My Buku Kuning Center : GUNUNG JUDI PELABUHAN PERAHU NUH AS. :

DROP MENU

Sabtu, September 25, 2021

GUNUNG JUDI PELABUHAN PERAHU NUH AS. :

*Mukjizat Dimensi Geografi AlQuran (14)

Gunung Judi Di Turki

By: Med Hatta 

"Gunung Judi adalah nama tempat yang disebutkan dalam AlQuran sebagai lokasi berlabuh Bahtera Raksasa Nabi Nuh as, yang menyelamatkan umat manusia dan semua jenis spesies makhluk hidup dari kepunahan telak, akibat bencana topan dahsyat yang menenggelamkan bumi secara total pada masa nabi Nuh as, sekitar tahun 2200 SM, atau sekitar 4221 tahun yang lalu. Gunung Judi mencuat dan viral (kembali) setelah - secara kebetulan - seorang pengembala kambing, Rachid Kurdi Sarhan (warga Turki) menemukan sisa-sisa kapal Nuh yang telah lapuk oleh sedimen air tawar dan termakan usia, di wilayah Turki. Dan setelah dilakukan penelitian ilmiah pada sampel kayunya, dengan menggunakan isotop karbon radioaktif, maka tim arkeolog dari US dapat memastikan umur papan kayu dari kapal tersebut telah berusia 4000-an tahun, atau sezaman dengan nabi Nuh as. Maka sejak itu diketahui bahwa gunung Judi yang disebutkan ayat kajian berlokasi di wilayah pegunungan bagian Provensi Sirnak - Selatan Turki, sekitar 8 Km dari perbatasan Irak, tempat nabi Nuh merakit kapalnya."

*Baca: Versi Seluler

Allah berfirman :

وَقِيلَ يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Terjemah Arti: "Dan difirmankan, "Wahai Bumi! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan!) berhentilah." Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan dan kapal itu pun berlabuh di atas Gunung Judi, dan dikatakan, "Binasalah orang-orang zalim." (QS. Hud: 44).

Nabi Allah NUH as bin Lamik bin Matusylakh bin Khanukh (IDRIS as) bin Yarid bin Mahlayl bin Qinan bin Anusy bin SYITS bin ADAM as (bapak manusia). Nuh lahir 126 tahun setelah wafat nabi Adam as (Lihat: Thabari dkk). Atau sekitar tahun 2500 SM. Allah SWT mengutus Nuh as menjadi rasul pada kaumnya Bani Rasib, yang mendiami Jazirah Arabia di wilayah bagian selatan Irak (sekitar Kufah: sekarang). 

Nuh diperintahkan Allah SWT berdakwah mengajak kaumnya untuk menyembah kepada Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan berhala-berhala yang tidak mendatangkan manfaat dan mudharat. Namun, dakwah marathon (siang dan malam) selama 950 tahun yang dilakukan Nuh tidak menjadikan kaumnya beriman, melainkan semakin sesat dan zalim, kecuali hanya sedikit saja yang beriman kepada nabi Nuh. 

Maka Allah menurunkan azab-Nya kepada kaum yang zalim itu, dan memusnahkan mereka dengan topan besar yang menenggelamkan mereka dan dunia seluruhnya. Serta menyelamatkan Nuh dan orang-orang beriman yang ikut bersamanya di atas perahu. Allah berfirman :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمْ ظَٰلِمُونَ؛ فَأَنجَيْنَٰهُ وَأَصْحَٰبَ ٱلسَّفِينَةِ وَجَعَلْنَٰهَآ ءَايَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

Terjemah Arti: "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim. Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai pelajaran bagi semua manusia." (QS. Al-Ankabut: 14-15).

Kata Ibnu Abbas ra: Orang-orang beriman yang selamat bersama Nuh di dalam perahu berjumlah 80 laki-laki dewasa dan masing-masing membawa keluarga mereka. Perahu yang membawa mereka berjalan laksana gunung mengitari bumi yang tenggelam selama 150 hari, Allah mengarahkan perahu ke arah Makkah maka perahu mengelilingi Ka'bah selama 40 hari, dan selanjutnya perahu menuju ke atas puncak Gunung Judi, dan membuang sauh di sana. 

Menurut Qatadah dan lainnya, Nuh dan orang-orang beriman mulai naik ke perahu pada tanggal 10 Rajab, berputar di atas samudra yang menutupi seluruh permukaan bumi selama 150 hari, lalu Nuh menurunkan sauh di Gunung Judi, dan menunggu topan surut selama 1 bulan. Dan mereka keluar dari perahu pada hari 'Asyuraa (10 Muharram). 

Maka pasca topan besar itu dipastikan bahwa penduduk yang menghuni bumi seluruhnya, hanya orang-orang yang turun dari perahu Nuh itu (saja). Nuh mempunyai 3 orang anak yang selamat bersannya; Sam, Ham dan Yafeth, maka semua manusia yang ada di dunia ini sekarang, dari semua bangsa, bahasa dan warna kulit, semuanya keturunan dari anak-anak Nuh tersebut. Karenanya, Nuh disebut sebagai "Bapak Kedua Manusia". Allah berfirman :

وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ 

Terjemah Arti: "dan kapal itu pun berlabuh di atas Gunung Judi,"

Berbeda pendapat ulama tafsir dan sejarah tentang georgafi letak Gunung Judi yang dimaksud ayat kajian; ada yang mengatakan berada di Mosul - Irak,  terletak di perbatasan Suriah, Utara Irak, atau Amad. Kata Al-Asfahani, ia berada di Jazirah Arab antara Mosul dan pulau Ibnu Umar Utara Mosul. Tapi semua pendapat ini - sejatinya - menunjukkan satu tempat, karena Mosul, Pulau Ibnu Umar dan Amad semuanya berada di Utara Irak.

Tetapi ada pendapat lain (terakhir) yang lebih meyakinkan, Gunung Judi yang disebutkan dalam AlQuran sebagai tempat berlabuh Bahtera Raksasa nabi Nuh as, yang menyelamatkan umat manusia dan semua jenis spesies makhluk hidup dari kepunahan telak, akibat bencana topan dahsyat yang menenggelamkan bumi secara total pada masa nabi Nuh as, sekitar tahun 2200 SM, atau sekitar 4221 tahun yang lalu itu berada di wilayah Kurdi selatan Turki.

Pendapat terakhir ini tiba-mencuat dan viral setelah - secara kebetulan - seorang pengembala kambing, Rachid Kurdi Sarhan (warga Turki) menemukan sisa-sisa kapal Nuh yang telah lapuk oleh sedimen air tawar dan termakan usia. Setelah dilakukan penelitian sampel kayu dari kapal yang ditemukan itu, dengan menggunakan isotop karbon radioaktif, maka tim arkeolog yang dipimpin oleh 2 ilmuan US, Ron Wyatt dan David Fasold, dan setelah melalui penelitian panjang (1978-1997), maka mereka dapat memastikan umur papan-papan kayu dari kapal telah berusia 4000-an tahun, atau masa nabi Nuh as. 

Lokasi penemuan tersebut yang juga merupakan tempat berlabuh Kapal Raksasa Nuh setelah surut topan adalah di wilayah pegunungan Judi (Ararat) bagian Provensi Sirnak - Selatan Turki, atau sekitar 8 Km dari perbatasan Utara Irak, tempat nabi Nuh diutus untuk bangsa Bani Rasib dan merakit kapalnya tersebut. Dan semenjak penemuan bersejarah itu, Gunung Judi telah menjadi tempat wisata sejarah dan spritual bagi orang-orang Turki.

Sebagaimana Gunung Judi, pelabuhan perahu raksasa Nuh yang telah menyelamatkan keberlangsungan kehidupan manusia dan hewan dari kepunahan telak di muka bumi, sudah menjadi tujuan wisata dunia yang setiap tahun menerima ribuan pengunjung dan manca negara, untuk melihat Gunung Judi yang bersejarah itu, dan sebagaiman AlQuran telah menjadikannya tanda-tanda bagi orang-orang yang beriman. Allah berfirman :

فَأَنجَيْنَٰهُ وَأَصْحَٰبَ ٱلسَّفِينَةِ وَجَعَلْنَٰهَآ ءَايَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

Terjemah Arti: "Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai pelajaran bagi semua manusia." (QS. Al-Ankabut: 15). 

Wallahul Musta'an !


Kajian Berhubungan : 

Tidak ada komentar:

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic