My Buku Kuning Center : UCAPAN SELAMAT DAN NATAL DALAM ISLAM:

Monday, December 24, 2012

UCAPAN SELAMAT DAN NATAL DALAM ISLAM:

Selamat Natal dan Tahun Baru 2013 M:
(مَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ)
Tiadalah Kami Mengutus-mu Melainkan Rahmat Bagi Semesta Alam
Oleh: Med HATTA
Islam Universal: 
Islam adalah agama universe (rahmatan lil-‘alamin) yang melarang segala bentuk pemaksaan untuk memeluk aqidah atau keyakinan tertentu (Lihat: QS: 02: 256 & 109: 1-6), namun Islam sangat menganjurkan kepada segenap pemuluknya untuk menyebar dan mensosialisasikan nilai-nilai utama ajaran Islam seluas mungkin, dan sejauh mungkin keseluruh pelosok-pelosok bumi. Dan lebih jauh Islam melarang menumbuhkan kebencian pemeluk agama lain terhadap hidayahnya, karena dengan adanya kebencian tersebut berarti kita – dengan sengaja – telah menutup pintu hidayah Islam terhadap mereka.

Salah satu bentuk kebencian (melembaga) yang dilarang itu adalah menyerukan agar tidak menghormati sesama pemeluk agama, seperti mengharamkan ucapan “Selamat Natal dan Tahun Baru Masehi”, yang tiada lain adalah tradisi masyarakat tertentu bukan ritual agama. Ada ulama Islam yang menganalogikan bahwa umat Islam dilarang mengucapkan Selamat Natal sebagaimana umat Kristen enggan mengucapkan “Dua Kalimat Syahadat”. 

Padahal secara etemologi kedua ucapan tersebut sangat berbeda; mengucapkan selamat Natal saja itu hanyalah merupakan bentuk penghormatan kita kepada saudara-saudara kita yang beragama lain,  yaitu menyapa mereka dengan sapaan baik yang menyentuh hatinya; hidup perdampingan dengan baik sembari mengesankan kepada mereka nilai-nilai utama Islam yang kita miliki, ini masuk kepada bab toleransi, hidup sosial dan dakwah bil hal (dengan budi pekerti yang baik), yang sangat dianjurkan Islam.
Allah berfirman:
وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْلَمُونَ (٦)
Artinya: “dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin (non-Islam) itu meminta perlindungan kepadamu (hidup berdampingan), maka lindungilah (berdampinganlah) ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya, demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS: 09: 6)
Adapun mengucapkan “Dua Kalimat Syahadat” itu adalah kalimat sakral yang diucapkan oleh orang-orang yang telah berikrar dan berkomitmen untuk memeluk Islam secara kaffah, yaitu bersedia mematuhi segala ajaran-ajarannya, dan ini masuk kepada bab aqidah dan keyakinan.
Natal dan Tahun Baru:
Natal (dari bahasa Portugis yang berarti kelahiran), adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran nabi Isa. Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi, beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal (ucapan selamat), bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas. 
Kalau itu hanya tradisi belaka dan memperingati hari kelahiran seorang tokoh besar sekaliber Isa as, maka jangankan mengucapkan selamat kepada umatnya saja, bahkan turut memperingati sama-sama pun tidak dilarang. Adalah nabi Muhammad SAW ketika pertama kali berada di Madinah, beliau menyaksikan sebuah perayaan besar oleh kelompok Yahudi lalu nabi bertanya: “Hari apakah ini?”. Sahabat-sahabat menjawab: Hari ini adalah tanggal 10 Muharram, yang setiap tahun diperingati oleh agama Yahudi untuk mengenang hari keselamatan nabi Musa as dan pengikutnya dari kejaran Fir’aun. 

Lalu, nabi bersabda: “Saya-lah yang lebih pantas merayakan kemenangan itu, karena Musa itu saudara saya”, maka nabi berpuasa dari semenjak hari itu dan menyerukan kepada umat Islam untuk berpuasa sehari sebelum dan sehari sesudahnya, untuk berbeda dari Yahudi. 

Seandainya hari Natal atau memperingati kelahiran Isa as sudah popular di masyarakat Madinah pada masa rasulullah SAW, pasti nabi memperingati hari kemenangan itu sebagaimana Beliau memperingati hari kemenangan Musa as, karena nabi sesama nabi adalah bersaudara dan nabi Isa as merupakan nabi yang paling dekat dengan nabi Muhammad SAW, dan di dalam ajaran Injil Isa as terdapat berita gembira akan kedatangan nabi terakhir yaitu nabi besar kita Muhammad SAW. Maka apakah tidak pantas kalau nabi Muhammad SAW memperingati kelahirannya?  Wallahua’lam!  BERSAMBUNG:
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading