Kamis, September 04, 2014

LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH:

SAHABAT AUF BIN MALIK TUNDUK KEPADA TAKDIR
By: Med HATTA
SUATU hari Auf bin Malik datang kepada rasulullah SAW menanyakan kabar putranya: Wahai rasulullah! Sesungguhnya putraku Malik tlah ikut ke medan perang - ‪#fisabilillah‬ - bersamamu dan para pasukanmu sudah kembali semua kecuali Malik saja yang belum muncul, apa yang harus saya lakukan? Rasulullah bersabda: (Hendaklah kamu dan istrimu memperbanyak baca:
"LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH". (Tiada ‪#upaya‬ dan ‪#daya‬ kecuali hanya (upaya dan daya) Allah).
 
 


Lalu Auf pulang ke istrinya yang sedang menangisi nasib putra tunggal mereka. Apa solusi yang diberikan rasulullah wahai Auf? (tanya sang istiri). Maka Auf pun menyampaikan pesan rasulullah SAW agar dia dan istrinya memperbanyak baca "LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH". Dan perempuan mukmin yang sabar itu mengucapkan: sungguh benar sabda rasulullah SAW itu.

Maka kedua suami-istri itu pun duduk berzikir kepada Allah dan larut membaca "LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH" sepanjang malam.
Ketika datang fajar, tiba-tiba keduanya mendengar suara ketukan pintu dari depan rumah meraka kemudian Auf segera menghampiri pintu dan membukanya. Dan, ‪#Subhanallah‬, betapa riang hati Auf ternyata di depan pintu telah berdiri putra tunggalnya membawa potongan daging kambing hasil rampasan perang.


Auf dan istrinya bersujud syukur atas keselamatan putra tunggal mereka itu dari amukan perang fi sabilillah melawan kaum musyrikin.

Selanjutnya Malik menceritakan kepada kedua orang tuanya tercinta tentang peristiwa ajaib yang baru saja di alaminya, ia mengatakan bahwa dirinya ditawan oleh musuh dengan memborgol kedua tangan dan kedua kakinya dengan rantai besi yang amat ketat dan berat di kedua kaki dan tangannya.

Kemudian ditengah malam - ketika musuh sudah terlelap dalam tidur - ia berusaha keras ingin kabur tetapi ia tidak sanggup karena ketat sekali borgolan besi tersebut. Namun, tiba-tiba saja borgol besi itu dirasakan olehnya kendor sedikit demi sedikit sehingga dia bisa membebaskan kedua tangan dan kakinya lalu iapun kabur dari tawanan musuh.

Auf bertanya: wahai putraku: bukankan jarak kita dengan lokasi musuh itu amat jauh, bagaimana mungkin kamu bisa menempuhnya sampai di mari hanya semalam saja?

Malik menjelaskan bahwa setelah berhasil membebaskan dirinya ia merasa ada malaikat yang membawanya terbang sehingga perjalanan terasa singkat hingga sampai ke rumahnya sekarang.

Keesokan harinya Auf pergi menemui rasulullah SAW sekaligus ingin memberitahukan kedatangan putranya, namun sebelum mengucapkan sepatah kata dari mulutnya rasulullah SAW sudah mendahuluinya dan bersabda: (Berbahagialah engkau wahai Auf sesungguhnya Allah telah menurunkan Ayat Al Quran tentang dirimu". Lalu rasulullah SAW membacakan ayat yang baru diterimanya dari Allah tadi malam. Allah berfirman:

"MAN YATTAQILLAHA YAJE'ALLAHU MAKHRAJAN WA YARZUQHU MIN HAITSU LAA YAHTASIB,,, "

Artinya: (Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya (Allah) menjadikan baginya jalan keluar (solusi yang baik), dan diberikan rezki kepadanya (dari berbagai arah) yang tidak disangka-sangka,,,).

Oleh karena itu, hendaklah kita memperbanyak baca "LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH", sebab nabi bersabda bahwa: ayat ini adalah bejana (rezki) yang tersimpan di bawah singgasana kebesaran Allah yang maha pengasih, dan obat dari 99 penyakit yang paling ringan adalah mengobati stress.

Di jaman sekarang masyarakat global benar-benar telah dilanda penyakit jaman disebut stress itu dan berbagai bencana tlah silih berganti menimpa umat, sedang kita amat jauh dari membaca, merenungkan dan mengamalkan ayat penangkal dari Allah:
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!