My Buku Kuning Center : ULUMUL QUR'AN I

Monday, January 09, 2012

ULUMUL QUR'AN I


(Pertemuan Perdana)
PENGANTAR UMUM ULUMUL QUR’AN[1]
Oleh: Med HATTA
Mukaddimah:

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبعد!

‘Ulumul Qur’an (علوم القرآن) “Ilmu-ilmu al-Qur’an”, tersusun dari dua suku kata bahasa Arab, yang saling menjelaskan satu sama lain dengan mempelajari salah satu bagiannya, yaitu: (علوم) “’Ulum” dan (القرآن) “al-Qur’an”. Adapun (علوم) “’Ulum” single (علم) “’Ilm” (ilmu), yaitu kata dasar dari bahasa Arab yang berarti memahami dan mengetahui. Dan ilmu kontra bodoh. (Lihat: Lisanul Arab).

Adapun definisi “’ulum” menurut terminologi; berbeda pendapat para pakar ilmu berdasarkan spesialisnya. Ulama syariat mempunyai pengertian khusus, pakar teologi juga mempunya pengertian lain, dan para filosof dan orang-orang bijak mempunyai pengertian ketiga. Dan tidak satupun dari pengertian mereka yang dimaksudkan di sini. Namun yang dimaksudkan adalah: “’ulum” menurut istilah pakar hipotesis, mereka mendefinisikannya sebagai kumpulan berbagai kasus dan dasar-dasar teori umum disusun menjadi satu kesatuan, seperti Ilmu tafsir, ilmu fiqih, ilmu kedokteran... Dan seterusnya, plural “’Ulum”. Maka “’ulumul ‘Arabiyah”: adalah ilmu-ilmu yang berhubungan dengan bahasa Arab, seperti nahwu, sharaf, ma’ani, bayan, badi’, syi’ir, khithabah, dan lain sebagainya. Inilah definisi yang berhubungan dengan kalimat (علوم) “’Ulum”.

Sedangkan kalimat (القرآن) “al-Qur’an”, ahli bahasa berbeda pendapat dalam mendefinisikannya, sebagian mengatakan: Bahwa kalimat (القرآن) “al-Qur’an” berdiri sendiri, yang lainnya berpendapat ia berasal dari suku kata tertentu. Dan yang mengatakan diambil dari suku kata tertentu juga masih berbeda pendapat, ada mengatakan berasal dari kata (قرأ) “qara-a” (membaca), dan yang lainnya mengatakan dari kata (قرن) “qarana”, dan masih ada pendapat lain yang tidak perlu dijelaskan di sini.

Dan pendapat yang lebih banyak diterima dan paling kuat tentang definisi “al-Qur’an” menurut bahasa, yang mengatakan berasal dari suku kata قرأ) “qara-a”يقرأ “yaqra-u”قراءة “qiraa-atan”وقرآنا “wa qur’anan”), adalah kata dasar dari perkataan (قرأت) “qaraatu” (saya membaca), seperti (الغفران) “al-ghufran” (ampunan) dari kata (غفر الله لك) “Ghafarallahu laka” (Allah telah mengampuni kamu); dan (الفرقان) “al-Furqaan” (pemisah) dari kata (فرق الله بين الحق والباطل) “farraqallah bainal haqqi wal bathili” (Allah telah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan). Adapun definisi al-Qur’an menurut terminologi yaitu: Kalam Allah, yang diturunkan kepada rasul-Nya nabi Muhammad SAW, menjadi ibadah dengan membacanya. 

Pengantar Umum Ulumul Qur’an:
A. Definisi Ulumul Qur’an
B. Wawasan Ulumul Qur’an
C. Manfaat Mengetahui Ulumul Qur’an
D. Tokoh-tokoh Ulumul Qur’an Sepanjang Masa dan Karya-karyanya
E. Referensi Yang Terbaik di Bidang Ulumul Qur’an
F. Materi-Materi Pembahasan Ulumul Qur’an
G. Daftar Referensi.

Demikian, pengantar umum Mata Kuliah Ulumul Qur’an untuk mahasiswa semester II (2011/ 2012), Fakultas Syari’ah Prodi Fiqh dan Ushul Fiqh, Institute of Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah, Kedoya – Jakarta Barat. Sebagai pertemuan perdana pada mata kuliah ini, penulis hanya ingin menyajikan – terlebih dahulu - materi pengenalan dasar tentang ulumul Qur’an, dan memberikan batasan materi-materi yang akan menjadi pembahasan utama sepanjang semester ini (Lihat: Materi-Materi Pembahasan Ulumul Qur’an). 

A. Definisi Ulumul Qur’an:
Ulumul Qur’an dapat didefinisikan kepada dua kategori, pertama: definisi bahasa, tersusun dari dua kalimat (علوم) “’Ulum” dan (القرآن) “al-Qur’an”, yaitu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan al-Qur’an al-karim, baik itu mengkaji al-Qur’an dari segi materi, hukum-hukum, dan kalimat-kalimatnya; atau al-Qur’an itu mengekspos dalil-dalil dan hukum-hukumya. Maka definisi ulumul Qur’an dari segi bahasa mencakup semua ilmu yang mengkaji al-Qur’an, atau diambil dari al-Qur’an; seperti ilmu tafsir, ilmu tajwid, ilmu nasikh wal-mansukh, ilmu fiqh Islam, ilmu tauhid, ilmu faraidh, ilmu tata bahasa, dan lain-lain.

Kedua: Definisi menurut terminologi sebagai suatu ilmu independen; didefinisikan ulumul Qur’an sebagai suatu ilmu yang independen, kareana: Ilmu ini mencakup kajian-kajian umum dan sangat penting, berhubungan dengan al-Qur’an dari segala sisi, yang dapat dikategorika setiap pembahasannya sebagai sebuah ilmu yang istimewa. Pengertian ini – menurut penulis – merupakan definisi yang paling pantas bagi ulumul Qur’an dari berbagai definisi lain yang disebutkan oleh orang yang mendefinisikan ilmu ini. 

Sebagian ulama mendefinisikan ulumul Qur’an, sebagai: Ilmu-ilmu yang mengkaji al-Qur’an al-Karim, dari segi: mengetahui apa yang turun dari al-Qur’an sebelum dan sesudah hijrah; mengetahui sebab-sebab turunnya sebahagian ayat-ayat al-Qur’an; mengetahui pengumpulan, penyusunan, jumlah ayat-ayat, surah-surah, muhkam dan mutasyabih, nasikh dan mansukh, kemukjizatan, perumpamaan-perumpamaan, sumpah-sumpah, dialog-dialog, kisah-kisah al-Qur’an, dan tafsirnya... Dan lain sebagainya yang berhubungan dengan al-Qur’an al-Karim.

Mungkin salah satu rahasia kenapa disebut “ulum al-Qur’an” bukan ilmu al-Qur’an, karena memiliki berbagai macam pembahasan-pembahasan, dan setiap bahasan dari pembahasan-pembahasan tersebut termasuk suatu ilmu yang indefenden. Seperti contoh pembahasan “i’jaz al-Qur’an” disebutkan sebagai ilmu berdiri sendiri, dan telah banyak kajian yang diterbitkan khusus spesialisasi ilmu tersebut; pembahasan “Makki dan Madani” dari al-Qur’an termasuk ilmu indefenden; dan pembahasan “Muhkam dan Mutasyabih” dari al-Qur’an termasuk ilmu independen... Maka ketika ilmu-ilmu yang ditulis oleh para pakar untuk mengkaji al-Qur’an, dengan berbagai macam spesialisasi, ilmu-ilmu tersebut dinamakan “ilmu-ilmu al-Qur’an”, dan bukan ilmu al-Qur’an...

B. Wawasan Ulumul Qur’an:
Adapun wawasan dan pembahasan utama ulumul Qur’an adalah al-Qur’an itu sendiri, dari berbagai spesialisasi ilmu yang telah disebutkan di atas yang berhubungan dengan ayat-ayat, surah-surah al-Qur’an, dan asbab nuzul, serta Makki dan Madaninya.

C. Manfaat Mengetahui Ulumul Qur’an:
1) Akan memberikan kepada kita image yang utuh tentang al-Qur’an al-Karim, dari segi turun, tafsir, pengumpulan, dan penulisan al-Qur’an. Dan ketika image ini telah masuk ke dalam benak kita, maka semakin bertambah ke sucian al-Qur’an dalam jiwa kita, dan bertambah pula pengetahuan kita dengan petunjuk al-Qur’an, dengan adab, hukum-hukum, dan syariat-syariatnya.
2) Dengan mengetahui ulumul Qur’an akan membuat kita mampu untuk mengconter terhadap tuduhan-tuduhan sesat yang dilancarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, bodoh, dan dengki terhadap al-Qur’an al-Karim. Dan sebagaimana juga dapat memberikan kita informasi tentang syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi bagi seorang ahli tafsir al-Qur’an, dan berhak berbicara tentang perintah dan larangan-larangannya.
3) Dan pengetahuan ini juga akan memberikan kita informasi penting betapa kerja keras yang telah diupayahkan oleh ulama-ulama besar terdahulu dalam mengkaji al-Qur’an; sebagian di antara mereka telah menulis tentang tafsir al-Qur’an, nasikh dan mansukhnya, i’jazul Qur’an, dan lain sebagainya dari kajian-kajian khusus yang diperuntukkan demi kecintaan terhadap al-Qur’an.
D. Tokoh-tokoh Ulumul Qur’an Sepanjag Masa dan Karya-karyanya:
Para sahabat di era nabi SAW tidak membutuhkan buku-buku khusus tentang ulumul Qur’an, karena rata-rata mereka telah mengetahuinya, kalaupun ada sesuatu yang terselubung atas mereka dari al-Qur’an, mereka dapat menanyakannya langsung kepada nabi SAW. Namun, ketika datang periode berikutnya, ulama-ulama telah memulai menulis dan menyusun ilmu-ilmu dari berbagai spesialisasi, di anatara mereka ada pemerhati al-Qur’an dan menulis ilmu-ilmu yang berhubungan dengan al-Qur’an. Mereka-mereka yang menonjol pada periode mereka, sebagai berikut:

a) Abad Pertama Hijriah: (Mereka yang menulis tentang tafsir al-Qur’an):
1. Yazid bin Harun as-Sulami (w. 117 H.)
2. Syu’bah bin al-Hajjaj (w. 160 H.)
3. Waqi’ bin al-Jarrah (w. 197 H.)
b) Abad Kedua Hijriah:
1. Ali bin al-Madani, maha guru imam al-Bukhari, wafat tahun 234 H, dia telah menulis buku tentang: “Asbab Nuzul Ba’du Ayaat al-Qur’an al-Karim”.
2. Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Sallam, wafat tahun 224 H, dia menulis tentang: “An-Nasikh wal-Mansukh”.
3. Imam Ibnu Qutaibah, wafat tahun 276 H, dia menulis dalam bidang qiraat:
c) Abad Ketiga Hijriah:
1. Muhammad bin Khalaf bin al-Marzeba, wafat tahun 309 H, dia telah menulis buku yang padat tentang ulumul Qur’an.
2. Muhammad bin Jarir at-Thabari, tokoh besar tafsir, buku tafsirnya yang terkenal: “Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an”.
3. Abu Bakar Muhammad bin al-Qasim al-Anbari, wafat tahun 328 H, menulis kitab tentang ulumul Qur’an.
4. Abu Bakar as-Sajastani, wafat tahun 330 H, menulis kitab: “Gharibul Qur’an”.
d) Abad Keempat Hijriah dan tahun setelahnya:
1. Abu Bakar al-Baqillani (w. 403 H), menulis buku “I’jazul Qur’an”.
2. Ali bin Ibrahim Sa’id bi al-Hufi (w. 430 H), menulis buku tentang “I’rab al-Qur’an”.
3. Al-‘Izzu bin Abdessalam yang bergelar dengan Sultan para ulama (w. 660 H), menulis buku berjudul: “Majazul Qur’an”.
4. Imam Ibn al-Qayyim al-Juzi (w. 751 H), menulis Kitab: “Aqsamul Qur’an”.
e) Generasi-Generasi Jenius Selanjutnya:
1. Imam Badruddin az-Zarkasyi (w. 794 H), menulis buku yang terkenal: “Al-Burhan fi Ulumil Qur’an”, telah dicetak setebal 4 jilid, namun Imam az-Zarkasyi meninggalkan banyak pembahasan ulumul Qur’an.
2. Imam Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H), bukunya: “Al-Itqan fi Ulumil Qur’an”, buku ini disebut-sebut sebagai karya terbesar di bidang ini, mencakup di dalamnya kebanyakan apa yang telah ditulis ulama-ulama sebelumnya, dan karya ini telah menjadi referensi penting di bidang ulumul Qur’an, hanya saja diklaim memasukkan sebagian dalam bukunya pendapat-pendapat yang lemah.
f) Penulis-Penulis di Era Modern:
1. Musthafa Shadiq ar-Rafi’i: “I’jazul Qur’an”, adalah karya terbaru dibidangnya.
2. Muhammad Musthafa al-Maraghi, kitabnya: “Tarjamah Ma’anil Qur’an”.
3. Muhammad Ali Salamah: “Manhajul Furqan fi Ulumil Qur’an”.
4. Abdelwahab Abdelmajid Ghizlan: “Al-Bayan fi Mabahitsi min Ulumil Qur’an”.
5. Manna’ al-Qattan: “Mabahits fi Ulumil Qur’an”.
6. Muhammad Ali ash-Shabuni: “At-Tibyan fi Ulumil Qur’an”
E. Referensi Yang Terbaik di Bidang Ulumul Qur’an:
Adapun karya yang terpopuler di bidang ulumul Qur’an – menurut penulis – adalah: “Manahil al-‘Irfan fi Ulimil Qur’an”, karya ulama besar: Muhammad Abdel’adzim az-Zarqani, dia adalah tokoh Islam modern yang menulis tentang ulumul Qur’an. Karya besar dan referensi terbaik ini disebut paling banyak menyita perhatian para pemerhati dibidang ulumul Qur’an karena terkenal metedologinya yang bagus, susunan dan penyajiannya yang sistematis, serta muda dicernah oleh pembacanya. Dan kitab yang paling banyak menconter tuduhan-tuduhan yang tidak bertanggung jawab dari orang yang dengki sakit hati terhadap al-Qur’an al-Karim.

Kitab karya imam besar ini terkenal padat mencakup puluhan pembahasan penting yang berhungan dengan kajian-kajian al-Qur’an, dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan ulumul Qur’an dengan metedologi penulisan yang menakjubkan, bermanfaat besar bagi pemerhati dan pemula mempelajari ulumul Qur’an. 

F. Materi-Materi Pembahasan Ulumul Qur’an:
Para pakar ulumul Qur’an telah membagi materi-materi kajian utama ulumul Qur’an kepada cabang ilmu atau pembahasan yang sangat banyak dan cukup berfariasi sehingga tidak bisa merekapnya di sini, karena luasnya pembahasan ini dan keterbatasan waktu yang tersedia. (Lihat: Kitab-kitab Ulumul Qur’an). Adapun kita di semester ini, akan membatasi kajian pada materi-materi yang dipilih, sebagai berikut:

1. Pengantar Umum Ulumul Qur’an
2. Turunnya al-Qur’an & Pengumpulannya dalam satu Mashhaf
3. Asbabun Nuzul
4. Munasabat Qur’ania
5. Makki dan Madani
6. Al-Muhkam wal-Mutasyabih.
7. Bacaan-bacaan al-Qur’an
8. Mukjizat al-Qur’an
9. Tafsir al-Qur’an
10. Membuat Makalah Tengah/ akhir Semester: (1-Mukjizat ilmiah dalam al-Qur’an, 2-Perbedaan Tafsir dan Ta’wil, 3-Hukum menterjemah al-Qur’an, 4-Tokoh-Tokoh Tafsir al-Qur’an di Indonesia dan Kitab Tafsirnya (Tuliskan satu tokoh tafsir Indonesia yang anda kenal, riwayat hidupnya, ketokohannya dibidang ilmu tafsir, kitab tafsirnya yang populer, metedologi penulisan kitab tafsirnya dan keutamaan kitab tafsirnya).

G. Daftar Referensi:
  1. Manahilil ‘Irfan fi Ulumil Qur’an, Muhammad Abdel’adzim az-Zarqani
  2. Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, As-Suyuthi
  3. Al-Burhan fi Ulumil Qur’an, Az-Zarkasyi
  4. Al-Madkhal li Dirasatil Qur’anil Karim, Muhammad Muhammad Abu Syaibah
  5. At-Tafsir wal-Mufassirun, Ad-Dzahabi
  6. Dirasaat fi Ulumil Qur’an, Dr. Fahad ar-Rumi
  7. Mabahits fi Ulumil Qur’an, Manna’ al-Qattan
  8. Mabahits fi Ulumil Qur’an, Shubhi Shalih
Cempaka Putih, 11 Januari 2012
Med HATTA





1. Pengantar Mata Kuliah: Ulum al-Qur’an, Semester II (2011/ 2012), Fakultas Syari’ah Prodi Fiqh dan Ushul Fiqh, Institute of Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah, Kedoya – Jakarta Barat




ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:
  1. ULUMUL QUR'AN 2 (PENGUMPULAN AL-QUR'AN DLM MASHHAF)
  2. ULUMUL QUR'AN 3 (ASBAB NUZUL) 
  3. ULUMUL QUR'AN 4 (MUHKAM DAN MUTASYABIH)
  4. ULUMUL QUR'AN 5 (MAKKI DAN MADANI)
  5. PERKEMBANGAN TAFSIR DI INDONESIA
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading