Selasa, Desember 29, 2020

JANGAN MENYESALI TAHUN 2020 !

Renungan Jelang Akhir Tahun 2020 :
By: My Buku Kuning
BERKENAAN dengan akan berakhirnya tahun 2020 dan memasuki tahun Baru 2021 Masehi, orang-orang menggantungkan semua harapan-harapan di dalam hatinya pada tahun yang akan datang ini semoga menjadi tahun kebahagian, membawa berkah dan keberuntungan bagi mereka,,, dan tidak sedikit menyesali tahun yang sebentar lagi habis ini...

Mereka menulis dan menyebarkan harapan-harapannya tersebut melalu akun pribadinya di media-media sosial untuk berbagi kepada orang lain, serta berdo'a bersama-sama agar tercapai harapan-harapan mereka tersebut...

Ada juga yang terkadang berlebihan "menyumpah-nyumpah" tahun 2020 seakan-akan tahun itulah yang bertanggung jawab mengatur takdirnya,,,, dan menaruh harapan yang banyak pada tahun 2021 seperti kalau dialah yang akan memberikan segala harapannya...

Saudaraku! Allah-lah Penguasa dunia dan alam semesta ini,,, Dia yang mengatur semuanya di dalamnya,,, dan segala sesuatu telah ditentukan-Nya sesuai kadarnya... Tahun 2020 dan 2021 hanyalah angka-angka yang menunjukkan hitungan waktu belaka, maka janganlah menyesali apalagi menyumpahi waktu karena sama halnya "menggugat" Allah, Na'udzu Billah...! 

Dalam sebuah hadits Qudsi diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra, Nabi SAW bersabda: "Allah - 'Azza wa Jalla - berfirman: "Menyakitkan anak cucu Adam menyumpahi waktu, padahal Aku adalah Waktu segala urusan berada di tangan-Ku, Aku membalikkan malam dan siang". (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka songsong lah hari-harimu - bukan sebagai tahun baru atau simbol-simbol lain - dengan penuh optimisme dan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT, sebagaimana seekor burung yang terbang pagi-pagi dengan perut keroncongan dan pulang bersiul pada sore haru dengan perut kenyang...

Yang benar, jadikanlah tahun mati dan tahun baru sebagai media evaluasi dan renungan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT demi meraih ridha-Nya serta mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat. Harapan-harapan itu adalah baik, tetapi berbaik sangka kepada Allah SWT (juga) adalah ibadah hati untuk pemenuhan segala harapan yang menentramkan jiwa. Allah berfirman :

فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ
Terjemah Arti: "Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?" (QS. As-Shaffat: 87).

Kata Ibnu Mas'ud ra menafsirkan ayat di atas: Aku berani bersumpah demi Allah bahwa tiada seorang hamba pun yang berbaik sangka kepada Allah, kecuali Allah akan memberikan apa-apa yang disangkakannya (harapannya). Karena karunia semuanya ada di tangan Allah.

Alkisah! Dahulu ada seorang Waliyullah di kota Bashra (Irak: sekarang), yang oleh masyarakat dianggap sebagai orang gila karena setiap hari berkeliling di pasar sambil berteriak-teriak "aku seorang penghuni surga". Lalu datang seorang ulama Bashra bertanya padanya: Wahai hamba Allah, apakah kamu yakin akan masuk surga...!!!

Kata Waliyullah: Demi Allah, aku tidak pernah meragukan akan hal itu sedikit pun, bahkan aku bisa memastikan bahwa aku akan berjalan-jalan di taman-taman surga, meminum dari telaga-telaganya, bernaung di bawah pepohonannya, memakan buah-buahannya, dan akan beristirahat di dalam kamar dan istana-istananya...

Ditanya lagi: adakah suatu kebaikan yang istimewa yang telah kamu persembahkan, atau adakah amalan tertentu yang telah kamu perbuat? Waliyullah menjawab: Menurutmu, masih adakah kebaikan yang lebih tinggi, mulia dan lebih besar pahalanya daripada keimanan ku kepada Allah, dan keingkaranku terhadap semua sesembahan selain Allah SWT... !!!

Kembali ulama bertanya (lagi) padanya: Apakah kamu tidak takut berdosa? Waliyullah - dengan tegas - menjawab: Allah telah menciptakan "Istighfar" untuk pelebur dosa, "Rahmat" untuk menghapus kesalahan, "pengampunan" untuk rehabilitas kejahatan, dan Allah Maha Mulia dari menyiksa kekasih-Nya di dalam neraka ! 

Kemudian ulama Bashra mengatakan kepada warga: Saksikan, dia bukan orang gila tapi dia seorang hamba Allah yang telah sampai pada tingkat "berbaik sangka" yang tinggi terhadap Tuhannya. Dan, tidak lama setelah itu, Waliyullah tersenyum sambil mengucapkan dua kalimat syahadat dan menghembuskan nafasnya yang terakhir di tengah-tengah kerumunan orang-orang di dalam pasar Bashrah.
Maka benar firman Allah:

فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ
Terjemah Arti: "Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?" (QS. As-Shaffat: 87).

اللهمّ إنّا نظن بك: غفراناً، وعفواً، وتوفيقاً، ونصراً، وثباتاً، وتيسيراً، وسعـادةً، ورزقاً، وشفاءً، وحسنَ خاتمةٍ، وتوبةً نصوحاً، وعتقاً من النار.
فهْب لنا مزيداً من فضلكَ يا واسِـع الفضل والعطاء.
اللهمّ صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!