Selasa, September 18, 2018

LEGENDA SERIGALA BUNTUNG!

Hikmah dari Serigala Buntung
By: Med Hatta
Suatu hari, seekor Serigala senior terjatuh masuk ke dalam retakan batu besar yang menganga ditengah gurun nan tandus dan sepi, ia berusaha keras untuk keluar dari liang batu itu tapi apa daya justru tubuhnya semakin terjepit kuat,  sehingga ia pasrah… dan tidak kuasa menyelamatkan diri…

Nyaris saja ia merenggang nyawanya serta berkubur di dalam onggokan batu-batu raksasa tersebut kalau tidak secara tiba-tiba datang badai gurun yang menggeser batu besar yang menghimpit seluruh tubuhnya dan menyelamatkannya…

Meski serigala senior telah selamat dari maut besar, tetapi ia terpaksa harus merelakan ekor kebanggaannya teramputasi dan menjadi seekor serigala “buntung”…

Akibat dari peristiwa naas itu, serigala senior terpaksa harus lebih banyak mengasingkan diri, ia minder dan merasa tidak PD bertemu dengan kawanannya dalam keadaan “cacat buntung”… Hatta suatu hari ia kedapatan oleh seekor serigala yang lain dan bertanya: “Mengapa engkau memotong ekormu …?”

Akhirnya, ia berkata padanya: “Aku merasa sangat bahagia dan seakan-akan diriku play melayang-layang di atas angkasa,,, sungguh enak sekali rasanya…”

Maka serigala bodoh yang terakhir itu memotong pula ekornya,,, setelah merasa kesakitan dan tidak merasa play seperti cerita serigala senior, ia langsung protes,,, “wahai kawan! Mengapa engkau berbohong padaku…?”

Lalu, serigala senior memegang kepala kawannya dan berkata: “jika serigala-serigala yang lain mengetahui rasa sakit yang engkau alami itu maka mereka tidak akan memotong ekornya, serta mereka akan mengolok-olok kita,,, kamu mau?”.

Dan semenjak itu mereka berdua mulai men-viralkan trand baru “Serigala Ekor Buntung”. Sehingga, tidak butuh waktu lama, hampir semua bahkan mayoritas anggota kawanan serigala sudah berekor buntung, dan jika menemukan serigala yang berekor panjang mereka akan mengolok-olok serta mempersekusinya.

Hikmah:
* Jika keburukan sedah merajalela maka manusia akan mencela orang-orang baik dengan kebaikannya, dan dijadikan olok-olokan bagi orang-orang bodoh”
* “Masyarakat yang rusak apabila tidak menemukan pada orang-orang baik sebuah cela/tuduhan,,, niscaya mereka akan mempersekusinya dengan nilai kebaikan yang ia perjuangkan”.
Wallahu A’lam!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!