My Buku Kuning Center : RENUNGAN RAMADHAN 1430 H. (Lailatul Qadr)

Friday, August 21, 2009

RENUNGAN RAMADHAN 1430 H. (Lailatul Qadr)

LAILATUL QADR TAHUN INI JATUH PADA
MALAM SELASA 25 RAMADHAN 1430 H.(Oleh: Med HATTA)
Allah Berfirman:

Alhamdulillahi Rabbil’alamin... Segala puji bagi Allah yang telah memberikan ni’mat yang sangat banyak kepada kita. Lautan-lautan dunia akan kering dijadikan tinta, hutan-hutan dunia akan gundul dijadikan pena, untuk menuliskan ni’mat-ni’mat Allah, maka tidak akan sanggup menghitung ni’mat Allah yang sangat luas itu. Di antara ni’mat besar yang diberikan Allah kepada umat manusia adalah bulan suci Ramadhan, pada bulan ini diturunkan Al Qur’an, dan di dalam bulan ini terdapat satu malam saja yang nilai kebaikannya melebihi seribu bulan. Kata Ibnu Mas’ud r.a.: Barangsiapa mendapatkan tahun depan hendaklah mencari Lailatulqar...

Insya Allah, tahun ini umat islam di seluruh dunia akan menyengsong bulan suci Ramadhan yang penuh berkah itu pada malam Sabtu 01 Ramadhan 1430 H. Dengan demikian, maka Lailatulqadr tahun ini – berdasarkan kajian kita -- akan jatuh pada malam Selasa 25 Ramadhan 1430 H. di seluruh dunia. Baca surah Al Qadr di atas kemudian ikuti kajian selanjutnya....

Dari konteks 5 ayat dari surah Al Qadr diatas, diketahui bahwa peristiwa malam Al Qadr (Lailatulqadr) itu hanya terjadi sekali dalam setahun dari sejak malam turunnya Al Qur’an kepada nabi Muhammad SAW sampai hari kiamat kelak. Bahwa semalam saja pada peristiwa malam itu Nilai kebaikannya melebihi dari 1000 bulan, atau sekitar 30.416 malam bumi, atau lebih dari 83 tahun bumi.

Sebabnya karena pada peristiwa malam itu Allah mengizinkan semua malaikat yang mengurusi manusia dan bagian kesejahteraan bumi turun dibawah pimpinan malaikat Jibril untuk melaksanakan segala tugasnya. Maka sepanjang malam itu diliputi oleh kedamaian dan kesejahteraan sampai dengan terbit fajar.
Kapan Peristiwa Lailatulqadr?Untuk menyingkap kapan persisnya peristiwa Lailatulqadr, kajian ini akan berusaha maksimal mempelajari beberapa hadits dan pengalaman-pengalaman shahabat nabi tentang peristiwa luar biasa tersebut, serta akan dilengkapi dengan pengalaman pribadi yang cukup menakjubkan, sebagai berikut:A. Hadits Nabi:



  1. Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya: Dari Ebadah bin Ash-Shamit berkata: Nabi Muhammad SAW keluar untuk memberitahukan kepada kita tentang lailatulqadr tiba-tiba dicegat oleh dua orang muslim, maka Nabi SAW bersabda: “tadinya saya keluar untuk memberitahukan kalian dengan lailatulqadr….” (Hadist).

    Ibn Hajar mengomentari hadits riwayat Imam Bukhari ini: Sabda Nabi SAW “untuk memberitahukan kalian”: yaitu memastikan lailatulqadr.


  2. Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Shahihnya: Dari Ebadah bin Ash-Shamit mengatakan, Rasulullah SAW bersabda: “… Maka raba-rabalah pada malam kesembilan, ketujuh dan kelima (sepuluh terakhir)”. (Hadits).

    Menurut dalam kamus “Lisan Al-Arab”: Kata kerja “lamasa, al-iltimaas” (raba, meraba-raba) pada hadits; yaitu “ath-thalabu” (mencari), “ath-thalammus” (mencari terus menerus).


  3. Hadits dalam Kitab Shahih Bukhari dari Aisya r.a.; bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pantaulah Lailatulqadr pada malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan”. (Hadits).

    Menurut dalam kamus “Lisan Al-Arab”: Kata dasar “At-taharri” (memantau) pada hadits; yaitu berharap dan bersunggu-sungguh dalam pencarian dan tekun melakukan sesuatu dengan tingkah dan laku.


  4. Sabda Rasulullah SAW: “Carilah Lailatulqadr pada malam dua puluh tiga”. (Kitab Shahih Ibn Khuzeimah dari Abdullah bin Unais r.a.).



  5. Imam Bukhari menuliskan bab khusus dalam Kitab Shahihnya: Pengetahuan Lailatulqadr terhalang oleh cegatan orang, lalu Imam berkata: Telah diberitakan kepada kami oleh Muhammad bin Al-Mutsanna, oleh Khalid bin Al-Harits, oleh Hamid, oleh Anas, dari Ebadah bin Ash-Shamit r.a. berkata: Nabi Muhammad SAW keluar untuk memberitahukan kepada kita tentang lailatulqadr tiba-tiba dicegat oleh dua orang muslim, maka Nabi SAW bersaabda: “tadinya saya keluar untuk memberitahukan kalian dengan lailatulqadr tiba-tiba dicegat oleh (fulan dan fulan), maka tergantung (lupa),semoga itu lebih baik bagi kalian maka carilah itu pada Sembilan, tujuh dan lima (sepuluh terakhir) ” (Hadist).
Dari hadits-hadits diatas diketahui bahwa Lailatulqadr bukan hal yang gaib, tetapi bisa dipantau oleh manusia yang menginginkan kemuliaanya.B. Pengetahuan Shahabat-shahabat Nabi tentang Lailatulqadr:

  1. Imam Muslim meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya : Muhammad bin Abdela’laa telah mencerikan kepada saya, kami diceritakan oleh Al-Mu’tamar, oleh Emarah bin Ghaziyah Al Anshari berkata: Saya telah mendengarkan Muhammad bin Ibrahim menceritakan dari Abu Salamah dari Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Bahwa sanya Rasulullah SAW i’tikaf pada 10 pertama Ramadhan kemudian i’tikaf (lagi) 10 pertengahan di sebuah qubah yang beratap anyaman, lalu Rasulullah menyingkap anyaman tersebut dengan tangannya dan melongokkan kepala di atas qubah seraya berseru kepada orang-orang dan mereka mendengarkannya, bersabda: “Sesungguhnya saya telah i’tikaf pada 10 pertama (Ramadhan) mencari malam itu (Lailatulqadr) dan i’tikaf (lagi) pada 10 pertengahan kemudian saya didatangi (Jibri atau firasat-Red) mengatakan bahwa (Lailatulqadr) datang pada 10 terakhir, maka barangsiapa diantara kalian ingin i’tikaf maka beri’tikaflah ”. (Lanjut Abu Said Al-Khudri): Maka orang-orang pada i’tikaf bersama Rasulullah SAW, dan saya menyaksikan Lailatulqadr pada malam ganjil serta saya bersujud pada paginya diatas lumpur dan genangan air. Kejadian itu pada malam ke-21, Rasulullah SAW Shalat sampai subuh dalam suasana hujan bercucuran menggenangi mesjid, maka nampak lumpur dan genangan air. Nabi keluar dari mesjid setelah shalat subuh dengan bekas lumpur dan basah pada dahi dan ujung hidung beliau. Maka Lailatulqadr adalah malam ke-21 dari 10 terakhir (Ramadhan).


  2. Riwayat dari Imam Muslim, berkata: Said bin Amr bin Sahl bin Ishaq bin Muhammad bin Al-Asy’ats bin Qais Al Kindi dan Ali bin Khasyram keduanya bercerita kepada kami; kami telah diceritakan oleh Abu Dhamrah ia diceritakan oleh Adh-Dhahhak bin Otsman, berkata Ibn Khasyram dari Adh-Dhahhak bin Otsman dari Abu An-Nadher - Maula – Omar bin Obeidillah dari Basr bin Said dari Abdellah bin Unais: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kamu saya telah mengetahul Lailatulqadr kemudian lupa, dan saya teringat subuhnya saya bersujud diatas air dan lumpur”. Lanjut (Abdellah bin Unais): Pada waktu itu kami diguyur hujan malam ke-23, maka Rasulullah SAW memimpin kami shalat jama’ah setelah selasai beliau keluar dengan bekas basah dan lumpur pada dahi dan hidung beliau. Abdellah bin Unais berpendapat: Malam ke-23.


  3. Riwayat Muslim dalam Kitab Shahihnya berkata: Muhammad bin Hatem dan Ibn Abu Omar telah bercerita kepada kami, keduanya dari sumber Oyainah, Ibn Hatem menceritakan kami dari Sofyan bin Oyainah dari Abdah dan Ashem bin Abu An-Nujud, kami mendengarkan Zarr bin Hubaisy berkata: Saya telah tanya Ubay bin Ka’ab r.a. bahwa: Adalah saudaramu Ibn Mas’ud telah berkata barang siapa mendapatkan tahun depan hendaklah mencari Lailatulqadr, Dia (Ubay bin Ka’ab) menjawab: Semoga Allah merahmatinya (Ibn Mas’ud), dia sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepada orang lain padahal dia sudah tahu kalau itu di bulan Ramadhan, pada 10 terakhir tepatnya malam ke-27...
Menentukan Nama dan Waktu Peristiwa Lailatulqadr:Dari ayat kajian diatas dipastikan bahwa peristiwa Lailatulqadr terjadi pada suatu malam, dan nama malam itu tentunya tidak terlepas dari salah satu dari 7 malam yang kita kenal, yaitu malam-malam: (Sabtu – Ahad – Senin – Selasa – Rabu – Kamis atau Juma’at).

Dan dari keterangan-keterangan hadits diatas semakin menambah pengetahuan kita terhadap peristiwa malam mulia itu dan menggugah hati untuk mendifinisikannya dan mengungkap initial nama malamnya. Dari berbagai riwayat hadits nabi mengisyaratkan pada 10 terakhir bulan Ramadan. Semakin jelas bahwa peristiwa Lailatulqadr terjadi pada suatu malam tertentu, satu nama dan terjadi diantara hitungan ganjil pada 10 terakhir bulan suci Ramadhan. Maka Lailatulqadr terjadi pada malam-malam ke: (21 – 23 – 25 – 27 atau 29)...

Kemudian dari pengalaman-pengalaman para shabat Rasulullah SAW, sebagaimana pada beberapa sampel di atas, diperoleh keterangan lebih rinci bahwa mereka pada umumnya telah mengetahui peristiwa Lailatulqadr dengan pengalaman yang berbeda-beda setiap tahun selama bersama Rasulullah SAW, seperti:
  • Abu Said Al-Khudri r.a; mengetahui malam ke-21 (HR. Muslim)
  • Abdellah ibn Unais r.a; mengetahui malam ke-23 (HR. Muslim)
  • Abdellah ibn Abbas r.a; mengetahui malam ke-23 (HR. Ahmad)
  • Abu Zar r.a; mengetahui malam ke-27 (HR. Ibn Khuzaimah)
  • Ubay ibn Ka’ab r.a; mengetahui malam ke-27 (HR. Muslim).

Ciri-ciri Lailatulqadr:Keterangan-keterangan diatas lebih jauh merinci Lailatulqadr terjadi pada malam hari, memiliki satu nama tertentu, peristiwanya pada malam-malam ganjil di 10 terakhir Ramadhan. Dan berpindah-pindah diantara malam-malam ganjil. Nah, bagaimana menentukan atau memastikan Peristiwa Lailatulqadr itu…?

Ciri-ciri Lailatulqadr telah digambarkan oleh Rasulullah SAW secara rinci, sebagai berikut:
  • Lailatulqadr: Malam yang damai, tenang, tiada panas dan tiada dingin, Matahari di pagi harinya lemah merekah”. (HR: Abu Daud dan Al Baihaqi, dikuatkan oleh Syekh Al-Albani sebagai hadits shahih dalam Kitabnya Shahih Al-Jami, no: 5475).


  • Lailatulqadr: malam ke-27 dan 29, Malaikat-malaikat pada malam itu berkumpul di bumi dalam jumlah tidak terjangkau banyaknya”. (HR: Ahmad dari Abu Hurairah dan riwayat Abu Daud dan Ibn Khuzaimah, disebutkan Syekh Al-Albani sebagai hadits “Hasan”, Kitab Shahih Al-Jami, no: 5473).


  • Lailatulqadr: Malam agung, tiada panas dan tiada dingin, tidak ada bintang jatuh dan ciri-ciri harinya matahari tidak bersinar terang”, dikategorikan oleh Syekh Al-Albani sebagai hadits “Hasan”, Kitab Shahih Al-Jami, no: 5472).

Catatan Penting dari Seorang Hamba:Nah, berdasarkan dari keterangan-keterangan diatas dan diperjelas oleh ciri-ciri yang telah digambarkan Rasulullah SAW ini, dengan pertolongan dan inayah Allah SWT, melalui kajian ini penulis berharap dapat mendeksi Peristiwa Lailatulqadr yang mulia itu. Metode kajian ini adalah mendeteksi Peristiwa Lailatulqadr pada malam-malam ganjil dari 10 terakhir bulan suci Ramadan dengan merujuk kepada ciri-ciri yang telah digambarkan oleh Rasulullah SAW, karena kajian ini sangat yakin bahwa hadits-hadits tersebut Fakta nyata – tanpa meragukan – yaitu mengindentifikasikan Peristiwa malam itu dengan mengetahui cuaca pagi dari Lailatulqadr.

Dengan mengetahui suasana pagi dari malam Alqadr, membantu mengidentifikasi Lailatulqadr itu sendiri dan memudahkan merinci tanggal persisnya diantara malam-malam ganjil tersebut.

Dan, Subhanallah wa Bihamdihi - secara tidak sengaja - penulis menemukan sebuah catatan penting dari seorang hamba Allah, ia mencatatkan pengalamannya semenjak dari tahun 1419 H/ 1998 M merecord suasana terbitnya matahari pada setiap sepuluh terakhir Ramadhan. Dalam catatan tersebut nampak jelas hanya ada satu pagi saja yang mataharinya bersinar lemah, yaitu paginya malam Selasa pada setiap hitungan ganjil dari 10 terakhir Ramadhan dan berulang setiap tahun. Dan tidak pernah bergeser pagi ini dari pagi Malam Selasa selamanya. Tetapi yang berubah bukan nama malam itu melainkan tanggalnya saja.

Pagi dari malam Selasa yang mataharinya tidak bercahaya tersebut tetap tiada pernah berubah setiap tahunnya semenjak dari: (1419 H, 1420 H, 1421 H, 1422 H, 1423 H, 1424 H, dan Tahun 1425 H). Matahari terbit dengan cahaya lemah hanya pada setiap pagi dari malam Selasa saja, dan berpindah dari hitungan ganjil ke ganjil lain pada sepuluh terakhir Ramadhan (21 – 23 – 25 – 27 dan 29). Dengan perpindahan tanggal-tanggal tersebut, telah menyempurnakan 5 kali perpindahan pada 5 malam-malam ganjil.
Lailatulqadr Hanya Terjadi Pada Malam Selasa Sampai Hari Kiamat:Berikut ini Jadwal Perpindahan Lailatulqadr Pada 11 tahun terakhir dan menjadi pedoman Untuk Tahun-Tahun Berikutnya. Nampak jelas bahwa Lailatulqadr hanya terjadi pada malam Selasa saja setiap 10 terakhir bulan suci Ramadhan, Lihat Jadwal:


Dan dari keterangan diatas didapatkan sebuah kesimpulan baru dan pengetahuan baru untuk pemikiran Islam, sebagai berikut:
  • PERTAMA: Matahari tidak terbit tanpa sinar dan redup kecuali hanya pada pagi dari malam Selasa saja di setiap hitungan ganjil dari 10 terakhir bulan suci Ramadhan.

  • KEDUA: Lailatulqadr terjadi pada malam Selasa dan tidak akan berubah sampai hari kiamat.

  • KETIGA: Bulan suci Ramadhan tidak akan berawal di planet bumi pada malam Jum’at dan tidak juga malam Ahad sampai kiamat.
Dua malam tidak akan diawali masuknya bulan suci Ramadhan Sampai Hari Kiamat:Dari hadits-hadits Rasulullah SAW diketahui bahwa Lailatulqadr tidak akan terjadi kecuali pada malam-malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan suci Ramadhan. Bahwa Lailatulqadr hanya bisa terjadi pada malam Selasa saja sampai hari kiamat. Jika diasumsikan bulan suci Ramadhan masuk pada malam Jum’at, Lailatulqadr terjadi pada malam Selasa tanggal 26 (= genap dari sepuluh terakhir). Hal ini bertentangan dengan Hadits Rasulullah SAW bahwa Lailatulqadr terjadi pada malam ganjil dari 10 terakhir. Dengan demikian bulan Ramadhan tidak akan diawali dengan malam Jum’at sampai hari kiamat.

Begitu juga Jika diasumsikan bulan suci Ramadhan masuk pada malam Ahad, Lailatulqadr terjadi pada malam Selasa tanggal 24 (= genap dari sepuluh terakhir). Hal ini bertentangan dengan Hadits Rasulullah SAW bahwa Lailatulqadr terjadi pada malam ganjil dari 10 terakhir. Dengan demikian bulan Ramadhan tidak akan diawali dengan malam Ahad sampai hari kiamat.

Berikut ini Jadwal Menentukan Lailatulqadr berdasarkan dari malam yang dimulai masuknya Ramadhan dan sekaligus membatalkan awal Ramadhan dimulai pada malam Jum’at dan Ahad:
A. Sampel (1): Bulan Ramadhan Masuk Malam Sabtu:Jika Bulan Suci Ramadhan Masuk pada malam Sabtu, Lailatulqadr jatuh pada Malam Selasa tanggal 25 (ganjil dari sepuluh terakhir).

B. Sampel (2): Bulan Ramadhan Masuk Malam Ahad:Jika bulan suci Ramadhan masuk pada malam Ahad, Lailatulqadr malam Selasa tanggal 24 (Genap dari sepuluh terakhir). Hal ini bertentangan dengan Hadits Rasulullah SAW bahwa Lailatulqadr terjadi pada malam ganjil dari 10 terakhir.

Dengan demikian bulan Ramadhan tidak akan diawali dengan malam Ahad sampai hari kiamat.

C. Sampel (3): Bulan Ramadhan Masuk Malam Senin:Jika Bulan Suci Ramadhan Masuk pada malam Senin, Lailatulqadr jatuh pada Malam Selasa tanggal 23 (ganjil dari sepuluh terakhir).


D. Sampel (4): Bulan Ramadhan Masuk Malam Selasa:Jika Bulan Suci Ramadhan Masuk pada malam Selasa, Lailatulqadr jatuh pada Malam Selasa tanggal 29 (ganjil dari sepuluh terakhir).


E. Sampel (5): Bulan Ramadhan Masuk Malam Rabu:Jika Bulan Suci Ramadhan Masuk pada malam Rabu, Lailatulqadr jatuh pada Malam Selasa tanggal 21 (ganjil dari sepuluh terakhir).


F. Sampel (6): Bulan Ramadhan Masuk Malam Kamis:Jika Bulan Suci Ramadhan Masuk pada malam Kamis, Lailatulqadr jatuh pada Malam Selasa tanggal 27 (ganjil dari sepuluh terakhir).


G. Sampel (7): Bulan Ramadhan Masuk Malam Jum’at:Jika bulan suci Ramadhan masuk pada malam Jum’at, Lailatulqadr malam Selasa tanggal 26 (Genap dari sepuluh terakhir). Hal ini bertentangan dengan Hadits Rasulullah SAW bahwa Lailatulqadr terjadi pada malam ganjil dari 10 terakhir.

Dengan demikian bulan Ramadhan tidak akan diawali dengan malam Jum’at sampai hari kiamat.
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading