Rabu, Februari 14, 2018

SURPRISE DARI KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB DAN NYONYA

SUATU malam Khalifah Umar bin Khattab ra – sebagaimana kebiasaannya – berjalan mengelilingi kota Madinah untuk mengetahui keadaan rakyatnya. Pada salah satu pojok kota matanya tertuju pada sebuah tenda yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Maka Umar pun penasaran mendekati tenda tersebut dan senyap-senyap ia mendengarkan suara rintihan, lalu Umar memanggil penghuni tenda. 

Kemudian keluarlah seorang lelaki dan Umar menanyainya:


  • Umar: Siapakah anda?
  • Lelaki: Aku adalah seorang warga dari sebuah desa terpencil, kami mengalami kesulitan hidup di kampung maka aku membawa keluargaku dimari mengharap belas kasih Umar, karena kami mengetahui bahwa Umar adalah pemimpin yang sangat memperhatikan rakyatnya.
  • Umar: Mengapa aku mendengarkan ada suara rintihan di dalam tenda?
  • Lelaki: Itu adalah suara rintihan isteriku menahan rasa sakit ingin melahirkan.
  • Umar: Adakah orang yang menjaganya dan membantu persalinannya?
  • Lelaki: Tidak ada! kami hanya berdua saja di tenda ini.
  • Umar: Apakah kamu menyiapkan sesuatu untuk memberinya makan?
  • Lelaki: Tidak ada,,,
  • Umar: Kalau begitu, tunggulah! Aku akan pergi mengambilkan nafkah untuk kalian dan mendatangkan seseorang yang akan membantu persalinannya isterimu.


LALU, pulanglah Umur bin Khattab ke rumahnya dan mendapati isterinya Ummu Kaltsum binti Ali bin Abu Thalib ra dan menggodanya mengatakan: “Wahai putri dari dua orang yang mulia (demikianlah panggilan kemesraan Umar pada isterinya), masih adakah sesuatu bekal yang engkau sisikan di rumah? Isterinya menjawab: Iya, masih ada! Tetapi untuk apa?

Umar menjelaskan kepada isterinya bahwa dirinya baru saja menemukan seorang ibu miskin sedang berjuang untuk melahirkan di pojok kota. Kalau demikian, mengapa engkau diam saja, kata istri Umar,,, ayolah antar aku kesana untuk membantu persalinannya sekarang! Ya, tentu saja kita akan segera pergi membantunya wahai putri dari dua orang yang mulia, balas Umar sambil menggoda isterinya…

Mereka berdua bergegas,,, Ummu Kaltsum membawa persiapan persalinan, sedangkan Umar membawa bahan-bahan makanan dan keperluan dapur untuk mereka masak-masak. Sesampai di tenda Ummu Kaltsum langsung menyelinap ke bawah tenda membantu proses persalinan ibu miskin itu, Umar dan lelaki desa menunggu di luar tenda sambil memasak untuk mereka makan. Beberapa saat kemudian Ummu Kaltsum berteriak kegirangan:

“Wahai Amirul Mukminin, bilang pada lelaki itu kalau ia telah dikeruniakan oleh Allah seorang anak lelaki dan isterinya baik-baik saja”!

Ketika mendengar terikan memanggil sebutan Amirul Mukminin, lelaki itu langsung tersentak kaget dan takjub,,, ia sama sekali tidak menyangka bahwa yang duduk bersamanya sedari tadi itu adalah Umar bin Khattab. Dan Umar tersenyum-senyum saja lalu menyalami lelaki itu sambil memperkenalkan dirinya. Aku adalah Umar bin Khattab dan yang membantu persalinan isterimu di dalam tenda itu adalah Ummu Kaltsum binti Ali bin Abu Thalib…

Sontak saja lelaki itu menangis, terharu, dan sangat bahagia sambil mengualang-ulang perkataan: Keluarga Rasul telah membantu persalinan isteriku? Amirul Mukminin telah memasak untukku dan isteriku?

Selanjutnya Umar menenangkan lelaki itu dan memberikannya nafkah bekal, mengatakan: Ambilah ini dulu, nanti aku akan berikan lagi tambahan nafkah dari rumah…

INI adalah bagian dari sisi kepemurahan Umar bin Khattab yang diteladaninya dari Rasullah SAW,,, Kemulian Umar bukan hanya karena shalatnya, puasaanya, tahajjudnya, bahkan bukan karena invansinya membuka wilayah-wilayah baru islam saja, tetapi lebih dari iti ia adalah seorang yang rendah hati, penuh kasih sayang, lembut, bersahabat, menegakkan keadilan di muka bumi, dan lebih suka mengintrospeksi dirinya sendiri sebelum diintrospeksi oleh Allah di akhirat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!