Sabtu, Juni 12, 2021

FOKUS KUNCI KESUKSESAN :

Gajah atau Fokus ! 

By: Med Hatta 


SUATU hari, seperti biasanya Imam Malik bin Anas (711 - 795 M), duduk di Majelis pengajiannya di dalam Masjid Nabawi di kota Madinah, dikelilingi oleh puluhan santri multi bangsa dari berbagai negara-negara Islam belajar riwayat-riwayat hadits Rasulullah SAW kepadanya. Lagi seru-serunya pengajian tiba-tiba ada seseorang yang berteriak dari luar masjid, mengatakan: Subhanallah... Ya Allah... Lihatlah... ! ada gajah besar yang datang ke Madinah...!!!


Melihat dari ekspresi ketakjuban orang itu, dapat dimaklumi bahwa pada saat itu memang - mungkin - orang Madinah dan orang-orang Arab pada umumnya sudah sering mendengarkan nama gajah tapi mereka belum pernah melihat bentuk fisik binatang gajah yang sesungguhnya, karena Madinah bukan-lah habitat binatang gajah. Maka - tak heran - begitu mendengar ada seekor gajah datang ke negerinya mereka pun langsung berhamburan keluar ingin menyaksikan bentuk seekor gajah secara langsung. Dan termasuk santri-santri yang belajar bersama Imam Malik di dalam Masjid semuanya lari meninggalkan sang guru dan pelajarannya demi untuk melihat gajah itu...


Kecuali satu-satunya santri yang tidak ikut keluar bersama teman-temannya dan tetap bersama sang guru Imam Malik adalah Yahya Al-Laytsi. Ketika Imam Malik bertanya kepadanya: Mengapa kamu tidak ikut berlari,,,, apakah kamu tidak ingin melihat gajah juga...?! Yahya Al-Laytsi menjawab gurunya sebagaima ungkapannya yang populer : 


"Aku jauh-jauh dari negeri Andalusia (Spanyol) datang dimari hanya untuk melihat Imam Milik dan belajar padanya, bukan untuk melihat seekor gajah..."


F O K U S .......


Apa yang dikatakan oleh Yahya Al-Laytsi di atas adalah sebenarnya ungkapan sederhana dari satu prinsif luhur disebu "Fokus" Dan Tentu ini bukan kebetulan, bahwa tak lebih dari sepuluh tahun kemudian, nama Yahya Al-Laytsi atau Abu Muhammad Yahya bin Yahya bin Katsir Al-Laytsi (769 - 848 M) sudah kesohor keseluruh dunia sebagai imam besar, mufti dan penasehat utama kerajaan Andalusia, pakar fiqhi Maliki terbesr, dan dicatat dalam sejarah sebagai orang yang pertama membawa Mazhab Maliki di bumi Andalusia dan negara-negara Barat Islam lainnya. 


Adapun teman-teman Yahya Al-Laytsi yang belajar bersamanya di majelis Imam Malik di Madinah, yaitu yang pergi melihat gajah waktu itu, tiada satupun di antaranya yang dapat dikenal dan dicatat di dalam sejarah. Karena mereka pada dasarnya tidak pernah memiliki "batasan/peta tujuan yang patent", alias tidak ada fokus.


Yahya Al-Laytsi meraih sukses karena ia fokus. Maka fokus dapat didefinisikan sebagai kemampuan konsentrasi pada tingkat kepekaan suatu objek tanpa menambahkan hal lainnya yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan kualitas konsentrasi itu. Pada saat berada dalam kondisi fokus maka kita telah menyingkirkan segala pengaruh yang mengganggu perhatian kita pada suatu subyek tertentu.


Dan, tak syak lagi bahwa fokus ini pula-lah yang mengantarkan tokoh-tokoh besar dunia - sepanjang masa - menuju ke singgasana-singgasana keseuksannya dari berbagai bidang. Dalam dunia enterpreneur pun Anda sebagai pebisnis harus fokus pada siapa diri Anda,,, fokus pada bisnis model yang sudah dirintis,,, dan fokus dengan perubahan-perubahan yang harus dijalani dalam bisnis..... 


Kegiatan dan perilaku fokus ini menjadi mahal hanya karena mudahnya Anda berpaling pada hal-hal lain yang gemerlap. Seringkali pula, ketidakfokusan menjadi sebuah penyeselan setelah sekian waktu berjalan dan tidak mengetahui arah tujuannya. Bettaufiq !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!