My Buku Kuning Center : LANGIT TERBELAH SEPERTI MAWAR MERAH:

Tuesday, December 16, 2014

LANGIT TERBELAH SEPERTI MAWAR MERAH:

Serial: 99 Perumpamaan LIVE Dalam Alquran (13):


Rosetta Nebula (Mawar Awan)
Oleh: Med HATTA


Dari ayat kajian di atas, nampak sekali Alquran senantiasa memberikan kepada kita perumpamaan yang fantastis untuk mendekatkan umat manusia kepada fenomena hari kiamat, Allah SWT di dalam ayat kajian menggambarkan sebuah gejala yang sangat dahsyat akan di lalui umat manusia, yaitu peristiwa terbelahnya langit pada hari kiamat. Dan proses pembelahan langit itu akan nampak seperti sekuntum bunga mawar yang berwana merah menkilap. (My Buku Kuning)



Allah berfirman:

Artinya: "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak" (QS: 055: 37).


Dari ayat kajian di atas, nampak sekali Alquran senantiasa memberikan kepada kita perumpamaan yang fantastis untuk mendekatkan umat manusia kepada fenomena hari kiamat, Allah SWT di dalam ayat kajian menggambarkan sebuah gejala yang sangat dahsyat akan di lalui umat manusia, yaitu peristiwa terbelahnya langit pada hari kiamat. Dan proses pembelahan langit itu akan nampak seperti sekuntum bunga mawar yang berwana merah menkilap.


Namun, sebelum lebih jauh menjelaskan mukjizat ayat kajian kita, penulis ingin menceritakan sebuah peristiwa langka yang menakjubkan, baru-baru ini para astronom menemukan suatu fenomena menarik di langit (luar angkasa), mereka menyaksikan gumpalan raksasa dari nebula (awan) yang mereka sebut dengan "Rosette Nebula", yang artinya kembang awan atau awan yang berbentuk bunga mawar besar.


Kemudian para ilmuan tersebut menyingkap bahwa awan yang berbentuk mawar raksasa itu adalah berasal dari sebuah bintang besar yang menyemburkan gaz dalam skala sangat besar dan kecepatan yang amat tinggi disebabkan oleh tegangan yang sangat tinggi dan suhu panas yang memuncak di atas permukaannya. Lalu gaz-gaz itu menyatu berlapis-lapis sehingga menyerupai bunga mawar raksasa dengan beraneka ragam warna meski dominan berwarna merah persis seperti sepucuk bunga mawar merah yang menkilap sebagaimana diceritakan di dalam Alquran pada ayat kajian di atas.


Selanjutnya, ada sebuah foto yang lebih menakjubkan lagi, diambil oleh ilmuan NASA tentang ledakan sebuah bintang yang efeknya menyerupai sekuntum bunga mawar juga seperti diceritakan di dalam Alquran tersebut. Nah, dari ledakan bintang ini kita bisa menyaksikan ilustrasi bagaimana langit akan terbelah di hari kiamat, dan bentuknya seperti mawar merah. Maka foto di atas bisa dikatakan sebagai minuatur identik dari peristiwa hari kiamat yang akan kita saksikan kelak.


Mukjizat Alquran Tentang Hakikat Langit Terbelah Seperti Mawar:
Allah berfirman (Surah Arrahman: 37):
فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ
Artinya: "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak" (QS: 055: 37). 
Sehubungan dengan kemajuan sains dan teknologi pada abad ke-20 lalu, para ilmuan khususnya dibidang astronomi telah mampu mengobserpasi langit (angkasa luar) dan segala apa yang di amati di sekitarnya dari bintang-bintang dengan jelas melalui teleskop bumi dan teleskop luar angkasa, maka para astronom pun dapat mengetahui bahwa bintang-bintang di langit itu mengalami proses perkembangan yang berbeda, di mana bintang-bintang generasi ketiga lahir dari bintang-bintang besar yang mengalami ledakan dahsyat, yang selanjutnya muncul bintang-bintang baru yang bersinar dan sebagian padam serta mati, sebagaimana yang akan dijelaskan di bawah.
Bagaimana Bisa Nampak Ledakan Seperti Mawar?
Sebuah pertanyaan yang telah menggugah para pakar tafsir dunia semenjak lebih dari 20 tahun lalu, dan yang pasti bahwa berita yang di sampaikan ayat kajian dari surah Arrahman itu belum terjadi, hingga kita akan mendapatkan ilustrasi live yang seakan-akan peristiwa itu benar-benar terjadi di depan mata jika kita menghubungkan dengan surah Al Insyiqaq, Allah berfirman: 
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتْ (1) وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ (2) وَإِذَا ٱلأَرْضُ مُدَّتْ (3) وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ (4) وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ (5)
Artinya: "Apabila langit terbelah; dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh; dan apabila bumi diratakan; dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong; dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh" (QS: 084: 1-5). 
Maka jelas bahwa berita yang terkandung di dalam ayat kajian adalah gambaran tentang sebuah peristiwa, yaitu "langit terbelah", dimana ayat menjelaskan kepada kita bahwa ketika terjadi ledakan suatu bintang maka akan terjadi sebuah belahan di langit pada lokasi bintang itu, dan bentuknya seperti mawar merah sebagaimana nampak dalam gambar. Situs resmi dari badan antariksa Amerika Serikat NASA menjelaskan bahwa bintang yang meledak dalam gambar itu adalah mempunyai ciri yang sama dengan karakter matahari kita dan ukurannya pun hampir sama, dan kemungkinan besar nasib matahari kita akan berakhir seperti itu pula. 
Langit Terbelah Pada Hari Kiamat:
Adapun kandungan yang terdapat di dalam surah Al Insyiqaq di atas, adalah merupakan gambaran live tentang peristiwa hari kiamat. Oleh karena itu nabi Muhammad SAW dalam sebuah haditsnya, bersabda: 
"Barangsiapa yang ingin menyaksikan peristiwa kiamat seakan-akan melihat terjadi di depan mata, maka hendaklah membaca (ayat): "إذا الشمس كورت" (Apabila matahari digulung); "وإذا السماء انفطرت" (Apabila langit terbelah); "وإذا السماء انشقت" (Apabila langit terbelah)" (Hadits). 
Jika kita ingin mengurut peristiwa-peristiwa yang akan dialami manusia pada hari kiamat seperti susunan surah, yaitu surah Attakwir (081); surah Alinfithar (082); dan surah Alinsyiqaq (084), berdasarkan hadits nabi SAW maka dapat diurutkan seperti: Pertama, tiupan yang mengejutkan; kedua, tiapan yang membinasakan; dan ketiga, tiupan membangkitkan di hadapan Allah Tuhan semesta alam. Atau seperti yang digambarkan pada surah Attakwir, Allah berfirman: 
إِذَا ٱلشَّمْسُ كُوِّرَتْ (1) وَإِذَا ٱلنُّجُومُ ٱنكَدَرَتْ (2) وَإِذَا ٱلْجِبَالُ سُيِّرَتْ (3) وَإِذَا ٱلْعِشَارُ عُطِّلَتْ (4)
Artinya: "Apabila matahari digulung; dan apabila bintang-bintang berjatuhan; dan apabila gunung-gunung dihancurkan; dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus)" (QS: 084: 1-5).
Bahwa sesungguhnya yang akan terjadi pertama kali (tiupan sangkakala pertama) adalah pada fase "attakwir" (matahari digulung), yaitu badai matahari yang sangat kencang dibarengi dengan asap yang tebal maka matahari akan tertutup (collapse), yang berakibat pada hilangnya sinar matahari karena gaz-gaz hydrogine yang menjadi sumber energi utamanya telah melayang terbawa oleh angin dan asap tadi.  Meski telang hilang cahaya matahari, ia tetap akan menjelma menjadi bintang yang tidak dapat dilihat karena gugur berjatuhan.
Pada saat genting seperti ini akan terjadi kepanikan total maka segala yang hamil akan melahirkan semua kandungannya, lempengan-lempengan bumi dan samudera akan bergerak dan bergeser berjauhan, terjadi gempa tektonik diseluruh pelosok bumi, keadaan ini persis seperti yang digambarkan Alquran dalam surah Al Zalzalah, Allah berfirman:
إِذَا زُلْزِلَتِ ٱلأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ ٱلأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ ٱلإِنسَانُ مَا لَهَا (3)
Artinya: "Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan dahsyat; dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya; dan, manusia bertanya, apa yang terjadi pada bumi ini?" (QS: 099: 1-5). 
Peristiwa selanjutnya gunung-gunung dihancurkan, peristiwa ini nampak jelas diceritakan pada surah Al Hajj, Allah berfirman: 
يٰأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَـٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ  (2).
Artinya: "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya guncangan (hari) kiamat itu ada suatu (kejadian) yang sangat besar; pada hari ketika kamu melihat (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras" (QS: 022: 1-3). 
Ayat ini lebih jelas menceritakan peristiwa kiamat itu dimana terjadi guncangan dahsyat pada kulit bumi, dan bumi itu membuat manusia pangling dan sangat pangling seakan-akan mereka mabuk padahal sesungguhnya tidak mabuk. Runtuhnya matahari adalah merupakan tiupan sangkakala pertama yaitu terjadi guncangan dahsyat. Hingga saat itu masih terdapat kehidupan di atas permukaan bumi tetapi semuanya dalam keadaan panik besar, sepanjang fase ini waktu bukanlah seperti waktu biasa tetapi ia berjalan sangat cepat seperti sekejap mata atau lebih cepat lagi. 
Kemudian disusul langit menjadi terbelah, hal ini disebabkan oleh ledakan matahari kita, dimana tertutup dan runtuhnya matahari itu berakibat membengkaknya partikel-partikel hydrogen yang tersisa membuat suhu udara meningkat tinggi pada pusat matahari, lalu memacu ledakan nova, yaitu matahari akan memuntahkan panasnya melalui kulit luarnya. Hal ini juga telah diceritakan Alquran semenjak 14 abad lalu, pada surah Alinfitar, Allah berfirman: 
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنفَطَرَتْ (1) وَإِذَا ٱلْكَوَاكِبُ ٱنتَثَرَتْ (2) وَإِذَا ٱلْبِحَارُ فُجِّرَتْ (3)
Artinya: "Apabila langit terbelah; dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan; dan apabila lautan dijadikan meluap" (QS: 082: 1-3). 
Kejadian yang sangat dahsyat sekali membuat bintang-bintang berantakan dan keluar dari garis edarannya, lautan meluap ketika ditimpa puing-puing dari kulit matahari yang amat panas di dalamnya, yang menyebabkan lautan mendidih seketika dalam bentuk ledakan-ledakan. Dan ledakan matahari itu akan terjadi dengan cepat sekali, sebagaimana dikisahkan Alquran pada surah Al Qiyamah, Allah berfirman:
فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ (7) وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ (8) وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ (9)
Artinya: "Maka apabila mata terbelalak (ketakutan); dan bulan pun telah hilang cahanya; lalu matahari dan bulan dikumpulkan" (QS: 075: 7-8). 
Akibat dari ledakan di atas permukaan bumi tersebut akan menjadi sangat mengerikan, sebagaimana digambarkan pula pada surah Thaha, Allah berfirman: 
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ ٱلْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّي نَسْفاً (105) فَيَذَرُهَا قَاعاً صَفْصَفاً (106) لاَّ تَرَىٰ فِيهَا عِوَجاً وَلاۤ أَمْتاً (107).
Artinya: "Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, Tuhanmu akan menghancurkannya (pada hari kiamat) sehancur-hancurnya; kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali; (sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana" (QS: 020: 105-107). 
Maka kehancuran pada gunung-gunung dan bekasnya disama ratakan sehingga semua permukaan bumi menjadi rata tanpa ada tempat tinggi dan rendah, tidak ada tumbuh-tumbuhan dan tanaman-tanaman layaknya bumi saat ini. Demikianlah segala kehidupan berakhir di atas permukaan bumi ini.
Selanjutnya, disusul oleh tiupan sangkakala kedua, yaitu kehancuran, seperti diceritakan di dalam Alquran pada surah Annazi'at, Allah berfirman: 
يَوْمَ تَرْجُفُ ٱلرَّاجِفَةُ (6) تَتْبَعُهَا ٱلرَّادِفَةُ (7)
Artinya: "(Sungguh kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam; (tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua" (QS: 079: 6-7). 
Kemudian tiupan sangkakala ketiga dan terakhir disebut sebagai Al Qaria'ah, Allah berfirman: 
ٱلْقَارِعَةُ (1) مَا ٱلْقَارِعَةُ (2) وَمَآ أَدْرَاكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ (3) يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ (4) وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ (5)
Artinya: "Hari kiamat; apakah hari kiamat itu?; dan dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?; pada saat itu manusia seperti laron yang beterbangan; dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan" (QS: 101: 1-5). 
Pada saat itu matahari kita menjadi sebuah bola api super raksasa merah, dimana ia akan menguapkan semua hydrogen yang ada dipusatnya, dan matahari akan mengubah unsur helium menjadi unsur-unsur yang berat, serta cahaya matahari akan mendekati edaran bumi. Sebagaimana hadits dari nabi SAW, bersabda: "matahari akan mendekat kepada makhluk bumi, sehingga mencapai jarak sekitar satu mil". Pada saat ini akan terjadi kebangkitan, dan manusia akan dikumpulkan dihadapan Allah di padang mahsyar. Allah berfirman: 
فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ (7) وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9) وَمَآ أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (10) نَارٌ حَامِيَةٌ (11). 
Artinya: "Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya; maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang); dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya; maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah; dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?; (Yaitu) api yang sangat panas" (QS: 101: 6-11). 
Sungguh, Allah SWT telah menjelaskan kepada kita dari semenjak 1436 tahun tentang peristiwa hari kiamat dan periode-periode peristiwa dan azabnya dengan ilustrasi yang sangat sempurna, dan belakangan para astronom mulai meyakininya melalui berbagai observasi dan hasil-hasil evaluasi mereka dari gejala-gejala angkasa luar, sehingga mereka berkesimpulan bahwa sesungguhnya demikianlah akan berakhir bagi bintang-bintang termasuk matahari kita. Allah berfirman: 
إِنْ هُوَ إِلاَّ ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ (27) لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَآءُونَ إِلاَّ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَالَمِينَ (29) سورة التكوير
Artinya: "(Alquran) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam; (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus; Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki oleh Allah, Tuhan semesta alam" (QS: 081: 27-29). 
Adapun waktu kiamat itu tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali Allah, karena alasan tertentu sebagaimana firman Allah pada surah Thaha: 
إِنَّ ٱلسَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ 
Artinya: "Sungguh, hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan" (QS: 020: 15). 
Mengenai azab kiamat, Allah menceritakan pada surah Alanfal, Allah berfirman: 
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Artinya: "Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan" (QS: 008: 33). 
Demikian mukjizat sains Alquran pada ayat kajian, Allah berfirman: 
فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ (37) فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (38) سورة الرحمن
Artinya: "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak; Maka nikmat Tuhanmu yang manakah kamu dustakan?" (QS: 055: 37-38). 
Subhanallah, Alquran telah menceritakan kepada kita bahwasanya langit kadang-kadang nampak terbelah menunjukkan suatu bentuk yang menyerupai mawar merah yang menkilap, maka nikmat mukjizat dari Allah yang manakah kamu dustakan?
KLIK: My Buku Kuning Collection
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading