Selasa, Oktober 23, 2018

MERIAM PEREMPUAN PALESTINA MEMBUNUH 70 YAHUDI


SEORANG perempuan Palestina yang sangat cantik, sebut saja Meriam, menikah dengan putra pamannya Abdellah. Malam pertama mereka lalui dengan full ibadah, dan pada malam-malam berikutnya setiap Abdellah masuk ke dalam kamar selalu menemukan Meriam khusyu' beribadah, membaca Alquran dan qiyamul lail...


Abdellah tentu saja sudah mulai gelisah, hingga tiba malam jumat pertama dari hari pernikahan mereka, Abdellah tidak sabaran lagi ia menunggu Meriam istrinya selesai shalat dan sebelum melanjutkan mengajinya, Abdellah langsung mengajaknya mengobrol sebentar...

Hmmm,,, oya, Meriam sayangku, kata Abdellah memulai obrolan : "Tadi siang aku sudah bertanya pada pak imam besar Beliau memberikan FATWA bahwa bersenda gurau saja bersama suami pahalanya sangat besar lho,,, lebih tinggi dari beratus ratus rakaat shalat sunnah,,, apa saja yang kita lakukan dalam hubungan suami istri bernilai ibadah...

Bahkan (lanjut Abdellah), melakukan hubungan intim atau BERCINTA (ML) antara suami istri itu pahalanya sama dengan membunuh 70 orang yahudi..." Itu kata pak Imam besar tadi lho,,, tutup Abdellah sambil menanti respon dari Meriam...

LALU, tanpa disangka,,, tiba tiba saja Meriam, dengan semangat 45, berseru,,,, "hancurkan Israil,,,, ganyang Amerika,,, bunuh orang orang yahudi.. Inilah cita cita hidupku dari kecil ... Ia meletakkan Mashaf membuka mukenanya,,,, dan,,,, bag mujahidah besar kehausan darah yahudi ia langsung melompat naik ke atas ranjang jihad....

Menyaksikan itu, Abdellah menjadi bengong sendiri,,, hingga Meriam meneriakinya,,,, ayolah, Abdellah,,, mari kita berjihad fi sabillah,,,, jangan menjadi pengecut,,,, orang orang yahudi itu telah memperkosa negeri kita tercinta....."

Tanpa menunggu aba-aba lagi,,, bagai seorang patriot yang gagah berani,,,, Abdellah langsung melompat ke medan tempur menyusul Meriam,,, dan hanya beberapa gerak saja,,,, dengan gaya seni bertempur yang sangat indah memukau,,,, hanya beberapa gerakan,,,, dan dalam seketika mereka telah membunuh serta menerkaparkan 70 yahudi di tempat...

Meski pada awal pertempuran Meriam sempat cidera kecil mengeluarkan darah segar akibat sebuah tusukan yang tepat bersarang di bawah perutnya, tetapi justru memacu semangat suaminya Abdellah menjadi semakin ganas memukul yahudi dengan pedangnya yang sudah dijaganya dengan syariat Islam yang lurus...

Tidak puas dengan hasil pertempuran pertama,,,, meski luka bekas tusukan masih terasa nyeri,,, Meriam semakin bersemangat,,, ia memaksa Abdellah untuk terus menyerang yahudi,,, dan dalam satu malam jumat itu saja mereka berhasil membunuh sebanyak 210 yahudi,,,, dan pada pagi harinya lutut Abdellah terasa kaku badan jadi pegal-pegal,,,, tetapi ia memaksakan diri bangun cepat untuk pergi kerja....

Pada malam berikutnya Meriam sudah mempersiapkan dirinya,,,menata kembali medan perang dengan cantik harum,,, tetapi malam itu Abdellah pulang agak terlambat sehingga ia sedikit geram,,,, Dan begitu Abdellah masuk ke dalam kamar Meriam langsung murka: "Wahai musuh Allah,,, yahudi semakin merajalela dengan begitu bebas membuat kerusakan di negeri ini,,,, sedangkan kamu tidak berbuat apa-apa,,, kamu mau dijajah terus oleh musuh-musuh Allah itu ???" ...

Abdellah tidak ada pilihan,,, walaupun masih merasa capek dari pertempuran malam pertama dan pekerjaan kantor,,, tetapi melihat semangat istrinya Meriam yang semakin berkobar dan jiwa jihadnya bergelora apalagi ia menyaksikan sendiri perjuangan Meriam yang sempat mengeluarkan darah kehormatan pada malam pertama tersebut,,, ia menyambut semangat istrinya tercinta...

Walaupun belum makan malam,,, ia hanya meminta waktu mandi alakadarnya dan keluar mengangkat bendera perang,,, maka dengan sekelabat mata terjadilah pertempuran yang hebat,,, namun malam itu Abdellah hanya mampu berkolaborasi dahsyat bersama istrinya membunuh 70 yahudi saja,,, selanjutnya ia terkapar lemas tidur di atas perutnya sendiri ngos-ngosan...

Wahai Abdellah (seru Meriam),,, mengapakah engkau wahai pejuang arab,,, bukankah kita sepakat ingin membunuh yahudi sebanyak-banyaknya membalas perlakuan leluhur bapak yahudi terhadap leluhur bapak arab kita,,,? Kata Abdellah: "Wahai istriku Meriam,,, persetan dengan leluhur bapak arabmu,,, persetan dengan leluhur bapak yahudi,,,
Ketahuilah (lanjut Abdellah: masih ngos-ngosan),,, leluhur kita seluruh bangsa arab saja TIDAK kuasa memusnahkan yahudi apatalagi diriku Abdellah seorang diri,,, engkau hanys ingin aku bunuh diri,,,," 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!