Rabu, Oktober 03, 2018

GEMPA DAN TSUNAMI SULTENG BUKAN AZAB..!

Gempa Sulteng & Pertunangan  Sawerigading dengan Ratu Ngilinayo
By: Med Hatta
PADA sekitar abad ke-6 M, Seorang petualang legendaries Bugis, Sawerigading berlabuh di pelabuhan kerajaan Sigi dalam perjalanan pulang dari negeri China. Belakangan diketahui bahwa tujuan transit kapal Sawerigading di negeri kerajaan Sigi tersebut tidak lain karena berita viral akan kecantikan Ratu Sigi Ngilinayo. Sawerigading datang untuk melamar Ratu Ngilinayo menjadi istrinya.


Namun, takdir tidak mempersatukan mereka karena menjelang pesta pernikahan akbar antara Sawerigadi dengan Ratu Ngilinayo terjadi gempa dan tsunami yang dahsyat memporakporandakan negeri Sigi dan sekitarnya. Kapal-kapal Sawerigading hancur diterpa tsunami dan menimbulkan tanah longsor yang menimbun teluk.

Lama-kelamaan, teluk itu berubah menjadi daratan dan dihuni manusia secara turun-temurun hingga kini. Inilah asal-muasal Lembah Palu yang beberapa hari lalu diterpa gempa bumi dan tsunami. (Lihat: Jamrin Abubakar dalam “Tadulako dari Sulawesi Tengah (2013)” dan Masyhuddin Masyhuda “Sawerigading dengan Raja Sigi Ngilinayo dalam Hubungan dengan Terjadinya Lembah Palu (1987)”.

Berguncangnya bumi dalam kisah Sawerigading dan Ratu Ngilinayo—terlepas dari kuatnya unsur mitos—menjadi gambaran bahwa fenomena alam ini memang sudah pernah melanda Palu dan sekitarnya sejak zaman dahulu.

Sulawesi Tengah, khususnya kawasan Lembah Palu termasuk Sigi dan Donggala, memang termasuk daerah rawan gempa, tentunya dengan alasan-alasan yang masuk akal dan geologis. Dan gempa berkekuatan magnitudo 7,4 (sebelumnya disebutkan 7,7) yang mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) petang, juga menyebabkan tsunami. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami itu terjadi setidaknya di tiga wilayah, yaitu Palu, Donggala, dan Mamuju.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati  mengatakan, Gempa di Donggala disebabkan pergeseran patahan atau sesar Palu-Koro, "Selama ini tidak ada gempa mencapai magnitudo 7,4 di daerah itu. Kondisi itu justru menyebabkan adanya pengumpulan energi yang bisa memicu gempa lebih besar seperti yang telah terjadi hari ini," katanya pada hari Jumat malam (28/9/2018).

Sementara itu, dari hasil pantauan BMKG hingga pukul 20.00 WIB sehari sesudahnya, telah terjadi 22 kali gempa susulan yang tercatat dengan magnitudo terbesar M 6,3 dan terkecil M 2,9. Hingga Sabtu (29/9/2018) pagi, sudah terjadi 91 gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9/2018).

Sejak lama Palu telah diprediksi akan terkena gempa besar. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa Palu menyimpan potensi ini. Sesar Palu Koro sepanjang 500 kilometer yang memanjang dari Teluk Palu sampai Teluk Bone termasuk sesar yang aktif dengan pergeseran cukup besar yakni  45 milimeter per tahun. Data-data menyebutkan bahwa gempa ini mempunyai siklus antara 90 – 130 tahunan.

Peta ini menunjukkan gempa bumi dalam 30 hari terakhir dengan kekuatan 4,5 SR atau lebih. (via Bloomberg) (GP 4)
Kata ahli tsunami Gegar Prasetyo yang juga merupakan Ketua Ikatan Ahli Tsunami: “Tsunami di zona ini merupakan paling sering terjadi di Indonesia. Tercatat rata-rata 25 tahun sekali terjadi tsunami . Ini karena pergerakan geologi Pulau Sulawesi memang sangat aktif”, Bahkan Kompas pada 13 Mei 2017 memuat artikel dengan judul Waspadai Gempa Besar di Sulawesi  dengan penekanan pada ancaman sesar Palu-Koro.

Bangunan Merata Dengan Tanah
Gempa Donggala kali ini memicu tsunami yang meratakan perumahan dan bangunan komersial di Kota Palu dan Kabupaten Donggala – dengan populasi gabungan hampir 600.000 – di Provinsi Sulawesi Tengah. Pusat gempa bumi (episentrum) berada di darat, sekitar Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, atau sekitar 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km.

Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju, bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa memicu tsunami hingga ketinggian 1,5 meter di Kota Palu.

Sehubungan gempa ini, Wahyu W. Pandoes dari pihak BPPT menyatakan bahwa gempa ini berkekuatan 2,5 × 1020 Nm atau setara 3 × 106 ton TNT. Ini serupa 200 kali bom Hiroshima.

Akibat guncangan gempa bumi, beberapa saat setelah puncak gempa terjadi muncul gejala likuefaksi (pencairan tanah) yang memakan banyak korban jiwa dan material. Dua tempat yang paling nyata mengalami bencana ini adalah Kelurahan Petobo dan Perumnas Balaroa di Kota Palu. Balaroa ini terletak di tengah-tengah sesar Palu-Koro. Saat terjadinya likuifaksi, terjadi kenaikan dan penurunan muka tanah. Beberapa bagian amblas 5 meter, dan beberapa bagian naik sampai 2 meter. 

Di Petobo, ratusan rumah tertimbun lumpur hitam dengan tinggi 3-5 meter. Terjadi setelah gempa, tanah di daerah itu dengan lekas berubah jadi lumpur yang dengan segera menyeret bangunan-bangunan di atasnya. Di Balaroa, rumah amblas, bagai terisap ke tanah. Adrin Tohari, peneliti LIPI, ada menyebut bahwa di bagian tengah zona Sesar Palu-Koro, tersusun endapan sedimen yang berumur muda, dan belum lagi terkonsolidasi/mengalami pemadatan. Karenanya ia rentan mengalami likuefaksi jika ada gempa besar.

Laporan dan rekaman likuefaksi juga muncul dari perbatasan Kabupaten Sigi dengan Kota Palu. Lumpur muncul dari bawah permukaan tanah dan menggeser tanah hingga puluhan meter dan akhirnya menenggelamkan bangunan dan korban hidup-hidup. Menurut data, likuefaksi yang terjadi di Perumnas Balaroa menenggelamkan sekitar 1.747 unit rumah; sementara di Kelurahan Petobo sekitar 744 unit rumah tenggelam. Jumlah korban jiwa belum dapat dikumpulkan hingga 2 Oktober 2018.

Garantie: “Umat Islam Tidak Di Azab Selama Istighfar
Berdasarkan dari fakta-fakta di atas, sesungguhnya gempa bumi yang beruntun menimpa bumi Sulawesi Tengah, khususnya yang melanda Palu, Donggala dan Sigi belakangan ini tiada lain murni fenomena alam yang terjadi karena adanya aktifitas fisik dari berbagai benda-benda di alam. Setiap bencana yang terjadi, bukan saja gempa bumi, itu merupakan proses alam, tidak berhubungan dengan azab Tuhan. Apalagi tidak ada kaitatannya dengan “kemusyrikan” dan/atau pesta budaya masyarakat Kaili yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kota Palu di Pantai Talise…

Nabi Muhammad saw bersabda (mengisahkan curhatan nabi Adam as): “Kata nabi Adam as: “Aku pernah melakukan dosa besar kepada Allah di dalam surga dan aku kemudian dikeluarkan dari surge karenanya, sebaliknya umat Muhammad melakukan dosa kepada Allah, tetapi justru dimasukkan ke dalam surga apabila mereka bertaubat kepada-Nya”.

Kisah lain dari Rasulullah Saw sebagaimana diceritakan oleh Ibn Abbas ra, berkata: Ketika firman Allah dari surah Al Anfal ayat 33 diturunkan nabi bersabda: Allah telah menurunkan kepadaku dua garantie untuk umatku, lalu Beliau membaca ayat: “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”; Ketika aku telah tiada maka aku tinggalkan kepada mereka ISTIGHFAR” (HR. Tirmizi).

Kisah Live dari dua hadits nabi Muhammad saw di atas, khususnya hadits terakhir yang bersifat garantie diberikan Allah – khusus – kepada kekasih-Nya Muhammad Saw untuk umatnya, bahwa Allah Swt tidak akan menimpakan Azab, sebagaimana telah ditimpakan pada umat-umat terdahulu, kepada umat nabi Muhammad Saw sampai hari kiamat. Dan selama umat ini masih mentradisikan di dalam kehidupan sehari-harinya budaya istighfar serta senantiasa bertaubat kepada Allah Swt setiap kali melakukan kesalahan.

Bahkan Iblis – laknatullah – pun pernah bertrusterang kepada Allah, mengatakan: Demi Keagungan Mu wahai Tuhan, aku tidak sanggup menggoda hamba Mu (umat Muhammad) selama ruhnya masih berada ditubuhnya, maka Allah berfirman: “Demi Kemulian dan Keagungan Ku, Aku akan senantiasa mengampuninya selama mereka masih beristighfar”. (HR. Ahmad & Al Hakim).

Sekali lagi, gempa bumi Sulteng hanya proses hukum alam yang dialami bumi saja, seperti manusia yang bersin atau batuk saja karena flu. Tidak lebih dari itu. Maka dalam konteks gempa Palu atau bencana alam apapun hendaklah “jadikan manusia sebagai subjek bencana, bukan objek yang berdosa kemudian diazabkan.”
Wallahua’lam!

ATTANTION:
Ucapan Dukacita Untuk Warga Sulteng:
·       Presiden Jokowi, menyampaikan ucapan keduka-citaan akan adanya bencana gempa ini.  Selain itu, Menkopolhukam Wiranto, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Anies Baswedan Gubernur Jakarta juga turut menyampaikan pernyataan bela sungkawa terkait bencana gempa ini. 
·       Negara tetangga menyampaikan duka akan adanya bencana ini. Presiden Singapura Halimah Yacob dan PM Lee Hsien Loong menyampaikan dukacita. PM Lee juga ada menulis bahwa negerinya siap beri tolong dan perbantuan akan bencana yang menimpa Sulawesi ini. Dirinya juga yakin bahwa Indonesia akan segera bangkit dari tragedi ini. 
·       Dunia internasional juga sama berduka asbab daripada bencana gempa bumi dan tsunami ini. Antonio Gutterres dari PBB, Tsai Ing-wen dari Taiwan, mendukung adanya penyelamatan dan dukungan bantuan berkenaan dengan tsunami Palu ini.
·       Harian Al-Ahram Mesir juga menyampaikan pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir dukungan agar Indonesia bisa lekas pulih secepatnya dari gempa ini. Sebuah badan amal dari Skotlandia dan yayasan IHH Turki telah mengirim bantuan untuk Indonesia. 
·       Situs berita Almowaten juga menyebutkan akan adanya telegram rasa dukacita dan simpati dari Salman bin Abdulaziz al-Saud kepada Presiden Joko Widodo berkenaan guncangan gempa ini. Telegram ini disampaikannya atas nama seluruh rakyat dan pemerintahan Saudi Arabia.
·       Ada pula sejumlah public figur dunia yang turut merasakan duka bagi para korban di Sulawesi Tengah. Seperti ini ekspresi simpati dari para selebriti luar negeri:
1.      Choi Siwon mengirimkan ucapan bela sungkawa lewat hashtag #PrayforIndonesia
Saya ingin mengungkapkan rasa duka cita terdalam kepada para korban tewas dan luka-luka dari gempa dan tsunami yang melanda bagian utara dari Pulau Sulawesi, Indonesia. Saya berdoa agar negara ini bisa segera pulih dan simpati saya untuk mereka. #PrayforIndonesia”.
2.    Maher Zain mengunggah foto penuh makna di Instagram, Penyanyi religi berdarah Libanon asal Swedia, Maher Zain juga turut mengunggah konten bela sungkawa atas bencana yang menimpa Sulawesi Tengah. Di akun Instagramnya, pelantun Thank You Allah ini memasang foto dengan hashtag #Sulawesi #Indonesia. 
Ucapan turut berduka pun membanjiri kolom komentar akun official Maher Zain tersebut.


Artikel Berhubungan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!