Senin, Februari 12, 2007

ANGKA DAN ASI

ANGKA DAN AIR SUSU IBU (ASI)
Oleh: Med Hatta

Pada suatu hari, ketika penulis dalam perjalan pulang berlibur ke tanah air, sehari menjelang 01 Ramadhan 1424 H. Penulis berangkat dari airport Med V Casablanca menuju Frankfurk via Lufthansa, kemudian ke Jakarta. 

Dalam penerbangan antara Casablanca dan frankfurk penulis ditawarkan beberapa eksemplar koran, dan memilih yang berbahasa arab (lupa namanya) kebetulan tertuju pada satu kolom kecil (lupa penulisnya) yang bercerita tentang Islamnya seorang dokter senior Amerika Serikat setelah menemukan sebuah keajaiban di dalam Al Qur'an.
Ringkas cerita, pada waktu itu tersebutlah dua orang ibu hamil secara bersamaan mendatangi sebuah klinik bersalin di Amerika Serikat, keduanya diketahui hamil lewat bantuan bayi tabung, dan menurut hasil test terakhir Ultrasonografi (USG) keduanya dipastikan akan melahirkan bayi laki-laki.

Peristiwa langka kemudian terjadi ketika kedua ibu tersebut melahirkan pada waktu bersamaan, dan hanya dibantu oleh seorang perawat pula, karena dokter spesialis yang sedianya membantu persalinan mereka belum tiba ditempat.

Akibat panik dan teledor, perawat yang membantu persalinan tidak meletakan tanda (kode) kepada kedua bayi yang berlainan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) yang baru lahir itu sehingga terjadi perselisihan antara dua ibu yang baru melahirkan karena keduanya mengklaim telah melahirkan bayi laki-laki dengan bukti hasil test USG terakhir yang mereka pegang.

Dokter ahli kandungan klinik pun kebingungan setelah dikonfirmasi kejadian aneh itu, sehingga akhirnya dia teringat salah seorang partner diskusinya yang satu profesi dengannya berkebangsaan Mesir, maka dihubunginya untuk ngafe dan mendiskusikan peristiwa langka ini.

Seperti biasanya, kedua dokter senior ini ngafe sambil berdiskusi-ria tentang berbagai hal, tetapi kali ini mereka fokus pada peristiwa aneh yang terjadi di klinik bersalin tadi. 

Dokter Amerika membuka masalahnya, wahai sobatku: Saya ada kasus baru yang agak rumit dan susah saya pecahkan, bagaimana saya bisa mengembalikan dua orang bayi yang berlainan jenis kelamin ke ibu masing-masing tanpa menzdalimi salah satu di antara mereka yang saling bertikai... 
Dan – mungkin berkelakar – si dokter Amrik celoteh, seingat saya anda pernah mengatakan bahwa Al Qur'an milik Islam menjelaskan segala sesuatu dari semua aspek kehidupan dunia dan bahkan akhirat juga... Nah, adakah di dalam Al Qur'an Anda menjelaskan juga masalah ini...? 

Mungkin merasa tertantang, dokter Mesir menanggapinya agak serius, sambil mengerutkan kening dan kelihatannya sedang memikirkan sesuatu... Lalu, secara diplomatis menjawab: Mohon kasi saya waktu 1/24 jam saja, Insya Allah, saya pasti akan senang membantu anda. Masih saja duduk-duduk di cafe tadi, tiba-tiba dokter Mesir memutuskan dalam hati pulang ke negeri asalnya mencari referensi tentang kasus langka ini... Dan pamit kepada sahabatnya langsung tancap gas menuju airport mencari penerbangan USA – EGYPT – USA, saat itu juga... 

Setiba di Mesir sang dokter tidak langsung silaturahim ke familinya, sebagaimana kebiasaannya, tetapi kali ini begitu keluar Cairo-airport meluncur langsung keperpustakaan milik Fakultas Kedokteran Islam yang ada di Kairo untuk mencari referensi yang dibutuhkan, dan kalau perlu bertanya kepada siapa saja yang pakai baju putih ditemui disana. 

Belum juga sempat memulai pencarian, secara kebetulan, di dalam perpustakaan ketemulah salah seorang sobat lamanya, seorang Profesor Islamic Study di Universitas Al Azhar, maka – sambil iseng – ditanyakannya-lah kasus teman Amrik-nya. Sang profesor Al Azhar tentu saja bengong dan kaget, sambil memeriksa mimik sobatnya dan menimpali dengan kalimat - khasnya – serta sangat sederhana: Wallahi, ya akh el-aziz... mateullunisy akhbaarak eih ewwalan..! (cerita dulu kek gimana kabarnya sekarang..!). 

Wahai sobatku, anda pasti tahu saya ini tidak mengerti sedikit pun tentang kebidanan dan kedokteran, apalagi kasus seperti itu, tetapi – sekedar pertimbangan saja – anda boleh membuka ayat ke-11 dari surah An Nisaa itu, yang sebenarnya ayat penerapan pembagian warisan. Buka-lah Al Qur'an sekarang siapa tau bisa memberikan inspirasi segar. 

ASI Milik Bayi Laki-laki Mengandungan Nutrisi Dua Kali Lipat Lebih Tinggi Dari Milik Bayi Perempuan?:
Allah berfirman:
﴿للذكر مثل حظ الأنثيين
(النساء: 11)
Artinya: "yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan..."
Dan, Subhanallah, demi membaca wahyu yang telah diterima Muhammad SAW lebih 14 abad lalu itu, ia merasa baru saja di datangi oleh malaikat Jibril menyampaikan wahyu itu lagi kepadanya... 

Sebagai seorang doktor Islam lulusan Universitas ternama di USA, dan sejak - kukunya baru tumbuh diujang jarinya – sudah ditanamkan nilai-nilai Islam yang kental oleh kedua orang tuanya, maka tentu saja ayat yang ada dihadapannya itu sangat berkesan baginya, dan merasa telah menemukan sebuah inspirasi baru yang dapat dikembangkan dibidang spesialisnya... 

Maka ia yakin telah menemukan jawaban kasus sahabatnya, sang dokter profesional ini pun bergegas pamit dan mencari klinik bersalin terbesar di Ibu kota Cairo dan meminta bantuan seorang suster menemaninya ke laboratorium, kemudian minta didatangkan dua sampel ASI dari dua ibu yang baru melahirkan, ASI pertama dari ibu yang melahirkan bayi laki-laki, dan ASI kedua dari ibu yang melahirkan bayi perempuan. 

Dan sekali lagi, Subhanallah, setelah diuraikan dan diobservasi berulang-ulang lewat uji laboratorium dengan tingkat ketepatan yang sangat tinggi, ternyata Maha Benar Allah dalam firman-Nya: "bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan..." Hasil laboratorium membuktikan bahwa "ASI milik bayi laki-laki memiliki kadar kandungan gizi dua kali lipat lebih banyak dari ASI milik bayi perempuan". "Innamaa yakhsyal-Lahu min 'Ibaadihil ulamaa". Dan, maka masih belum mu'jizatkah Al Qur'an ini?

--------------BERSAMBUNG----------

Artikel yang berhubungan:
  1. Angka dan Kita 
  2. Angka dan Hari Kiamat 
  3. Mu'jizat Angka Dalam Al Qur'an

2 komentar:

  1. INTRESTING ARTICLE/STORY, BUT STILL, WE NEED EXACT DATA SUCH AS NAME, LOCATION, TIME, REFERENCE?
    BUT ANYWAY IT'S A GREAT NEWS
    IF IT'S TRUE ONE

    BalasHapus
  2. Pak, gimana kondisi akademik di sana? Apa bisa dari S2 IAIN lanjut ke S3 (beasiswa) di Tetouan? Syarat standarnya gimana (bahasa/hafalan)?

    BalasHapus

Salam!