My Buku Kuning Center : METAFORA ORANG BUTA DAN ORANG MELIHAT :

DROP MENU

Kamis, Juli 29, 2021

METAFORA ORANG BUTA DAN ORANG MELIHAT :

*Serial: 99 Inspirasi Dahsyat dari Perumpamaan-Live AlQuran (55) :

Negeri Orang Buta ?

By: Med Hatta

"Ayat kajian - sekarang - memaparkan pokok-pokok utama dakwah Islam, yaitu “Tauhid, Risalah, dan Kebangkitan”, melalui dalil-dalil yang rasional dengan metafora antara dua golongan: golongan hidayah dan golongan sesat, dan antara keimanan dan kekafiran, lalu Allah SWT membuat perumpamaan-live bagi kedua golongan dan memperjelas perbedaan besar antara petunjuk dan kesesatan, sebagaimana Matahari membedakan antara gelap dan terang, serta antara buta dan melihat...!"
*Baca: Versi Seluler 

Allah berfirman : 

مَثَلُ ٱلْفَرِيقَيْنِ كَٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْأَصَمِّ وَٱلْبَصِيرِ وَٱلسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Terjemah Arti: "Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" (QS. Hud: 24).

Komentar tokoh tafsir Ibnu Katsir: Allah memberikan perumpamaan tentang dua golongan; orang kafir dan orang mukmin, berfirman: "Perumpamaan kedua golongan", yaitu antara golongan kafir yang sengsara dan golongan orang mukmin yang berbahagia, golongan kafir ibaratnya seperti orang buta dan tuli, sedangkan golangan orang mukmin adalah melihat dan mendengar.

Golongan pertama, orang kafir disebut buta karena tidak melihat hakikat dan kebenaran di dunia, dan di akhirat ia tidak mendapat petunjuk kepada kebaikan dan tidak mengetahuinya. Ia (juga) disebut tuli karena tidak mendengar dalil-dalil dan tidak mendengar segala yang bermanfaat baginya. Allah berfirman :

وَلَوْ عَلِمَ ٱللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَّأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوا۟ وَّهُم مُّعْرِضُونَ

Terjemah Arti: "Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri." (QS. Al-Anfal: 23).

Adapun golongan kedua, orang yang mukmin dianugerahi kecerdasan yang luar biasa, mampu melihat kebenaran, membedakannya dengan kebatilan, lalu ia memilih yang terbaik dan meninggalkan yang buruk. Ia disebut mendengar karena mendengarkan semua dalil yang akurat dan logis serta membedakannya dengan yang palsu, dan baginya tak ada kompromi dengan kebatilan. Maka apakah sama (kualitas) di antara keduanya..?! Dan firman Allah : 

 أفلا تذكرون 

Terjemah Arti: "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?"

Yaitu, apakah mereka tidak bisa mencerna dan membedakan antara kedua golangan itu, padahal Allah sudah menjelaskan dengan akurat di dalam AlQuran, berfirman :  

لَا يَسْتَوِىٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۚ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

Terjemah Arti: "Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." (QS. Al-Hasyr: 20); 

وَمَا يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ؛ وَلَا ٱلظُّلُمَٰتُ وَلَا ٱلنُّورُ؛ وَلَا ٱلظِّلُّ وَلَا ٱلْحَرُورُ؛ وَمَا يَسْتَوِى ٱلْأَحْيَآءُ وَلَا ٱلْأَمْوَٰتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَآءُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِى ٱلْقُبُورِ؛ إِنْ أَنتَ إِلَّا نَذِيرٌ؛ إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ بِٱلْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۚ وَإِن مِّنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ

Terjemah Arti: "Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya, dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas, dan tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar. 

Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan. Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan." (QS. Fathir: 19-24). 

Negeri Orang Buta :

Suatu inspirasi yang cemerlang untuk mendekatkan kita pada tema kajian adalah sebuah cerita pendek yang legendaris tentang "Negeri Orang Buta" (The Country of the Blind) ditulis oleh H.G. Wells, terbit pertama kali dalam majalah The Strand edisi April 1904, dan dimuat dalam kumpulan cerpen Wells, Country of the Blind and Other Stories pada tahun 1911.

Wells memulai cerita pendeknya mengisahkan  tentang sekelompok imigran Peru yang melarikan diri dari tirani (kolonial) Spanyol, kemudian tiba-tiba terjadi bencana longsor di pegunungan Andes, yang mengisolasi orang-orang itu di suatu lembah misterius. Lalu, mereka terinfeksi oleh penyakit mata yang langka menyebar begitu cepat di antara mereka bag penyebaran pandemi Corona Virus Disease-Nineteen (COVID-19), yang membutakan mata mereka semua. 

Masyarakat menganggap mereka itu terkena dosa kutukan, maka tidak ada yang mau mengunjungi mereka, dan mereka-pun tidak pernah (lagi) meninggalkan lembah mereka. Selanjutnya mereka mewariskan pada putra-putra mereka kebutaan, dari generasi ke generasi. Di sini muncul pemeran utama dari cerita ini (Neon).

Suatu hari, seorang pendaki gunung Neon sedang menjalankan hobinya di pegunungan Andes, tiba-tiba kakinya terpeleset dan jatuh dari puncak pegunungan ke pemukiman, beruntung Neon tidak terluka parah karena ia jatuh persis di atas lokasi pepohonan yang bersalju..

Pengamatan pertamanya setelah memperhatikan suasana pemukiman di sekitar adalah bahwa rumah-rumah warga tidak memiliki jendela dan dindingnya dicat dengan warna-warna mencolok (norak), dengan cara berantakan.

Kemudian berkesimpulan dalam hati sendiri bahwa - pasti - orang yang membangun rumah-rumah ini adalah orang buta. Lalu, ia mulai berjalan pelan merambah ke pusat kampung, dan mencoba menyapa orang-orang yang ditemui, ia berjalan di depan hidung mereka tapi tidak ada yang menoleh ke arahnya, maka Neon semakin yakin bahwa dirinya berada di "negari orang buta..."

Selanjutnya pendaki Neon menutuskan untuk duduk bersama sekelompok orang kampung, dan mulai memperkenalkan dirinya sekaligus menjelaskan sebab yang membawanya sampai di kampung mereka sekarang, semua tentang dirinya diceritakan oleh Neon kepada mereka secara detail untuk menghindari kecurigaan mereka...

Namun, yang menarik ketika Neon mulai - secara pelan - mengorek tentang keadaan mereka, apa yang menyebabkan mereka buta satu kampung, tidak ada yang melihat, bahkan tidak ada yang memiliki bola mata satupun...?! Ajaibnya, yang ditanya malah bingung, dan berbalik memberondong pertanyaan-pertanyaan yang aneh: Apa itu buta,,, apa itu mihat,,, bagaimana dan dengan cara apa orang melihat,,, apa yang disebut mata, seperti apakah bentuknya bola mata,,, dimana letaknya dst... Semua itu dianggapnya misterius dan tidak dikenal dalam kamus mereka...

Karena mereka merasa tamunya itu aneh, maka mereka mulai mentertawakan ya dan menganggapnya mengalami gangguan kejiwaan. Dan, tidak sampai di situ saja, bahkan mereka beramai-ramai menggiring Neon - dengan karekter butanya - menuju ke rumah pemimpin mereka, dan melaporkan kehadiran warga baru yang membawa penyakit aneh namanya "melihat".

Kemudian pemimpin itu memeriksa keadaan tubuh Neon terutama dibagian wajah; ia memasukkan tangannya pada liang mata Neon dan menceritakan kepada warga tentang semua yang disentuh dan dirasakannya; bahwa tamunya memiliki kelainan dibagian wajahnya,,, terdapat dua lubang "aneh" di atas hidungnya dan selalu bergerak-gerak,,, keadaan fisiknya tidak normal dan sangat rentan dan lemah,,, dan keterangan-keterangan aneh yang lain disebutnya...

Dari situlah Neon mulai menyadari bahwa betapa masyarakat baru yang ditemuinya - sekarang - telah mengalami hidup yang amat gelap,,, sejatinya mereka-lah manusia yang paling lemah di muka bumi ini, mereka telah melalui hidup dalam kebutaan sepanjang 15 generasi,,, Tapi, sebaliknya mereka - justru - menganggap kita (yang melihat) sebagai makhluk dari dunia dongeng....

Berdasarkan dari hasil diagnosa pemimpin negeri orang buta tersebut, mereka memutuskan untuk mencongkel kedua bola mata Neon agar kembali "normal", mereka menganggap bahwa mata itulah penyebab penurunan IQnya dan menyebabkannya gila. Dan - menurutnya lagi - bahwa pandemi "melihat" tersebut dapat menular di tengah masyarakat...

Pemeran utama cerita, Neon tidak berhasil menjelaskan arti penglihatan,,, bagaimana (pula) seorang yang tidak pernah melihat mengerti arti penglihatan? Beruntung Neon bisa melarikan diri sebelum mereka matanya mencongkel matanya, ia bergumam di dalam hati: Bagaimana orang buta bisa menjadi sehat, sedangkan penglihatan bagi mereka adalah penyakit ?! 

Fakta bahwa “negeri orang buta” adalah, yang memiliki karakter, seperti: 

  1. Setiap komunitas/ golongan yang didominasi oleh kebodohan, kekacauan, korupsi, keterbelakangan, kemiskinan, kekerasan dan fanatisme, karena ide-ide yang tidak valid dan dominan. Dan usaha dakwah pencerahan yang masuk - selalu - dihadapkan dengan penolakan, kecurigaan dan kekerasan...
  2. Setiap komunitas/ golongan yang didominasi oleh sektarianisme, kebencian terhadap orang lain yang berbeda, dan pembenaran untuk merugikan setiap orang yang berbeda..
  3. Setiap komunitas/ golongan yang individual yang perhatian utamanya adalah apa yang mereka bisa peroleh untuk dirinya, bukan apa yang mereka berikan. 
  4. Inti dari semuanya adalah kafir dari berbagai dimensinya.

Buta, bukan karena mata tidak melihat, tapi nurani yang tidak melek. Allah berfirman : 

أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَٰرُ وَلَٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ

Terjemah Arti: "Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." (QS. Al-Hajj: 46).

Wallahu Musta'an !

<<<===[54]•TERKAIT•[56]===>>>


KAJIAN SELANJUTNYA :

(30) Kehidupan Dunia Seperti Air Hujan 

(31) Ibarat Hujan Menumbuhkan Tanaman-tanaman 

(32) Dunia Laksana Panggung Sandiwara 

(33) Koalisi Munafiq dan Yahudi Yang Gagal 

(34) Protokoler Setan Menggoda Seseorang 


KAJIAN SEBELUMNYA : 

(28) Penciptaan dan Kebangkitan Seperti Hanya Satu Jiwa 

(27) Penciptaan Isa Seperti Penciptaan Adam 

(26) Penciptaan Manusia Seperti Penciptaan Langit 

(25) Bahtera Dalam Gelombang Laksana Gunung 

(24) Gunung Melayang Diatas Kepala Bani Israil

Tidak ada komentar:

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic