamaan: 

    **(Perumpuan ibarat ladang; menyulam kain lalu menguraikannya kembali; tali besar pengikat kapal masuk kelobang jarum; anjing yang selalu menjulurkan lidahnya; perbandingan kecepatan cahaya; menggenggam langit dan bumi sebagi gaya gravitasi; pohon mengeluarkan sinar laser yang menembus; cahaya menenggelamkan gunung; gunung melayang di atas udara; surga seluas bumi dan langit; perumpamaan-Live yang nampak "remeh temeh" seperti penciptaan lalat dan nyamuk. Serta lain sebagainya yang akan menjadi kajian khusus buku ini. (Lihat: Daftar Isi).

    Sosiologi PerumpamaanLive di Dalam Alquran
    AlQuran sebagai pedoman hidup dan sumber petunjuk telah meliputi semua objek perumpamaan dan ibarat, agar supaya manusia mudah memahami hidayah AlQuran, mengerti tujuan hidup dan mengenal alam semesta disekitarnya. Dan sekaligus menjadi bukti autentik atas kebenaran dan mukjizat AlQuran. Allah berfirma:

    وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
    Terjemah Arti: "dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS: 59: 21); 


    وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٢٧)
    Terjemah Arti: "Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam al-Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran” (QS: 39: 27). 
    Kalimat (المثل)al-Matsal” atau perumpamaan pada ayat di atas, menurut beberapa kamus bahasa Arab populer seperti “Lisanul Arab” mengartikannya kepada berbagai macam definisi berbeda-beda: serupa, sejenis, ibarat dan segala sesuatu yang dijadikan konversi (perbandingan) setara bagi sesuatu yang lain, dan lain sebagainya. Menurut al-Fairuz Abadi, “al-Mitslu”: yaitu “as-syibhu” (serupa), plural “amtsaal”... Kemudian disimpulkan oleh Ibn Faris: Bahwa semua pengertian-pengertian itu kembali kepada satu definisi, yaitu perbandingan atau perumpamaan.

    Nabi Muhammad SAW menjelaskan pentingnya perumpamaan al-Quran, dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Abu Hurairah ra, nabi bersabda: “Sesungguhnya al-Quran itu diturunkan atas lima dimensi: Halal – haram – muhkam – mutasyabih – perumpamaan; maka realisasikanlah yang halal, tinggalkan yang haram, ikuti petunjuk ayat muhkam, percaya kepada yang mutasyabih, dan renungkanlah segala perumpamaan-perumpamaan al-Quran”.

    Ibn Qayyim al-Jouzi (w. 751 H) menegaskan: Bahwa Allah dan rasul-Nya telah membuat perumpamaan-perumpamaan kepada umat manusia untuk mendekatkan kepada sasaran, menjelaskan definisi dan menyambungkannya ke otak para pendengar, serta merefleksikannya ke dalam jiwanya dengan media perumpamaan langsung yang digambarkannya. Dengan demikian dapat mendekatkan kepada logika dan pemahaman, mengaktualisasikan kepadaya dengan mendatangkan bandingannya, karena jiwa manusia lebih peka dengan perbandingan dan penyerupaan, sebaliknya akan bingung kalang kabut kepada sesuatu yang aneh, ganjil dan tanpa ada bandingan.

    Maka dengan adanya perumpamaan dapat membuat jiwa jadi tenteram, cepat menerka arti hukum dan merefleksikannya dengan apa yang telah dicontohkannya, ini adalah hal sangat lumrah tidak seorangpun dapat mengingkarinya. Setiap perumpamaan menjadikan definisi lebih terang dan jelas, oleh karena itu perumpamaan adalah penjelasan arti yang dimaksudkan, yaitu merupakan keistimewaan akal dan spesialisasinya. (Lihat: A’laamul Muwaqqi’in: 1/291).

    Sedangkan az-Zarkasyi mengomentari: “Allah membuat perumpamaan dalam al-Quran untuk menjelaskan maksud yang tidak nampak, karena tujuan dari pada perumpamaan adalah memberikan gambaran langsung yang tersembunyi dengan visual live multi-dimensi, begitu juga bukti-bukti autentik bagi yang gaib...” (Lihat: al-Burhan fi Ulumil Quran: 1/488).


    KAJIAN SELANJUTNYA : 
    KAJIAN SEBELUMNYA ;
    (I) Daftar Isi

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Salam!