Rabu, Maret 13, 2013

SIRAH NABAWIYAH VIII (NEWS ISLAM MENJADI HEAD LINE DI MEDIA-MEDIA DUNIA):

Materi Sirah Nabawiyah (08)
Untuk Mahasiswa Semester II (2012-2013)
Quraisy Menggembosi Muhammad dan Penyebaran Dakwah Keberbagai Pelosok Dunia
Dosen: Med HATTA

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبعد!

Quraisy Meminta Mukjizat:
Bangsa Quraisy tidak berhasil membujuk rasulullah SAW dengan iming-iming harta dan kekuasaan, sedangkan dakwahnya semakin tersiar dan menyebar, oleh karena itu mereka mempergunakan metode lain dengan meminta mukjizat kepadanya agar mereka mempercayainya. Pada suatu hari mereka berkumpul disekitar Ka’bah dan mengundang nabi Muhammad lalu memintanya agar dia memohon kepada Tuhan-nya supaya meratakan gunung-gunung yang buat sempit kota Makkah; mengalirkan sungai-sungai di atasnya seperti sungai-sungai di Syam dan Iraq; dan meminta agar dihidupkan kembali nenek moyang mereka di antaranya Qushai bin Kilab sehingga mereka bisa menanyainya apakah ajaran yang dibawanya (Muhammad) benar atau batil.

Jika Tuhan-nya Muhammad mengabulkan semua permintaan itu, mereka akan mempercayainya dan mengakuinya sebagai rasul Allah yang diutus kepada mereka.

Maka rasulullah SAW bersabda: “Aku diutus bukan untuk hal-hal seperti itu, akan tetapi aku datang kepada kalian dari sisi Allah dengan membawa tugas kerasulan, jika kalian menerimanya maka beruntunglah kalian di dunia dan di akhirat; dan jika kalian menolaknya niscaya aku akan bersabar pada keputusan Allah hingga  memutuskan hukumnya di antara aku dan kalian,,,”.

Kemudian meminta kepada rasulullah SAW agar memohon sesuatu kepada Tuhan-Nya untuk dirinya sendiri, agar mendatangkan sosok malaikat mengiyakan apa yang ia katakan; membangunkan baginya sebuah taman nan indah, istana megah, dan berangkas perhiasan dari emas dan perak. Dan agar malaikat bisa mejeng juga ke pasar-pasar serta merasakan kehidupan sebagaimana manusia.

Maka rasulullah SAW menjawab mereka: Aku tidak akan melakukan hal seperti itu, memangnya siapakah saya ini yang memohon kepada Tuhan hal-hal seperti itu, saya tidaklah diutus kepada kalian untuk itu. Akan tetapi saya diutus Allah sebagai pembawa berita gembira dan peringatan, jika kalian menerimanya maka beruntunglah kalian di dunia dan di akhirat; dan jika kalian menolaknya niscaya aku akan bersabar pada keputusan Allah hingga  memutuskan hukumnya di antara aku dan kalian.

Padahal orang Quraisy itu menuntut didatangkan mukjizat-mukjizat itu dari rasulullah SAW bukan untuk mempercayai risalahnya jika dikabulkan, bahka mereka akan semakin menjadi-jadi kemungkaran dan keangkuhannya. Sebagaimana pula bahwa rasulullah SAW sangat sayang kepada mereka, beliau sadar bahwasanya kebiasaan Allah pada umat-umat terdahulu apabila meminta kepada rasul mereka agar Tuhannya mendatangkan mereka mukjizat dan dikabulkan, lalu umat itu ingkar setelah mukjizat itu maka Allah menimpakan mereka siksaan yang amat pedih. Rasulullah Muhammad SAW tidak menginginkan hal itu terjadi pada Quraisy.

Di dalam riwayat, pernah sekali Quraisy meminta rasulullah SAW agar disulap bagi mereka bukit Shafa menjadi emas sehingga mereka mau beriman, lalu rasulullah SAW menantang mereka: “Benarkah kalian akan beriman setelah itu?” mereka menjawab ya pasti, maka rasulullah SAW memohon kepada Tuhannya lalu didatangi oleh malaikat Jibril, berkata:

Sesungguhnya Tuhanmu (Muhammad) menyampaikan salam khusus kepadamu dan berpesan jika engkau menginginkan (permintaanmu itu) maka bukit Shafa itu akan menjadi emas bagi mereka, tetapi barang siapa di antara mereka kafir setelah itu maka aka memperoleh siksaan amat pedih yang tidak pernah disiksakan oleh siapapun di dunia, dan jika engkau menginginkan dibukakan bagi mereka pintu rahmat da taubat maka lebih afdal. Nabi bersabda: saya mau dibukakan pintu rahmat dan taubat saja.

Allah mengisahkan di dalam al-Quran tentang permintaan mereka kepada Muhammad SAW agar didatangkan mukjizat dan kepastian mereka tidak akan beriman jika dikabulkan, Allah berfirman:

  • وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ (١١١)
Artinya: “kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS: 006: 111)
  • وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالآيَاتِ إِلا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الأوَّلُونَ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا (٥٩)
Artinya: “dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu, dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu, dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti” (QS: 017: 59).
News Islam menjadi Head Line di Pemberitaan-Pemberitaan Dunia:
NEWS dakwah Islam sudah mulai menyebar luas melampaui batas kota Makka, dan menembus ke pemberitaan negara-negara luar yang bertetangga, sedangkan kalender musim haji juga semakin mendekat pelaksanaannya dan tamu-tamu haji dari berbagai penjuru dunia sebentar lagi akan berdatangan memasuki kota Makkah, maka Quraisy pun kebingungan mencari konsep penyambutan yang akan disampaikan kepada para tamu-tamu itu nanti tentang status Muhammad SAW dan dakwahnya.

Maka mereka pun bersepakat untuk menggembosi kepada mereka bahwasanya Muhammad itu hanyalah tukang sihir belaka, dia datang hanya untuk memisahkan antara anak dan bapaknya, suami dan istrinya,,,, Mereka berharap dari penggembosan tersebut agar orang-orang berpaling dan tidak mengambil perhatian dari dakwah Muhammad SAW.  Akan tetapi konsep yang mereka sampaikan ini justru meleset dari perkiraan mereka, bahkan justru membuat tamu-tamu dari seluruh pelosok Jazirah Arab dan sekitarnya menjadi penasaran, dan ingin mengetahui lebih dekat dengan dakwah Muhammad.

Maka dari semenjak itulah, orang-orang dari berbagai pelosok dunia mulai ramai membicarakan dan mengkonfirmasi lebih dalam tentang berita nabi baru dan hakikat dakwahnya terutama setelah mereka pulang ke negeri masing-masing. Oleh karena itu berita tentang nabi baru dan agama baru cepat sekali menyebar dan menjadi Head Line pemberitaan-pemberitaan di negara-negara dunia, yang sejatinya di rahasiakan dan disembunyikan oleh Quraisy.... (BERSAMBANG | Klik Di Sini)
Materi Sebelumnya:
  1. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama
  2. Pengantar Sirah Nabawiyah
  3. Sirah Nabawiyah II (Periode Makkah I) 
  4. Sirah Nabawiyah III (Karir Nabi Muhammad SAW)  
  5. Sirah Nabawiyah IV (Menikah dengan Khadijah)  
  6. Sirah Nabawiyah V (Periode Makkah II)  
  7. Sirah nabawiyah VI (Dakwah Islam di Mulai)  
  8. Sirah Nabawiyah VII (Penolokan Quraisy Terhadap Dakwah) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam!