Jumat, Maret 08, 2013

SIRAH NABAWIYAH III (KARIR NABI MUHAMMAD SAW):

Materi Sirah Nabawiyah (03)
Untuk Mahasiswa Semester II (2012-2013)
Riwayat Karir Nabi Muhammad SAW Sebelum Kerasulan
Dosen: Med HATTA

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبعد!


Muhammad SAW Mengembala Kambing:
Ketika Muhammad menginjak usia remaja dan telah tumbuh menjadi seorang pemuda belia, iapun ingin berkarir serta ingin hidup dari jerih payahnya sendiri maka mulailah dia bekerja menggembalakan kambing kerabat-kerabatnya dan menerima upah dari pekerjaannya itu.

 Profesi menggembalakan kambing ini dilakoni oleh Muhammad SAW sebagai salah satu profesi yang diwarisinya dari nabi-nabi besar pendahulunya, di mana profesi unik ini umumnya dijalani oleh bangsa-bangsa Arab terdahulu di tengah padang pasir nan luas, di bawah langit yang bersih, dan bintang-bintang yang gemerlapan pada malam hari, serta sinar matahari yang menerpa pada pagi hari.
Fenomena-fenomena yang dahsyat pada pergerakan alam semesta ini, kesemuanya itu secara seksama kiranya telah memberikan warning yang fantastis pada diri Muhammad SAW, maka dia-pun terpesona, termenung dan memikirkan serta merenungkan fenomena keajaiban alam semesta karya sang maha pencipta.
Muhammad SAW Mengelola Bisnis (Perdagangan):
Pemuda Muhammad kemudian menekuni profesi baru yang lebih menantang sejalan dengan perkembangan usianya yaitu terjun ke dunia wirausaha, Muhammad diusianya masih sangat beliau sekitar 9 atau 10 tahun ia mendampingi pamannya Abu Thalib dalam perjalanan bisnis international ke negeri Syam (sekarang Damaskus – Syria). Dan di dalam perjalanan membawa berbagai produk perdagangan tersebut, mereka dicegat oleh seorang pendeta masehi disebut Pendeta Bahira yang melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad, lalu sang pendeta menyarankan kepada paman nabi agar segera membanya pulang ke Makkah karena khawatir akan ketahuan sama bangsa Rum dan membunuhnya.

Perjalanan bisnis yang berkesan ini telah memberikan nilai dan pelajaran yang sangat besar kepada pribadi Muhammad, dia telah belajar arti kesabaran, menanggung kesusahan dan tanggung jawab, dan mulai membuka matanya terhadap bangsa dan masyarakat-masyarakat lain yang sangat jauh berbeda dari bangsa dan masyarakatnya. Dan dalam perjalanan pergi - pulang mereka melewati reruntuhan kota-kota kuno yang belakangan diketahui bahwa itu adalah reruntuhan kota-kota dari bangsa Tsamud, Madyan, dan Wadil Quraa yang telah ia didengarkan berita-berita mereka.

Sepulang dari perdagangan jauh di Syam, nabi Muhammad tidak pernah meninggalkan aktifitas bisnis lagi. Beliau menggelar perdagangan di pasar-pasar Makkah dan yang terjangkau disekitarnya, seperti Pasar Okaz, Majenah, dan Pasar zil-Majaz, tetapi nabi tidak memberikan perhatian sepenuhnya kepada urusan bisnis tersebut, ia cukupkan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja. Muhammad setiap bertambah usianya semakin berkembang pemikiran dan nalarnya, maka Beliau pun mempergunakan sebagian besar waktu-waktunya untuk merenungkan keagungan alam semesta ini.
Muhammad SAW Berkarir Militer:
Muhammad bergabung bersama dengan tentara Makkah membela negerinya yang tercinta di Perang Fujjar, yaitu peperangan antara bangsa Quraisy dan Hawazan yang berlangsung selama 4 tahun. Awal sengketa bersenjata itu terjadi ketika an-Nu’man bin al-Mundzir mengadakan pemilihan umum untuk jabatan ketua delegasi misi perdagangan dari al-Hira ke Pasar Okaz, maka muncullah dua calon kuat yang saling berkompetisi terdiri dari: Al-Barradh al-Kattani (Quraisy) dan Orwah al-Hawani (Hawazan).

Lalu an-Nu’man menetapkan atas kemenangan Orwah, namun al-Barradh tidak bisa menerima kekalahannya dan membunuh Orwah, maka terjadilah pertumpahan darah di antara kedua kubu yang bertikai tersebut, dan kejadiannya pada bulan-bulan haram maka bangsa Quraisy menghentikan serangannya dan berjanji menyerangnya kembali tahun depan. Dan peperangan itu berlansung selama empat tahun di Okaz, kemudian berhenti dengan perjajian damai di antara kedua kubu bertikai dengan resolusi bahwa bangsa Quraisy harus membayar “diat” atas semua kerugian jiwa bagi pihak Hawazan, yang melebihi kerugian jiwa yang diderita bangsa Quraisy, yaitu sebanyak 20 jiwa. Perang tersebut dinamakan “Fujjar” karena peristiwanya terjadi pada bulan-bulan haram dan merupakan petaka keempat yang pernah terjadi dalam sejarah kota Makkah.
Muhammad SAW Mengikuti KTT Quraisy (Perjanjian Fudhul):
Pemuda Muhammad disamping aktif membela bangsanya di medang perang, dia juga berpartisipasi dalam mengusahakan keamanan dan perdamaian di dalam negerinya. Maka ia pun berpartisfasi dalam Perjanjian Fudhul (Solidaritas) yang digelar oleh bangsa Quraisy, karena keperihatinan atas kondisi menimpa bangsanya yang semakin waktu kian terpuruk, lemah, dan kacau balau yang membuat kabilah-kabilah Arab lain mudah menguasai dan menyerangnya kapan saja termasuk di bulan-bulan haram.

Padahal sebelumnya mereka adalah bangsa yang sangat besar, kuat, disegani, dan berkuasa. Maka az-Zubair bin Abdul Mutthalib mengambil inisiatif menggelar Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Bangsa Quraisy, yaitu mengundang tokoh-tokoh penting Quraisy untuk konsoliasi national sehingga menghasilkan suatu resolusi “Perjanjian Fudhul” (Solidaritas); yang intinya menjaga ketenteraman bangsa Quraisy dari berbagai gangguan baik intern maupun ancaman dari luar; mempertahankan kehormatan bangsa Quraisy dari musuh-musuhnya, dan dalam kondisi apapun... (BERSAMBUNG: KLIK DI SINI).
Materi Sebelumnya:
  1. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama
  2. Pengantar Sirah Nabawiyah
  3. Sirah Nabawiyah II (Periode Makkah I)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!