My Buku Kuning Center : GUNUNG THUR SAKSI RISALAH NABI MUSA KEPADA BANI ISRAIL :

DROP MENU

Kamis, September 30, 2021

GUNUNG THUR SAKSI RISALAH NABI MUSA KEPADA BANI ISRAIL :

*Mukjizat Dimensi Geografi AlQuran (20)

Gunung Thur Terbang Di Atas Udara

By: Med Hatta

"Gunung Thur Sinai secara geografi terletak di Selatan Sinai, Mesir. Ketinggian sekitar 2290 meter di atas permukaan laut. Ia sering juga disebut Gunung Musa dinisbatkan kepada nabi Musa as, karena keterkaitannya yang fenomenal dengan kisah nabi Musa as, salah satu rasul besar yang diutus oleh Allah SWT kepada umat manusia untuk mengeluarkannya dari kesesatan, dan menyembah kepada Tuhan penguasa alam semesta. Serta membebaskan bangsa Bani Israil dari kezaliman dan angkara murka Fira'uan. Bani Israil telah mengalami berbagai penyiksaan dan penindasan yang melampaui batas kemanusiaan, sehingga mereka menderita kehinaan di muka bumi. Maka nabi Musa as naik ke gunung Thur Sinai "berbicara" dengan Tuhannya, dan mendapatkan di atas Gunung itu petunjuk-petunjuk dari Allah SWT untuk menyelamatkan Bani Israil. Karenanya, Gunung Thur menjadi salah satu Gunung yang mulia di sisi Allah di bumi, terutama ia disebut dan diagungkan kodratnya oleh Allah dalam AlQuran (ayat kajian)....!"

*BACA: VERSI SELULER

Allah berfirman :

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Terjemah arti: "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan kami angkat (Gunung) Thur di atas mu (seraya berfirman), "Pegang teguh lah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 63);

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱسْمَعُوا۟ ۖ قَالُوا۟ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا۟ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ ۚ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُم بِهِۦٓ إِيمَٰنُكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Terjemah arti: "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat (Gunung) Thur di atas mu (seraya berfirman), "Pegang teguh lah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkan lah!" Mereka menjawab, "Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati." Dan diresapkan lah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakan lah, "Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaan mu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!" (QS. Al-Baqarah: 93); 

وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ ٱلطُّورَ بِمِيثَٰقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا۟ فِى ٱلسَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظًا

Terjemah arti: "Dan Kami angkat (Gunung) Thur di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, "Masuki-lah pintu gerbang (Baitul maqdis) itu sambil bersujud," dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka, "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat." Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh." (QS. An-Nisa: 154);

وَنَٰدَيْنَٰهُ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَٰهُ نَجِيًّا

Terjemah arti: "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan (Gunung) Thur dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap." (QS. Maryam: 52);

يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ قَدْ أَنجَيْنَٰكُم مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوَٰعَدْنَٰكُمْ جَانِبَ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ

Terjemah arti: "Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan (Gunung) Thur itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwa." (QS. Thaha: 80);

فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى ٱلْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِۦٓ ءَانَسَ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ ٱمْكُثُوٓا۟ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا لَّعَلِّىٓ ءَاتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

Terjemah arti: "Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung Thur. Dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan." (QS. Al-Qashash: 29);

وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَٰكِن رَّحْمَةً مِّن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Terjemah arti: "Dan engkau (Muhammad) tidak berada di dekat (gunung) Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami utus engkau) sebagai rahmat dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang tidak didatangi oleh pemberi peringatan sebelum engkau agar mereka mendapat pelajaran." (QS. Al-Qashash: 46);

وَٱلطُّورِ

Terjemah arti: "Demi gunung Thur." (QS. Ath-Thur: 1);

وَطُورِ سِينِينَ

Terjemah arti: "demi (Gunung) Thur Sinai," (QS. At-Tin: 2).

Sembilan (9) ayat kajian yang menyebut Gunung Thur Sinai secara langsung, dan masih banyak ayat-ayat lagi yang tersebar dalam AlQuran yang mengisyaratkan makna Gunung itu. Ini - tentu - tidak lain karena pentingnya kedudukan Gunung Thur Sinai di sisi Allah SWT; Salah satu keutamaan yang fenomenal pada Gunung Thur Sinai, karena di sisi Gunung inilah Allah SWT pertama kali berbicara kepada nabi Musa as, yaitu di "Lembah Suci Thuwaa". Allah berfirman :

وَنَٰدَيْنَٰهُ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَٰهُ نَجِيًّا

Terjemah arti: "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan (Gunung) Thur dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap." (Ayat kajian surah Maryam).

Karenanya, Allah SWT memuliakan dan mensucikan Gunung Thur Sinai dan bersumpah 2 kali dalam AlQuran atas nama Gunung Thur Sinai, pada surah At-Thur dan At-Tin. Dan, di tempat inilah satu-satunya di planet bumi yang dijadikan oleh Allah SWT sebagai media untuk berbicara dengan manusia. 

Menakjubkan dari Gunung Thur, ia selalu hadir dengan fenomenal membersamai nabi Musa as dalam segala aktifitas dakwahnya, seakan-akan ia adalah teman nabi Musa dalam membantu "menekan" bangsa Bani Israil untuk menerima dan mengamalkan ajaran yang didakwahkannya dari sisi Tuhannya. 

Pertama kali - dicatat - perkenalan Musa dengan Gunung Thur Sinai, yaitu ketika di suatu malam yang gelap gulita dan bersalju nabi Musa dalam perjalanan membawa keluarganya dari Madyan menuju ke Mesir, di tengah-tengah perjalanan Musa merasa tersesat, lalu melihat ada nyala api dari kejauhan, ia berharap dari pusat api itu ada orang yang bisa menunjukkan jalan, atau setidaknya bisa mengambil secercah api untuk dijadikan penerang dari kegelapan yang mencekam itu, dan menghangatkan mereka dari udara musim dingin. Maka ia menyuruh istrinya berdiam ditempat menjaga barang-barang dan Musa bergegas menuju ke arah api. Allah berfirman :

فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى ٱلْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِۦٓ ءَانَسَ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ ٱمْكُثُوٓا۟ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا لَّعَلِّىٓ ءَاتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

Terjemah arti: "Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung Thur. Dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan." (Ayat kajian surah Al-Qashash).

Di luar dugaan Musa ternyata api itu bersumber dari sebuah pohon di salah satu sisi Gunung Thur, dan itulah pertama kalinya nabi Musa berada di Gunung Thur tersebut sebagai awal perkenalan mereka. Lebih menakjubkan lagi bahwa tempat itu bukan sekedar tempat biasa, tapi ia kemudian dikenal sebagai "Lembah Suci Thuwaa". Dan di sanalah Allah berbicara kepada Musa, dan Dia menjadikan Musa nabi dan rasul-Nya untuk menyelamatkan Bani Israil. Allah berfirman:

فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِىَ يَٰمُوسَىٰٓ؛ إِنِّىٓ أَنَا۠ رَبُّكَ فَٱخْلَعْ نَعْلَيْكَ ۖ إِنَّكَ بِٱلْوَادِ ٱلْمُقَدَّسِ طُوًى؛ وَأَنَا ٱخْتَرْتُكَ فَٱسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰٓ؛ إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Terjemah arti: "Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil. "Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompah-mu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Thuwaa. Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)." (QS. Thaha: 11-13).

Kemudian pada ayat kajian dari surah Thaha, Allah SWT menyebutkan beberapa karunia yang diberikan-Nya kepada Bani Israil, terutama setelah menyelamatkan mereka dari cengkeraman penindasan Fira'uan dengan memusnahkan penjahat kemanusian itu dan pengikut-pengikutnya kedalam lautan, maka Allah menjanjikan Musa untuk datang kembali di Gunung Thur menerima Kitab Taurat sebagai pedoman hidup bagi Bani Israil. Allah berfirman:

يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ قَدْ أَنجَيْنَٰكُم مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوَٰعَدْنَٰكُمْ جَانِبَ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ

Terjemah arti: "Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan (Gunung) Thur itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwa."

Kata Syeikh Sayyid Muhammad Tantawi (Al-Wasith); yaitu, janji Allah kepada nabi Musa untuk datang (kembali) ke Gunung Thur menerima Kitab Taurat, dan janji tersebut disebutkan pada ayat lain, Allah berfirman:

وَوَٰعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَٰثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَٰتُ رَبِّهِۦٓ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَٰرُونَ ٱخْلُفْنِى فِى قَوْمِى وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ ٱلْمُفْسِدِينَ

Terjemah arti: "Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-A'raf: 142).

Gunung Thur Sinai tenggelam di bawah tanah :

Setelah tiba waktu perjanjian yang telah ditentukan, nabi Musa mempersiapkan diri untuk pergi memenuhi perjanjian dengan Allah di Gunung Thur Sinai; di sana Allah akan berbicara dengannya, dan memberinya kitab taurat yang isinya petunjuk-petunjuk syariat Bani Israil. Karena kepergiannya akan memakan waktu cukup lama, maka  sebelum berangkat, ia berpesan kepada saudaranya Harun agar menggantikannya memimpin umatnya selama kepergiaannya. Allah berfirman :

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Terjemah arti: "Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, tampakkan lah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." (Allah) berfirman, "Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman." (QS. Al-A'raf: 143);

Namun, setelah Musa diberikan keistimewaan yang luar biasa oleh Allah SWT, ia dapat mendengarkan kalimat-kalimat Allah yang azali, bahkan Musa meminta yang lebih, ia ingin melihat kepada Allah: "Ya Tuhanku, tampakkan lah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." Maka, kontan saja Allah berfirman: "Engkau (Musa) tidak akan (sanggup) melihat-Ku." Tapi pada ayat ini Allah tidak "menafikan" bahwa DIRI-NYA tidak dapat ditampak di bumi. 

Sebaliknya, justru Allah menegaskan bahwa Musa-lah sekali-sekali tidak sanggup melihat pada Diri-Nya. Maka sebagai penalar penasaran Musa, Allah memberikan ilustrasi padanya, berfirman: 

وَلَٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ 

Terjemah arti: "namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu tenggelam (hancur luluh) dan Musa pun jatuh pingsan."

Demikian lah peristiwa Gunung Thur tenggelam, bukti bahwa gunung tersebut benar-benar pernah tenggelam dalam perut bumi adalah konteks ayat: ("دَكًّا | dakkan" = tenggelam); berasal dari kata dasar bahasa arab "dakka", yaitu sesuatu yang dihantam dari ketinggian terus tenggelam hingga rata dengan tanah. 

Logikanya, gunung merupakan pasak bumi, akarnya tertancap dalam perut bumi sekitar dua-pertiga dari ketinggiannya (menurut teori sains), yaitu jika sesuatu di hantam dari ketinggian yang tak terjangkau, maka sepertiga yang nampak dari semua permukaannya masuk dalam perut bumi, atau gunung tersebut terguncang dahsyat hingga tenggelam semua dalam perut bumi dan hancur luluh rata dengan tanah.

Kita tidak ada pradiksi lain dari peristiwa ini, bahkan yakin bahwa peristiwa yang diceritakan AlQuran tersebut benar-benar telah terjadi. Bukit Thur benar-benar telah tenggelam dan berguncang dahsyat dalam perut bumi sedalam tinggi bukit (dari akar sampai ke puncak), nabi Musa tidak cedera apa-apa berkat perlindungan Allah, akan tetapi pengaruh guncangan dahsyat dari bukit tersebut membuat dia pingsan selama 10 hari, yang mengakibatkan terlambat pulang menemui kaumnya. Sedianya nabi Musa pergi munajat ke bukit Thur memenuhi undangan Tuhannya untuk menerima al-Kitab selama 30 hari, tetapi karena pingsan selama 10 hari, maka genaplah 40 hari dia meninggalkan kaumnya.

Gunung Thur Sinai terbang di atas udara laksana awan menaungi kepala bangsa Bani Israil :

Pengalaman lain nabi Musa as bersama dengan Gunung Thur Sinai adalah gunung itu terbang di atas udara, mengancam akan menimpakan dirinya pada bangsa Bani Israil jika mereka masih berkeras hati tidak ingin menerima ajaran kitab taurat yang diajarkan oleh nabi Musa, peristiwa ini nampak pada 3 ayat kajian dari surah Al-Baqarah dan surah An-Nisa - di atas.

Awal kisahnya bermula setelah Musa pulang dari Gunung Thur Sinai membawa kitab Taurat yang berisi petunjuk dan syariat untuk umatnya, dia dibuat murka oleh bangsa Bani Israil yang mengambil sapi sebagai sembahan mereka selain Allah. Maka mereka diberi hukuman untuk saling bunuh-membunuh di antara mereka hingga Allah mengampuni mereka. 

Kemudian setelah keadaan sudah menjadi tenang dan kondusif (kembali), maka Musa memulai membacakan kitab Taurat kepada mereka, menjelaskan hukum-hukum halal dan haram serta perintah-perintah taklif dari kitab Taurat. Namun, lagi-lagi, bangsa Bani Israil membuat ulah baru, yaitu mereka protes dan merasa keberatan menjalankan hukum-hukum itu serta menolak menerapkan syariat berdasarkan kitab Taurat, alasannya bahwa syariat baru yang dibawa Taurat itu terlalu saklek, susah dan memberatkan...!!!

Maka Allah SWT memerintahkan kepada malaikat Jibril untuk mengancam bangsa Bani Israil yang banyak bertingkah itu, lalu malakat Jibril mengguncangkan bukit Thur Sinai hingga tercabut dari tempatnya dan mengangkatnya dengan ujung dari salah satu sayapnya dari 600 unit sayapnya yang lain. Kemudian gunung itu digerakannya hingga berada persis di atas kepala bangsa Bani Israil, sambil memberi ancaman: 

Apakah kalian mau menerima hukum kitab Taurat dan menegakkan syariat serta mengimani segala isinya dengan baik dan konsukuen,,, ataukah gunung ini segera jatuh menimpa kalian semuanya...!? Allah berfirman :

وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Terjemah Arti: "Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang bertakwa." (QS. Al-A'raf: 171).

Maka bangsa Bani Israil serentak bersujud takut ditimpa gunung dan berjanji menerima kitab Taurat secara terpaksa dan ketakutan. Pada waktu bangsa Bani Israil itu bersujud, mereka sujud dengan sebelah bagian wajahnya rapat ke tanah dan sebelah lainnya melihat ke gunung di atas langit khawatir gunung itu tiba-tiba jatuh menimpanya, atau mereka sujud miring. Dan hingga saat ini cara sujud orang Yahudi dipertahankannya tetap miring (sujud sebelah) untuk selalu mengenang peristiwa gunung terbang di udara pada masa lalu. Wallahul Musta'an !


Kajian Berhubungan : 

Tidak ada komentar:

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic