Rabu, November 07, 2012

MEMBERKATI BUMI DENGAN SARANA KENYAMANAN:

Serial Tafsir Alquran Lauhul Mahfudz (07)
Menyambut Tahun Baru Hijriah 01 Muharram 1434 H/ Nop. 2012 M. 
ِِAllah Memberkahi Bumi :
Oleh: Med Hatta 
Pemberkahan Allah atas Bumi
Kalimat “baaraka” (memberkahi) pada ayat kajian; dari kata dasar bahasa Arab “al-barakatu” (berkah atau kebaikan), yaitu tercurahnya kebaikan Allah pada sesuatu berupa pertumbuhan dan perkembangannya tanpa ada sebab tertentu yang diperhitungkan. Dan orang Arab juga sering menyebutkan “al-mubarak” (melimpahkan kebaikan), yaitu tersalur kebaikan Allah padanya. Maka sering kali kebaikan Allah itu timbul dari sisi-sisi yang tidak dirasakan, dan dalam bentuk yang tidak terduga serta tidak diusahakan.


Oleh karena itu sering dikatakan bahwa segala sesuatu yang kita saksikan selalu bertambah tanpa terasa maka itu adalah berkah, dan padanya terdapat keberkahan. Maka jika dikatakan “baaraka” (memberkahi) seperti pada konteks ayat kajian di atas, berarti Dia memberikan kebaikan tanpa diminta, misalanya dalam ungkapan sehari-hari yang kita sering ucapkan: Allah memberkahi kamu, Dia memberkahi padamu, Dia memberkahi atasmu dan Dia memberkahimu; yaitu Dia memberikan kebaikan-Nya kepadamu.

Limpahan Berkah dan Kebaikan Allah Yang Menyeluruh Di Bumi:
Allah berfirman:  
وَبَارَكَ فِيهَا
Terjemah Arti: “Dia memberkahinya” (QS. Fusshilat: 10); 

Alquran banyak sekali memaparkan tentang berkah dan kebaikan-kebaikan Allah di bumi yang tidak dirasakan oleh manusia, tetapi itu sangat penting untuk kelestarian bumi dan keberlangsungan hidup makhluk-makhluk termasuk manusia di atasnya, seperti:
PEREDARAN BUMI PADA POROSNYA:
Ayat-ayat Alquran yang menegaskan karakter peredaran bumi pada porosnya ini banyak sekali dalam berbagai macam redaksinya yang berbeda-beda. Oleh karena Pengetahuan Allah menyeluruh tanpa batas, maka Dia tidak menyebutkan istilah- istilah seperti; bumi bundar, berputar pada porosnya, beredar mengelilingi matahari dan lain sebagainya secara langsung. Karena hal-hal seperti itu tidak lumrah dan pasti akan ditolak oleh akal sederhana orang Arab pada masa-masa penurunan wahyu saat itu, dimana akan berdampak buruk terhadap dakwah Islam pada tahap permulaannya. 

Kita tidak usah terlalu jauh melihat kebelakang, pada abad-abad pertengahan lalu saja pihak gereja Yunani banyak sekali menyiksa bahkan membunuh para ilmuan-ilmuan mereka seperti Galileo, Copernicus dan lain sebagainya itu karena pendapat mereka bertentangan dengan gereja pada saat itu, mengatakan bahwa: “Bumi ini bukanlah pusat dari alam semesta tetapi hanya merupakan sebuah planet kecil dari milyaran benda-benda langit lainnya yang beredar mengelilingi sebuah sistem yang lebih besar...” 

Maka – atas ilmu-Nya – Allah menggantikan penyebutan-penyebutan tersebut dengan istilah- istilah indah yang sangat logis, untuk memberikan kesempatan kepada mereka membuka nalar dan mempergunakan akal sehatnya memikirkan ciptaan-ciptaan Allah yang nampak pada fenomena-fenomena yang dapat dilihat dan dirasakannya, dengan demikian dakwah baru Islam akan mudah meresap ke dalam sanubari mereka. 

Kelompok ayat-ayat yang akan disebutkan di sini secara otomatis langsung diurutkan di bawah kelompok ayat-ayat “penciptaan langit dan bumi” sebelumnya, sebagai kelompok ayat-ayat Alquran tertua dalam kajian kita ini. Dan jika ada tema-tema tertentu dari ayat-ayat yang telah disebutkan berulang lagi di sini, maka tema-temanya akan dikaji tanpa harus menuliskan lagi ayat-ayatnya secara utuh, tetapi cukup menyebutkan nomor surah dan ayatnya saja, demi menghindari terlalu banyak pengulangan. Adapun istilah- istilah Alquran yang mengisyaratkan peredaran bumi pada porosnya, sebagai berikut:
  • Silih Bergantinya Malam dan Siang:
Allah Berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (١٦٤)
Terjemah Arti: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (QS. Al-Baqarah: 164); 

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ (١٩٠)
Terjemah Arti: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Ali Imran: 190); 

إِنَّ فِي اخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ (٦)
Terjemah Arti: “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa” (QS. Yunus: 6); 

وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٨٠)
Terjemah Arti: “dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia-lah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya” (QS. Al-Mu'minun: 80); 

وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٥)
Terjemah Arti: “dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal” (QS. Al-Jatsiyah: 5).... (BERSAMBUNG) !!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!