Jumat, Februari 05, 2016

UWAIS AL QARNI: SANG WALI YANG MENGGEMPARKAN LANGIT

Uwais Al Qarni
(Wali Allah yang populer di langit, tidak dikenal di bumi)
Dahulu pada awal-awal penyebaran Islam di Jazirah Arabia, tersebutlah seorang pemuda yang shaleh, taat dan sangat berbakti kepada ibunya. Ia lahir bernama Uwais Al Qarni, hidup pada masa setelah nabi Muhammad SAW wafat. Namun di dalam sebuah hadits dari Bukhari dan Muslim (secara menakjubkan) nabi SAW pernah bercerita tentang kisah pemuda Uwais Al Qarni kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib tanpa pernah bertemu dengannya, dan nabi berpesan kepada mereka (Umar dan Ali), bersabda: "Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (kepada Allah SWT) untukmu, maka lakukanlah!”.



Uwais Al Qarni bukanlah seorang tokoh populer di tengah masyarakat Arabia masa itu, tetapi sepak terjangnya telah membuat heboh para malaikat di langit. Berita tentang kesohorannya di langit  tersebut telah sampai kepada nabi Muhammad SAW sebelum Uwais Al Qarni sendiri terlahir di bumi.  Ia dilahirkan di Yaman pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, hidup berdua dengan ibunya yang sudah tua renta, lumpuh dan buta. Ayahnya sudah lama meninggal. Pemuda ini dikenal sangat pada ibunya. Apa yang menjadi pinta ibunya, ia pasti akan segera melaksanakannya. Termasuk saat ibunya meminta naik haji.
Oleh karena Uwais Al Qarni terlahir sebagai pemuda yatim, miskin dan menderita penyakit sopak lagi, maka saat ibunya meminta naik haji pikirannya menjadi galau, karena untuk naik haji membutuhkan perbekalan dan kendaraan, sedangkan unta saja mereka tidak punya. Namun Uwais Al Qarni tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka ia pun mencari cara untuk mengabulkan permintaan ibunya. Lalu muncullah ide yang aneh; Uwais Al Qarni membuatkan sebuah kandang di puncak bukit untuk seekor anak lembu miliknya. Maka demi memberi makan dan mengembalikan lembu ke kandang, Uwais Al Qarni harus menggendong lembu itu naik-turun bukit. Hal itu dilakukannya setiap hari selama delapan bulan.
Saat musim haji tiba, lembunya telah berbobot 100 kg, dan tubuh Uwais Al Qarni sendiri pun menjadi lebih berotot dan lebih kuat akibat latihannya menggendong lembu naik-turun bukit setiap harinya selama delapan bulan. Ternyata latihan itu bertujuan untuk melatih tubuhnya untuk mampu menggendong ibunya selama melakukan perjalanan jauh. Kemudian berangkatlah Uwais Al Qarni dan ibunya untuk menunaikan ibadah haji. Uwais Al Qarni menggendong ibunya yang tua renta itu sambil berjalan kaki selama perjalanan dari Yaman menuju Mekkah, melewati padang pasir yang tandus dan panas.
Di tanah suci Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. Namun, lagi-lagi Uwais berdoa hanya untuk ibunya saja: "Ya Allah, ampuni semua dosa ibuku”. Lalu, "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari Ibu yang akan membawa aku ke surga." Subhanallah, itulah rupanya keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya, dan itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais. Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan:
"Di zaman kalian nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul, pergilah mencarinya. Ia akan muncul dari arah Yaman. Jika kalian berjumpa dengannya minta tolong dia berdoa untuk kalian berdua; Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim). END!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!