Selasa, Mei 19, 2020

KHUTBAH IDUL FITRI CORONA 1441 H.

KHUTBAH I
Takbir Syukur Mengakhiri Ramadhan Corona 1441 H
Oleh: Med Hatta
الْسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهُ أَكْبَرُ (9x)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً، وَسُبْحاَنَ اْللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَحَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ،
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ اْلحَمْد.

الْحَمْدُ لِلهِ اْلَّذِيْ وَفَّقَنَا لِإِتْمَامِ اْلعِدَّةِ، وَأَمَرَناَ بِتَكْبِيْرِهِ وَتَمْجِيْدِهِ فِيْ نِهاَيَةِ عِدَّةُ هَذاَ اْلصِّياَمِ، فَقاَلَ: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ،
وَاْلصَّلاَةُ وَاْلسَّلاَمُ عَلَى صَفْوَةِ خَلْقِهِ، وَخاَتَمِ أَنْبِياَئِهِ، نَبِيَّ اْلهُدَى، وَمِصْباَحَ اْلدُّجَى، مُحَمَّدَ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَآلِهِ وأَصْحاَبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ إِلَى يَوْمِ الْدِّيْن، أما بعد:
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهَ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن
فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْم، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اْللهِ اْلرَّحْمَنِ اْلرَّحِيْمِ: وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا، قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا (الشمس: 7-10).

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبرُ اللهُ أَكْبرُ وَلِلهِ اْلحَمْد

Takbir yang dikumandangkan umat Islam di seluruh dunia dari tadi malam sampai pagi ini adalah slogan hari raya, takbir menunjukkan atas keagungan Allah yang maha pencipta, kalimat ini senantiasa dikumandankan oleh orang-orang yang beriman setiap melihat sesuatu yang menyenangkan hatinya, dan atau mendapatkan berita gembira yang diharapkannya. Maka masih adakah yang lebih dahsyat dari meraih kemuliaan Lailatulqadar pada bulan suci Ramadhan, dan mendapatkan keridhaan Allah yang maha pengasih, serta memperoleh ampunan dari Yang Maha Pengampun pada hari fitri ini? 

Allah berfirman:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٨٥)
Terjemah Arti: “dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakbir (mengagungkan) Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS: 02: 185)

Sesungguhnya takbir yang diperintahkan oleh Allah SWT pada ayat di atas, sebagai penutup dari hari-hari puasa yang telah ditentukan bilangannya itu, dan untuk melaksanakan hari raya kemenangan seperti hari ini, ia mempunyai rahasia bahwasanya seorang mukmin apabila ia telah meyakini keagungan Tuhannya, dan senantiasa berbaik sangka kepada-Nya, niscaya ia tidak akan pernah merasa terlepas dari kewajiban dan tidak akan pernah sengaja melakukan dosa. Sebaliknya kesalahan itu bisa terjadi jika ia tidak mampu menghadirkan Allah penciptanya sebagai live-control pada setiap aktifitasnya. 

Oleh karena itu, takbir di sini menjadi salah satu media mengingatkan seorang mukmin kepada Allah pencipta alam semesta, mereka mengumandankan takbir pada hari raya untuk mengakui bahwa sesungguhnya Allah Maha Besar atas segala yang besar, Maha Tinggi atas segala yang tinggi. Pada saat itulah ia tidak akan menganggap apa-apa kehidupan dunia dan segala kemewahannya, maka mereka akan berusaha keras mencapai keridhaan Allah dengan berbagai amal shaleh, menghindari segala jenis kemungkaran, pemaaf dan toleran, berbuat kebajikan dan segala perbuatan yang dapat mendekatkannya kepada Allah semata, karena Allah menyukai hal yang demikian itu dan Dia memberikan pahala besar bagi pelakunya.

Sebaliknya jika live-control ini tidak dimiliki oleh seseorang, niscaya kamu akan melihat segala jenis dosa menari-nari di atas kepalanya bermula dari awal hari raya, maka apa yang telah diharamkan pada bulan Ramadhan, akan menjadi halal baginya pada hari raya. Dan hari raya yang semestinya menjadi wahana meluangkan rasa syukur, mengagungkan, dan bertakbir kepada Allah, berubah drastis menjadi musim melakukan dosa dan pelanggaran. Ini adalah kekeliruan yang harus menjadi perhatian besar untuk diantisipasi oleh seorang mu'min pada hari raya ini. 

Seorang mukmin tidak dilarang untuk bersenang-senang, kamu boleh melampiaskan segala kebahagianmu, akan tetapi hendaklah kamu sadar bahwa tidak ada kebahagian untuk berbuat durhaka kepada Sang maha pencipta, sebaliknya kesenangan itu semuanya untuk mencapai ridha Allah, dan jika kamu ingin merasakan itu selamanya maka hendaklah kamu senantiasa mengingat Allah dan mengagungkan-Nya.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبرُ اللهُ أَكْبرُ وَلِلهِ اْلحَمْد
Dengan demikian, maka salah satu misi utama yang dibawa oleh ayat perintah puasa adalah “hidayah”. Allah berfirman:

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
Terjemah Arti: “dan hendaklah kamu bertakbir (mengagungkan) Allah" atas hidayah;

Hidayah merupakan motifasi dari takbir yang didengungkan oleh orang-orang beriman hari ini, sebab kebahagian besar pada hari raya ini adalah adanya hidayah yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang beriman. Maka tiada lagi yang lebih besar yang dapat membuat setiap jiwa berbahagia ketika keluar dari bulan suci Ramadhan melebihi memperoleh hidayah Allah SWT ditinjau dari dimensi manapun. Alangkah meruginya orang yang keluar dari bulan suci Ramadhan dengan tangan kosong, tidak ada yang berubah sesuatu apapun dari dirinya.

Dengan hidayah kita mengagungkan kebesaran Allah, dengan hidayah kita mensyukuri nikmat Allah, dengan hidaya kita berakhlak mulia, menjadi pemurah, merasa empati terhadap orang lain maka kita bersedekah. Serta dengan hidayah itu pula kita gemar memperbanyak kebaikan dan beramal shaleh. Dan semuanya itu patut kita syukuri pada hari ini.

Bukankah ini semua merupakan keberuntungan besar yang patut kita syukuri dan berbahagia dengannya, lalu mendengungkan takbir dengan latang; Allah Akbar! atas hidayah-Nya,  Allahu Akbar! atas ni'mat-Nya, Allahu Akbar! atas maaf dan pengampunan-Nya,,,, Oleh karena itu maka bergembiralah wahai orang-orang yang beriman atas segala keberuntungan yang telah kamu peroleh selama hari-hari puasa itu, dan kamu pada hari raya ini keluar dari bulan puasa dengan penuh kemenangan...

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبرُ اللهُ أَكْبرُ وَلِلهِ اْلحَمْد
Mudah-mudahan dengan hidayah ini pula kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari musibah pandemi virus corona yang menimpa dunia saat ini. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

KHUTBAH II

اللهُ أَكْبَرُ (7x)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً، وَسُبْحاَنَ اْللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَحَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ،
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ اْلحَمْد.
اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ هِدَايَتِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ
وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثيْرًا.
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبرُ اللهُ أَكْبرُ وَلِلهِ اْلحَمْد.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صَغِيْرًا وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَلْأَمْوَاتِ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدَيْرٍ
اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
اَللّٰهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَاتُبَلِّغُنَا بِهَا جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتَهُوْنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَاأَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا يَا أَرْحَمَ الْرَّاحِمِيْن
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

1 komentar:

  1. Khutbah Idul Fitri 1435 H.

    https://my-bukukuning.blogspot.com/2014/07/khutbah-idul-fitri-1435-h-2014-m_28.html#.Xsg9BjkRVrQ

    BalasHapus

Salam!