Kamis, Juni 17, 2021

IN MEMORIAM 23 TAHUN WAFATNYA SYEIKH MUHAMMAD METWALLY ASY-SYA'RAWI :

Legenda Penafsir Alqaran Era Modern
By: Med Hatta 

SEPERTI hari ini; 23 Tahun lalu, umat Islam seluruh dunia berduka cita dan kehilangan atas wafatnya pakar tafsir Alquran tersohor dunia zaman ini, imam para da'i, Syeikh MUHAMMAD METWALLY ASY-SYA'RAWI. Meninggal dunia di Cairo - Mesir pada tanggal 17 Juni 1998 (87 tahun).


Syeikh Metwally asy-Sya'rawi; ulama besar, Menteri Wakaf Republik Mesir (lalu), pakar tafsir Alquran tersohor dunia era modern, ia menafsirkan ayat-ayat Alquran dengan cara yang unik, menyederhanakan tafsir Alquran dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat, yang membuatnya mampu menjangkau segmen umat islam yang lebih luas di seluruh dunia. Ia digelar sebagai imam para da'i. Lahir di sebuah desa kecil disebut Daqadous, Mit Ghamr, Provensi Dakahlia - Mesir, pada tanggal 15 April 1911. 

Suatu saat - masa hidupnya - Syaikh Metawally Asy-Sya'rawi bercerita mengenang masa-masa kecilnya, mengatakan: “Aku di masa kecilku berbeda dari teman-teman seusiaku,,, aku diwaktu kanak-kanak lebih suka menyendiri dan merenung,,, disana, di desa kami Dakadous ada sebuah pohon sycamore yang masyhur di kampung itu,,, maka dibawah pohon itulah biasanya aku sering duduk menghabiskan waktuku,,, terkadang hanya memperhatikan kupu-kupu yang beterbangan di ladang dan melihat sunset kala matahari terbenam, serta membiasakan kedua tangan saya bekerja di ladang". 


Siapa sangka ternyata bukan saja masa kecil Muhammad Metawally Asy-Sya'rawi yang berbeda dengan yang lainnya, tapi seluruh hidupnya penuh dengan perbedaan dan surprise. Setelah bertahun-tahun menjalani hidupnya ia menjelma menjadi "Syeikh Asy-Sya'rawi" yang terkenal seantoro jagat dan Imam para da'i yang sangat disegani, ia penafsir Alquran yang paling populer di era modern. Di mana ia menafsirkan ayat-ayat Alquran dengan cara yang unik, ia biasa menyederhanakan tafsir Alquran dalam bahasa sehari-hari masyarakat, yang membuatnya mampu menjangkau segmen umat islam yang lebih luas di seluruh dunia...

Sebagai diketahui bahwa Syeikh Muhammad Metawally Asy-Sya'rawi memulai tafsirnya di dalam program televisi pada awal tahun 1980 M dengan memberi pengantar pengenalan tentang tafsir, kemudian melanjutkan dengan tafsir Surat Al-Fatihah sampai berakhir di akhir Surat Al-Mumtahinah dan masuk awal Surat Al-Saff. Dan, karena takdir ajalnya jua-lah yang membatasinya sehingga tidak sempat menafsirkan isi Alquan seluruhnya. Disebutkan bahwa ia memiliki rekaman audio yang berisi tafsir Juz Amma (Juz 30).

Ketika Syeikh Metwally Al-Sya'rawi menjelaskan metode pendekatannya terhadap tafsir, ia mengatakan: “Ungkapan-ungkapan saya tentang kitab suci Alquran tidak berarti penafsiran Alquran,,, melainkan, itu adalah pendapat saya murni,,, Itu muncul ke hati orang yang percaya pada ayat atau beberapa ayat... Bahkan jika Alquran dapat ditafsirkan maka adalah Rasulullah SAW akan menjadi orang yang pertama menafsirkannya. Karena kepadanya Alquran itu diturunkan, ia yang merespon dengan antusias, menyampaikan, memahami dan mengamalkan, serta kepadanya ditampakkan kemukjizatan-kemukjiztannya.... Namun, kenyataan bahwa Rasulullah SAW cukup menjelaskan kepada orang-orang sejauh mana kebutuhan ibadah mereka, dan menjelaskan kepada mereka hukum-hukum taklif di dalam Alquran. Yaitu "kerjakan atau jangan kerjakan". 


Satu (lagi) yang paling berbeda dan luar biasa dari Syeikh Metwally Al-Sya'rawi adalah sepanjang perjalanan ilmiyahnya ia hanya mengantongi ijazah "Licence" (strata satu/s1) saja, tetapi ia mampu menjadi guru besar diberbagai universitas ternama manca negara dan di Universitas Al-Azhar asy-Syarif di Cairo sendiri, dan berbagai jabatan penting pernah disandangnya, seperti: Menjadi dosen di Univ. Al-Azhar Tanta, Institut Alexanderia lalu Institut Zaghazik (semua di Mesir). 

Ditunjuk menjadi dosen luar biasa di Universitas King Abdel Aziz Jeddah - Saudi Arabia (1950); Direktur Institut Al-Azhar Tanta (1961); Kepala Lembaga Bahasa Arab Univ. Al-Azhar (1962); Kepala Kantor Grand Syeikh Al-Azhar, periode Syeikh Akbar Hassan Ma'mun (1964); Ketua Delegasi Utusan Al-Azhar di Aljazair (1964); dosen tamu di Univ. King Abdel Aziz di kota suci Makkah (1970). Dan ditunjuk menjadi Direktur Pasca Sarjana di Univ. King Abdel Aziz, Saudi Arabia (1972). 


Jabatan yang paling bergengsi pernah didudukinya adalah menjadi Menteri Wakaf dan Urusan Al-Azhar Asy-Syarif Mesir tahun 1976, kemudian terpilih menjadi anggota Parlemen negara Mesir tahun 1980, serta ditahun yang sama ditunjuk menjadi anggota Lembaga Riset Islam Organisasi Negara-Negara Islam Internasional (OKI). 

Syeikh Sya'rawi diketahui (juga) pernah beberapa kali ditawari menjadi Grand Syeik Al-Azhar Asy-Syarif, dan sering ditawarkan berbagai jabatan penting lainnya diberbagai negara-negara Islam tapi ia ditolak, karena alasan inging fokus berdakwah saja. 

Pernah suatu ketika ada seorang wartawan Mesir yang bertanya kepada Grand Syeikh Al-Azhar, Syeikhul Akbar Jad el-Haq Ali Jad el-Haq, mengatakan: Wahai - yang mulia - Grand Syeikh! Mengapa Universitas Al-Azhar tidak memberikan gelar "Doktor" kepada Syeikh Metwally asy-Sya'rawi? Kata Grand Syeikh Jad el-Hak: Siapakah di antara Masyayikh di negeri ini yang pantas menguji keilmuan Syeikh Muhammad Metawally asy-Sya'rawi !!! He he he 

P
رحمه الله الشيخ محمد متولي الشعراوي رحمة واسعة وأسكنه فسيح جناته والهم آله وذويه ومحبيه الصبر والسلوان !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!