Selasa, Agustus 17, 2021

KUNING CERAH MENCIPTAKAN NUANSA SPRITUAL MENENTRAMKAN JIWA :

*Serie: Inspirasi Nuansa Kehidupan Dari Warna-Warna Favorit Dalam AlQuran (04)

Warna Kuning Cemerlang Menyenangkan Hati

By: Med Hatta 

"Pada kajian sebelumnya (langsung) kita mengetahui bahwa semua ayat yang membawa nuansa warna kuning dalam AlQuran masing-masing memiliki indikasi yang berbeda-beda; dari menyenangkan hati, menyedihkan, kehancuran dan bahkan hingga menakutkan. Alasannya adalah tergantung pada efek nuansa warna yang disampaikan setiap ayat. Seperti kuning cemerlang, keemasan, kuning muda, coklat kekuningan, dan lain-lain. Dan warna kuning cerah pada surah Al-Baqarah dianggap sebagai warna yang paling favorit; ia mengilhami nuansa spritual, menentramkan jiwa, bahagia, energik dan optimis...!" 

*Baca: Versi Seluler 

Allah berfirman : 

قَالُوا۟ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوْنُهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَآءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ ٱلنَّٰظِرِينَ

Terjemah Arti: "Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya." Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning cemerlang warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya)." (QS. Al-Baqarah: 69);

Kata kunci dari ayat kajian ini adalah "Warna Kuning Cemerlang" (صفراء فاقع); kata tokoh tafsir Ath-Thusi (Al-Tibyaan fi Tafsir AlQuran), menukil dari Ibn Abbas: Bahwa yang dimaksud adalah sangat kekuningan. Dan Imam Ath-Thabathaba'i mengatakan: Yaitu kuning cerah, sangat kuning dalam kemurnian warnanya, nuansa kuningnya cerah dan murni. Kata Syeikh Wahab bin Munabbih: bahwa warna kuning pada sapi itu adalah seperti kalau sinar matahari memantul dari kulitnya, sehingga menyenangkan hati memandangnya, seperti itu juga dikatakan Ibnu Abbas, bahwa menyenangkan jiwa melihatnya. 

Sebagai diketahui bahwa warna kuning pada ayat kajian ini disertakan kata ("فاقع" = adalah warna yang kuat dan cemerlang), dan biasanya dicampurkan warna merah dan kuning. Karenanya, "warna kuning cemerlang" pada ayat menunjukkan bahwa warnanya sangat kuning, seperti warna emas yang berasal dari spektrum kuning, yang merupakan warna yang menarik dan mengilhami rasa gembira dan kebahagiaan, serta disebut sebagai simbol religius dan iman. 

Karenanya, dari ayat kajian ini kita sampai pada hukum umum tentang warna kuning, yaitu bahwa kuning mempengaruhi moral manusia secara negatif dan positif; seperti warna kuning menunjukkan pada kegembiraan dan kebahagian, serta ada nuansa warna kuning lainnya menunjukan pada kemalangan, kecemasan dan kesedihan. 

Adapun ayat kajian sangat jelas menunjukkan bahwa efek psikologis yang menimbulkan rasa bahagia itu adalah - murni - dari warna kuning cemerlang. Ini juga untuk menghindari spekulasi yang mengatakan bahwa - mungkin - yang menyenangkan dipandang itu adalah sapinya. Seandainya AlQuran - hanya - mengatan "sapi betina yang menyenangkan orang-orang yang memandangnya" saja, tidak menyebutkan warnanya sebagai ciri sapi yang disebut ayat, maka ada kemungkinan - memang - yang dimaksudkannya adalah pada sapi saja, seperti spekulasi di atas. Tetapi - di sini - Allah berfirman :  

إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَآءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ ٱلنَّٰظِرِينَ

Terjemah Arti: "Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya." Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning cemerlang warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya)."

Yaitu, isyaratnya sangat jelas menunjukkan bahwa yang menyenangkan hati memandangnya itu adalah pengaruh dari warna sapi yang kuning cemerlang, bukan hanya sapinya saja. 

Dari ayat kajian kita mendapatkan pencerahan bahwa AlQuran - sejak 14 abad lalu - telah mengisyaratkan bahwa efek warna kuning cemerlang mampu menimbulkan rasa kebahagiaan, dan menyebutkan hukum umum mengenai efek warna-warna lain. Ini - tentu - merupakan salah satu mukjizat sains dalam AlQuran, di mana merupakan hal yang baru dikenal oleh ilmuan modern pada abad-abad belakangan ini. 

Sedangkan dalam Islam hal itu telah menarik perhatian para tokoh tafsir sejak berabad-abad sebelumnya. Setelah AlQuran berbicara tentang warna, baru-lah para psikolog - belakangan - menemukan rincian sifat ini dalam warna kuning dan warna lainnya, sebagaimana akan dibahas pada kajian-kajian berikut. 

Warna kuning menurut pemerhati adalah dianggap sebagai warna hangat yang paling cerah dan paling memberi energi. Hal ini terkait dengan kebahagiaan dan sinar matahari. Kuning lembut biasanya digunakan sebagai warna netral gender untuk bayi (bukan biru atau merah muda) dan anak kecil. Kuning muda juga memberikan perasaan bahagia yang lebih tenang daripada kuning cerah. Kuning tua dan kuning emas terkadang terlihat antik dan digunakan dalam desain yang menginginkan kesan permanen.

Dalam berbagai atsar dari berbagai shahabat mulia diketahui bahwa mereka (juga) banyak yang memfavoritkan warna kuning dan mengetahui efek warna kuning berpengaruh pada psikologi dan kebahagiaan. Di antara para sahabat dan tabi'in yang menyukai warna kuning, seperti: Imam As-Shadiq, mengatakan: Barang siapa yang memakai sendal warna kuning niscaya ia akan nampak berseri senang selama memakainya. 

Ada pula riwayat yang dinisbatkan kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, mengatakan: Barang siapa yang ingin memakai sandal dan warnanya kuning atau putih, ia tidak akan kekurangan uang dan keluarga, dan siapa yang memilih warna hitam ia tidak terlepas dari kesusahan dan kesedihan. 

Pada riwayat lain dari Imam As-Shadiq tentang penggunaan sepatu kuning, mengatakan: Anda harus memakai warna kuning, karena memiliki tiga keistimewaan: ia menjernihkan penglihatan, memperkuat zikir, dan mengusir kecemasan, dan warna itu adalah bagian dari pakaian para nabi. Serta ada juga yang mengatakan bahwa warna kuning meningkatkan daya seksual. Wallahu Musta'an !


Kajian Berhubungan :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!