Kamis, Maret 14, 2013

SIRAH NABAWIYAH IX (PENENTANGAN TERBUKA DAN PENYIKSAAN FISIK):

Materi Sirah Nabawiyah (09)
Untuk Mahasiswa Semester II (2012-2013)
Episode Penyiksaan Fisik di Berlakukan Kepada Siapa Saja Yang Ketahun Ke-Islamannya
Dosen: Med HATTA

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبعد!

Quraisy menyadari bahwa perundingan damai yang mereka lakukan bersama rasulullah SAW tidak akan membawa hasil sesuai yang mereka inginkan, maka mereka pun sepakat mengawasi pergerakan dakwah Islam dan orang-orang muslim, meskipun bani Hasyim menyusun pengawalan ekstra ketat terhadap rasulullah SAW tetapi mereka tidak akan memperdulikannya kecuali harus menyiksa Muhammad secara fisik agar menghentikan dakwahnya.


Adalah Abu Lahab satu-satunya anggota keluarga bani Hasyim yang menolak melindungi Muhammad, bahkan ia setiap hari melemparinya dengan ketoran manusia dan kotoran-kotoran binatang, serta memasang jebakan di depan pintu rumahnya. Dan Oqbah ibn Abu Mu’ith mencekik Muhammad dengan bajunya dari belakang dalam keadaan shalat, dan melempari ari-ari yang keluar baru dari rahim onta ketika melahirkan ke atas punggungnya waktu sujud.

Adadupun kaum muslimin yang lain mareka menjadi sasaran empuk teror-teror Quraisy, mereka tidak hanya menyiksa orang-orang lemah dan hamba-hamba sahaya dari mereka saja, menteror dan menyiksa muslim-muslim yang kaya dan merdeka juga. Sebagai contoh misalnya Abu bakar suatu saat dia pernah dikeroyok oleh Quraisy di dalam mesjid, lalu diinjak-injak tubuhnya dengan kaki, dipukuli mukanya dengan sandal sampai babak belur, dipukul perutnya dengan keras hingga pingsan. Ketika kerabatnya datang menolongnya mereka menyangka dia sudah mati akibat pukulan kasar dari Quraisy.

Begitu pula Utsma bin Affan ketika pamannya mengetahui ke-Islamannya ia disuruhnya meninggalkan agama itu atau akan disiksa sampai mati, Utsman tentu saja menolok meninggalkan agama yang diyakininya benar maka sang paman mengurungnya di dalam kamar gelap, dibelenggu dengan rantai besi, tidak diberi makan dan minum.

Thalhah bin Ubaid ra disiksa oleh Naufal bin Khuwailid ketika mengetahui ke-Islamannya, Diikat dengan tali lalu digiring ke jalan-jalan Makkah selanjutnya dibawa ke rumah Abu Bakar dan diikatnya juga Abu Bakar bersamanya lalu keduanya digiring kejalan-jalan mengelilingi kota Makkah, diejek dan ditimpuki oleh anak-anak kecil dan budak-budak, maka dari situlah Abu Bakar dan Thalhah digelari dengan dua serangkai.

Azzubair bin al-Awwam disiksa oleh pamannya sendiri karena menolok meninggalkan agama Islam, dia disekap di dalam kamar yang gelap gulita, diikat dengan sangat ketat lalu diasapi hingga kamar itu penuh dengan asap yang menyesakkan pernafasannya, Azzubair menyangka kalau dirinya sudah meninggal padasaat itu.

Namun bentuk penyiksaan yang diberlakukan Quraisy orang-orang Islam lemah dan budak-budak, jauh lebih berat dari pada orang-orang Islam merdeka. Mereka umumnya dikasari di luar batas kemanusiaan, tidak pakai perasaan sama sekali seperti kalau hatinya sudah membatu atau lebih keras dari batu. Bilal bin Rabah contohnya, dia dibaikot makan dan minum, dilucuti pakaiannya semuanya pada terik matahari yang memuncak panasnya lalu diseret punggungnya diatas padang pasir yang panas yang jika daging diletakkan di atasnya maka daging itu akan terpanggang matang, kemudia ditimpakan batu besar di atas dadanya dan nyonya Umayyah bin Khalaf al-Jamahi mengatakan kepadanya apakah kamu akan tetap seperti itu atau kamu kapfir dengan Muhammad, maka Bilal tidak bergeming sedikit pun yang selalu di ucapakannya adalah “Ahad Ahad” (Yang Maha Esa).

Lebih dramatis lagi adalah keluarga Yasir (Ammar – isterinya – dan putranya Yasir), mereka dibakar rumahnya dan bara pembakarannya diletakkan ditangan dan kaki mereka, dipukul dengan dengan cambuk, lalu ketika padang pasir terbakar oleh matahari mereka diseret ketengahnya dalam keadaan kaki dan tangannya terikat, dilempari dengan belati dipaksa berjalan di atas padang pasir yang panas membuatnya terkencing-kencing dan orang-orang musyrik mentertakan mereka sambil mengejek-ejeknya.

Abu Jahal yang sangat mahir dalam hal penyiksaan ia memanaskan besi di atas tungku api dan menyetrikakan di atas jidat dan punggu keluar Yasir lalu membenamkan mereka ke dalam bak air, lalu distrika dan dibenamkan lagi berulang sepanjang hari, rasulullah SAW menyaksikan peristiwa biadab itu Beliau sangat prihatin dan bersabda: “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, berbahagialah sesungguhnya surga telah dijanjikan kepada kalian”.

Sumayyah istri Ammar meninggal akibat penyiksaan Abu Jahal itu, dan dialah pemegang kehormatan syahid pertama di dalam Islam, setelah itu Yasir pun mati syahid dari penyiksaan sadistis itu.

Adapun Khabbab bin al-Art yang berprofesi sebagai padai besi, ketika nyonya besarnya (Ummu Anmar) mengetahui ke-Islamannya, ia diikatkannya ditiang rumah lalu dinyalakan tungku api untuk memanaskan besi lalu distrikakannya besi membara itu di atas punggungnya berulang-ulang hingga pingsang, ketika siuman distrika lagi terus menerus. Semua ini hanyalah sekelimit kecil saja sebagai contoh yang bisa disampaikan dalam catatan kita ini dari apa yang telah diderita oleh segenap umat Islam permulaan berupa penyiksaan dan teror yang tidak manusia yang dilakukan oleh Quraisy.... (BERSAMBUNG | Klik DiSini).
Materi Sebelumnya:
  1. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama
  2. Pengantar Sirah Nabawiyah
  3. Sirah Nabawiyah II (Periode Makkah I) 
  4. Sirah Nabawiyah III (Karir Nabi Muhammad SAW)  
  5. Sirah Nabawiyah IV (Menikah dengan Khadijah)  
  6. Sirah Nabawiyah V (Periode Makkah II)  
  7. Sirah nabawiyah VI (Dakwah Islam di Mulai)  
  8. Sirah Nabawiyah VII (Penolokan Quraisy Terhadap Dakwah)  
  9. Sirah Nabawiyah VIII (Penentangan Terbuka dan Penyiksaan Fisik)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!