Jumat, Mei 08, 2020

17 RAMADHAN HARI KESAKTIAN ALQURAN:


Memperingati Nuzulul Quran 1441 H.
By: Med Hatta
ALQURAN adalah kalamullah (firman Allah) yang mengandung nilai kemukjizatan yang agung, membacanya merupakan ibadah kepada Allah SWT. Di antara kemukjizatan Alquran yaitu lirik bahasanya yang tinggi dimana bangsa manusia dan bangsa jin tidak mampu menggubah satu bait-pun yang dapat menandingi nilai sastra ayat-ayat Alquran. Kemukjizatan Alquran yang lain ialah Apabila seorang muslim membacanya ia akan mendaparkan kehormatan dan pahala yang besar dari Allah SWT. Alquran diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW., penutup para nabi dan rasul. Dan sebagaimana kemukjizatan Alquran (juga) adalah janji Allah untuk melindunginya dari distorsi dan rekayasa dari orang-orang tidak bertangngung jawab sampai hari kiamat.

 

Peringatan Nuzulul Quran
Allah berfirman:
﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ...)
Terjemah Arti: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al-Baqarah: 185).
﴿إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴾
Terjemah Arti: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan (Laitulqadr)” (QS. Al-Qadr: 1).

Dari dua ayat di atas diketahui bahwa waktu turunnya Alquran adalah pada bulan Ramadhan, tepatnya yaitu pada Malam Kemuliaan atau Lailatulqadr. Namun, terdapat beberapa perbedaan pendapat para pakar tentang penentuan tanggal permulaan diturunkannya Alquran, tapi para ulama tafsir menyepakati bahwa ia pertama kali diturunkan kepada nabi Muhammad SAW pada malam Lailatulqadr tepatnya tanggal 25 Ramadhan tahun 610 M.

Akan tetapi, hal ini tidak berarti harus serta-merta mengklaim bahwa peristiwa Lailatulqadar dan peringatan Nuzulul Quran adalah setiap tanggal 25 Ramadhan tersebut. Karena Lalaitulqadr sendiri merupakan sebuah peristiwa agung yang “semi” dirahasiakan oleh Allah kepada umat Islam, dan tanggalnya pun berubah-ubah dari tahun ke tahun, hanya rasulullah SAW telah memberikan acuan kepada umat Islam untuk mencari Lailatulqadr itu pada malam-malam yang ganjil dari 10 terakhir bulan Ramadhan atau antara tanggal: (21, 23, 25, 27, dan 29) di bulan Ramadhan setiap tahun. Sebagaimana di dalam sebuah hadits:
عن عائشةَ رضِيَ اللهُ عنها أنَّ رسولَ الله صلَّى الله عليه وسلَّمَ قال: (تَحرُّوا لَيلةَ القَدْرِ في الوَتْر من العَشرِ الأواخِرِ من رمضانَ) رواه البخاريُّ (2017).
Artinya: Dari Ibunda Aisyah ra. bahwa rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatulqadr pada malam-malam ganjil dari 10 terakhir Ramadhan” (HR. Bukhari 2017).

Hari Kesaktian Alquran
Allah SWT tidak merincikan tanggal tertentu peristiwa Lailatulqadr, yang juga merupakan hari awal mula diturunkannya Alquran, dan nabi Muhammad SAW hanya memberikan sinyal antara tanggal: 21 – 23 – 25 – 27 dan 29 Ramadhan atau pada malam-malam ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan. Maka umat Islam sulit menentukan suatu tanggal prasasti sejarah untuk memperingati sebuah peristiwa besar dalam sejarah peradaban umat manusia sepanjang masa, yaitu hari peringatan nuzulul quran. Negara Kerajaan Maroko dan negara-negara Barat Islam yang bermazhab Maliki mengambil kebijakan menghidupkan Lailatulqadr dan sekaligus memperingati hari nuzulul quran pada tanggal 29 Ramadhan setiap tahun.

Sebagian negara Islam yang lain termasuk Indonesia memperingati peristiwa turunnya Alquran (Nuzulul Quran) pada tanggal 17 Ramadhan setiap tahun, meskipun sebenarnya tidak relevan dengan konteks ayat Alquran dan hadits nabi Muhammad SAW tentang Alquran dan Lailatulqadr di atas. Mereka menetapkan tanggal 17 Ramadhan tersebut berdasarkan catatan sejarah dalam sebuah peristiwa besar yang – konon – telah menjadi penentu strategis dalam keberlangsungan dakwah Islam hingga kini, yaitu peristiwa perang Badar yang agung.

Perang Badar adalah gerakan bersenjata pertama dalam sejarah kemiliteran umat Islam, secara mutlak, yaitu sebuah pertempuran yang dahsyat antara pasukan umat Islam – yang masih sedikit jumlahnya saat itu – melawan pasukan besar dan raksasa perang dari tantara kualisi kaum musyrik Quraisy Makkah, kelompok munafiq dan Yahudi Madinah. Kedua pasukan, secara kuantitas dan kualitas, sangat tidak seimbang tetapi karena izin dan pertolongan Allah SWT, maka perang Badar berhasil dimenangkan oleh pihak umat Islam. Jalannya peperangan hebat ini di zoom secara Live oleh Allah di dalam surah al-Anfal, berfirman:

Terjemah Arti: “Ingatlah ketika kamu (Muhammad) memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu (tantara) malaikat yang datang berturut-turut; Dan tidaklah Allah menjadikannya sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana; Ingatlah ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian); (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. “Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka” (QS. Al-Anfat: 9-12).

Kedahsyatan dan pengaruh pengaruh perang Badar, para sejarahwan dunia telah mencatatkan dengan tinta emas bahwa perang Badar Agung yang terjadi pada tanggal 17-18 Ramadhan 02 H. atau bertepatang dengan tanggal 15-16 Maret 624 H., adalah titik awal dari berdirinya kedaulatan negara Islam pertama yang dibangun oleh nabi Muhammad SAW di Madinah, dan sekaligus penuntu strategis dari keberlangsungan dakwah Islam dan kesinambungan turunnya Wahyu sebagai tuntunan dan petunjuk bagi umat manusia sampai hari kiamat. Karena tidak dapat dibayangkan seandainya umat Islam kalah dan bahkan – Na’udzu Billah – jika nabi Mumammad terbunuh pada saat itu, maka dipastikan sejarah akan berwujud lain dan mungkin agama islam dan Alquran sudah terkubur dalam perang Badar tersebut, yang kini tertinggal hanya nama.

Oleh karena itu, ditetapkan tanggal 17 Ramadhan adalah “Hari Kesaktian Alquran”. Dan kesimpulan ini ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Alquran pada rentetan ayat-ayat kisah perang Badar dari surah al-Anfal, Allah berfirman:
(وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ )
Terjemah Arti: “dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan” (QS. Al-Anfal: 41).

Hari Al-Furqan atau hari kesaktian Alquran yaitu hari bertemunya dua pasukan di dalam Perang Badar yang agung. 

Wallahua’lam!
*** Sudah pernah diupload oleh IslamKaffah.id 



BACA JUGA:

1 komentar:

  1. Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan hari yang pasti awal turunnya wahyu, akan tetapi mereka sepakat bahwa peristiwa itu terjadi pada pertengahan terakhir dari bulan Ramadhan. Ayat yang pertama turun adalah dari surah al-'Alaq (1-5):

    Lihat: https://my-bukukuning.blogspot.com/2012/07/bulan-ramadhan-bulan-al-quran.html#.XrfAfTkRUl0

    BalasHapus

Salam!