My Buku Kuning Center : RASI BINTANG DALAM AL-QUR’AN

Thursday, April 26, 2012

RASI BINTANG DALAM AL-QUR’AN


(وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ)
Demi Langit Yang Mempunyai Rasi Bintang
Autor: Med HATTA
Pengertian Buruuj (Rasi Bintang):
Ketika Allah bersumpah demi suatu makhluk dalam al-Qur'an, pasti akan memberikan warning kepada umat manusia betapa dahsyat makhluk yang disumpahkan itu, karena Allah Maha kaya atas segala sumpah-Nya. Hal yang terlintas dalam pikiran, apa maksud "al-buruj" yang disumpahkan Allah dan dinamakan salah satu surah al-Qur'an atas namanya sendiri? Lihat: (QS: 85: 1). Apa yang hendak Allah peringatkan kepada manusia dengan bersumpah atas nama buruuj itu?
Kata  (البروج)"al-buruuj" dari ayat ke-1 dari surah (البروج) "al-buruuj", adalah kata dasar bahasa Arab (برج) "baraja”(يبرج) “yaberuju” - (بروجا) “buruujan", yaitu sesuatu yang nampak mencolok dan tinggi (menara), dikatakan juga: " (برج)baraja – (وأبرج) “wa aberaja”(بروجا) “buruujan”(وتبريجا) “wa taberiijan", yaitu membangun menara. Dan (البرج) "al-Burju" plural: (بروج) "buruujun”(وأبراج) “wa abraajun”(وأبرجة) “wa abrijatun", (yaitu benteng, mansion, istana atau bangunan yang tinggi berbentuk bundar, oval atau persegi dan selalu independent atau bagian dari suatu bangunan yang sangat besar)[1]

Jika dikatakan (برج) "burjun", maka berarti bagian dari benteng yang sangat besar. Dan (البرج) "al-burju" single berarti juga (menara) langit, yaitu sebutan yang diistilahkan kepada gugusan bintang yang bertebaran di tengah bundaran langit, sebagaimana tampak dari bumi berbentuk lilitan melingkari gugusan-gugusan bintang yang diitari dengan garis lingkaran fiksi untuk menara langit. 

Sering disebut juga (تبرجت المرأة) "tabarrajatil mar-atu", yaitu perempuan menampakkan kecantikannya,  (التبرج)"attabarruj": adalah pesona wanita dan menampakkan keindahannya kepada lelaki. Bisa juga dikatakan  (البارج)"al-baariju", yaitu nahkoda yang piawai dan  (البارجة)"al-baarijatu" plural  (بوارج)"bawariju", yaitu kapal perang raksasa. 

Dengan demikian, segala sesuatu yang tampak menonjol, menjulang, kokoh, independen, mempesonakan, dan dahsyat adalah  (البروج) “al-buruuj”, maka hanya rasi bintang-lah yang paling pantas menyandang semua gelar ini dari semua benda-benda di langit[2].
Astronomi Al-Qur'an Tentang Rasi Bintang:
Al-Qur'an menyebutkan kata  (البروج)"al-buruuj" sebagai “rasi bintang” sebanyak tiga kali termasuk ayat sumpah di atas, ayat-ayat lain seperti firman Allah: 

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ (١٦)
Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan rasi bintang-bintang dilangit dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)" (QS: 15: 16)
تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا (٦١)
Artinya: "Maha Suci Allah yang menjadikan di langit rasi-rasi bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari yang bersinar dan bulan yang bercahaya" (QS: 25: 61). 

Sebagaimana terdapat kata  (البروج)"al-buruuj" berarti "benteng" disebutkan sekali dalam al-Qur'an, seperti firman Allah: 

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Artinya: "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh" (QS: 4: 78). 

Terdapat pula kata kerja  (تبرج)"tabarraja", kata benda  (تبرج) "tabarrujun" dan kata sifat  (متبرجاة)"mutabarrijaatun" dalam perintah larangan menebar pesona dan menampakkan perhiasan bagi perempuan, seperti pada firman Allah SWT: 

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى
Artinya: "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu" (QS: 33: 33).
فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ
Artinya: "tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak menampakkan perhiasan" (QS: 24: 60)
Komenter Pakar Tafsir Dunia:
Adapun pendapat-pendapat ahli tafsir dunia tentang ayat Sumpah: (والسماء ذات البروج) "was-samaai zaatil buruj" (demi langit yang mempunyai gugusan (rasi) bintang), seperti:
  1. Ibnu Katsir[3], berkomentar: "Sesungguhnya Allah bersumpah demi langit dan rasi-rasi bintang, yaitu bintang-bintang yang perkasa", dia merujuk pendapat Ibnu Abbas bahwa: (البروج) "al-buruj" yaitu bintang-bintang, pendapat Yahya bin Rafi': (البروج) "al-buruuj" ialah menara di langit, pendapat al-Minhal bin Amar: adalah ciptaan yang indah dan menurut Jarir: adalah orbit-orbit matahari dan bulan yang terdapat 12 orbit (menara), yang dilewati matahari setiap orbit sekali sebulan dan bulan melewati setiap orbit tersebut sekali dalam 2 + sepertiga malam, maka jumlahnya adalah 28 orbit dan tertutupi dua malam.
  2. Makhluf[4], berkomentar: "Allah bersumpah demi langit yang mempunyai menara dan 12 orbit yang dilewati bintang-bintang, laksana sebuah menara karena disinggahi bintang-bintang, sebagaimana pembesar dan tamu-tamu terhormat menyinggahi istana, plural: (برج) "burjun", yaitu singgasana atau menara yang tinggi".
  3. Sayyid Quthub[5], berkomentar: "Surah al-Qur'an ini – sebelum bercerita tentang peristiwa (الأخدود) "al-Ukhdud" (perjanjian) – dimulai dengan sumpah ini: "demi langit yang mempunyai tower", yaitu kemungkinan dimaksudkan sebagai objek bintang-bintang massive, seakan-akan tower langit yang besar atau bangunan mansion. Atau mungkin juga persinggahan yang dilewati objek-objek tersebut selama peredarannya.."
  4. Tim penyusun tafsir al-Muntakhab, berkomentar tentang pengertian ayat ini: "Allah bersumpah demi langit yang mempunyai persinggahan, yang disinggahi bintang-bintang selama peredarannya…"
  5. Ash-Shabuni[6], mengomentari ayat ini: "Yaitu Allah bersumpah demi langit yang spektakuler yang mempunyai singgasana yang tinggi, disinggahi bintang-bintang selama dalam peredarannya. Dia merujuk kepada pendapat beberapa tokoh tafsir klasik, bahwa singgasana ini disebut juga  (بروج)"buruuj" (tower) karena menonjolnya, bagaikan tower yang sangat tinggi sebagai persinggahan bagi bintang-bintang yang beredar.
Kesimpulan: Berdasarkan dari keterangan-keterangan di atas dan ditambah oleh pencerahahan dari tokoh-tokoh besar tafsir dunia, meskipun mereka tidak menyebutkan secara eksplisit, karena mereka umumnya lahir sebelum masa observasi besar-besaran keruang angkasa setelah tahun 1960-an, namun penulis tetap berkesimpulan – tanpa ragu-ragu – bahwa yang dimaksud ayat sumpah: "demi langit yang mempunyai buruuj", tiada lain adalah "Rasi Bintang".
Fakta Ilmiah Rasi Bintang:
Rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus. Dalam ruang tiga demensi, kebanyakan bintang yang kita amati tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, tetapi dapat terlihat seperti berkelompok pada bola langit malam. 

Manusia memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam mengenali pola dan sepanjang sejarah telah mengelompokkan bintang-bintang yang tampak berdekatan menjadi rasi-rasi bintang. 

Susunan rasi bintang yang tidak resmi, yaitu yang dikenal luas oleh masyarakat tapi tidak diakui oleh para ahli astronomi atau Himpunan Astronomi International, juga disebut asterisma. Bintang-bintang pada rasi bintang atau asterisma jarang yang mempunyai hubungan astrofisika, mereka hanya kebetulan saja tampak berdekatan di langit yang tampak dari bumi dan biasanya terpisah sangat jauh.
Pengelompokan bintang-bintang menjadi rasi bintang sebenarnya cukup acak, dan kebudayaan yang berbeda akan memiliki rasi bintang yang berbeda pula, sekalipun beberapa yang sangat mudah dikenali biasanya seringkali ditemukan, misalnya Orion atau Scorpius. 

Himpunan Astronomi International telah membagi langit menjadi 88 rasi bintang resmi dengan batas-batas yang jelas, sehingga setiap arah hanya dimiliki oleh satu rasi bintang saja. Pada belahan bumi (hemisfer) utara, kebanyakan rasi bintangnya didasarkan pada tradisi Yunani, yang diwariskan melalui Abad Pertengahan, dan mengandung simbol-simbol Zodiak. 

Beragam pola-pola lainnya yang tidak resmi telah ada bersama-sama dengan rasi bintang dan disebut asterisma, seperti Bajak (juga dikenal di Amerika Serikat sebagai Big Dipper) dan Little Dipper (Lihat : Gb. Bintang Utara).  

Big Dipper terlihat seperti sendok. Mereka adalah rasi bintang yang penting untuk dilihat karena dapat memperlihatkan kepada kita dimana Bintang Utara (North Star). Bintang Utara selalu menunjukkan arah utara.
Sejarah Penemuan Rasi Bintang dan Partisifasi Ilmuan Islam:
Pada tahun 150 M. seorang putra Mesir, alumni Institute Alexanderia bernama Ptolemeus Filose me-lunching buku perdananya berjudul "Almagest", yang menghimpun dan mengidentifikasikan sekitar 48 bintang dari bintang-bintang langit. 

Kemudian antara abad ke-8 sampai 16 M, para cendekiawan Islam mempelopori kebangkitan sains modern termasuk memperbaharui ilmu astronomi yang telah ada sebelumnya, mereka merevisi dan memasukkan banyak tambahan-tambahan yang substansial, terutama konversi teori astronomi ruang penuh dengan mitos dan legenda dengan ruang, praktis-tangan. 

Membersihkannya dari odran astrologi dan sihir, dan membuat catatan dari diekstrapolasikan berdasarkan pengamatan sensitif dan standar perhitungan ilmiah dan matematis serta rekayasa. Maka mereka memperkenalkan tower-tower untuk persinggahan matahari, terbagi menjadi empat tower merupakan musim tahun ini: Spring, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Setiap tower menghabiskan waktu tiga konstelasi (rasi bintang):
  1. Musim semi: (kehamilan - Taurus - Gemini)
  2. Musim Panas: (Cancer - Lion - Virgo (Spica)
  3. Musim gugur: (Saldo - Scorpio - Sagittarius)
  4. Musim dingin: (Capricorn - Aquarius - Pisces).
Oleh karena itu, banyak bintang-bintang dan konstelasi masih mempergunakan nama-nama Arab, seperti:
  • Achernar (آخر النهر)"Akhir Nahr" (muara sungai)
  • Altair  (الطير)"al-Thair" (burung)
  • Beta Tauri  (بيت الثور)"Bait Tsauri" (rumah banteng)
  • Betelgeuse   (بيت الجوز)"Bait al-Gauz" (Walnut  House/ buah kenari)
  • Dubhe  (الدب)"ad-Dubb" (Bear)
  • Fomalhaut  (فام الحوت)"Famul Hut" (mulut hiu)
  • Kalbehasit  (قلب الأسد)"Qalbul asad" (jantung singa)
  • Rigel  (رجل الجوز)"Rajul Jauzaa" (laki-laki)
  • Suhail,
  • Vega "Al-Waqi'", dll...
Banyak pula istilah-istilah dan media/ sarana astronomi mengambil dari bahasa Arab dan asli penemuan Arab Islam. 

Pada tahun 1603, Alexander Mair membuatkan peta konstelasi bintang di langit dan menambahkan 12 nama bintang baru ke dalam gabungan yang telah dirumuskan Ptolemeus Filose sebelumnya. Tahun 1664, Jacob Bartsch menambahkan tiga nama baru, setelah beberapa waktu kemudian, Nicolas Louis menambahkan 14 bintang. 

Pada tahun 1690, Jehannes Hevelius menambahkan 9 bintang selatan baru, sehingga total semuanya menjadi 88 bintang yang kita kenal sekarang. 

Pada tahun 1928, Himpunan Astronomi Internasional membagi langit menjadi 88 rasi bintang resmi dengan batas-batas yang jelas, sehingga setiap arah hanya dimiliki oleh satu rasi bintang saja. Pada belahan bumi (hemisfer) utara, kebanyakan rasi bintangnya didasarkan pada tradisi Yunani, yang diwariskan melalui abad Pertengahan dan mengandung simbol-simbol Zodiak.
Manfaat Rasi Bintang Bagi Manusia Menurut al-Qur’an:
Sebagaimana telah dikatakan, rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus dan maksud tertentu dari Sang Pencipta alam semesta. Al-Qur'an telah menjelaskan secara tuntas fungsi dan manfaat bintang-bintang di langit bagi kepentingan umat manusia di bumi, seperti sebagai alamat yang menjadi petunjuk pada kegelapan darat dan lautan, penghias bagi langit dunia dan bom molotop bagi setan. 

Al-Qur'an juga menegaskan bahwa bintang-bintang juga itu menjadi sumber rezki di langit dan sekaligus menjadi perisai yang membendung keganasan rerentuhan benda-benda langit yang setiap detik mengancam keberlangsungan hidup di dunia. Karena Allah telah melengkapi bintang-bintang tersebut dengan berbagai perasarana keselamatan, seperti keterikatan yang kokoh, kepaduannya satu sama lain dan gaya gravitasi yang dimiliki masing-masing, sehingga tidak saling mengancam satu sama lain. 

Berikut ini beberpa contoh manfaat-manfaat bintang dan rasi bintang tersebut: 

Pertama: Rasi bintang sebagai sarana petunjuk arah di pada kegelapan darat dan lautan, Allah SWT berfirman: 

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (٩٧)
Artinya: "Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui" (QS: 6: 97). 

Ayat ini dapat diartikan bahwa Allah SWT telah merekayasa bintang-bintang di langit membentuk sebuah komfigurasi khusus sebagai konstelasi atau rasi bintang, sehingga dapat menentukan arah. 

Jika kita menemukan bintang utara, kita akan dapat menemukan arah utara, selatan, timur, dan barat. Dengan mengetahui arah, kita dapat menemukan jalan saat tersesat. Kita juga dapat menemukan arah qiblat jika kita memerlukan. 

Setidaknya ada empat rasi bintang utama yang perlu kita ketahui, yaitu:
  1. Rasi Bintang Pari: Berbentuk palang, dan bintang di ujung palang sentiasa menunjukkan ke arah selatan.
  2. Rasi Bintang Belantik: Bentuknya menyerupai seorang pemburu, dan bintang di kepala menunjukkan arah utara.
  3. Rasi Bintang Biduk: Berbentuk sendok, dan dua bintang di ujung menunjuk ke arah utara.
  4. Rasi Bintang Skorpion: Menggambarkan seekor kalajengking.
Allah SWT Yang Maha Pengasih, telah memberikan bintang yang dapat menunjuki kita. Selama beberapa abad para pelaut dan penjelajah menggunakan bintang untuk menemukan jalan mereka. Bintang adalah karunia yang besar bagi manusia. 

Sungguh menakjubkan betapa bintang dapat menunjuki kita dan membantu kita disaat tersesat? Bintang membuktikan kepada kita bahwa Allah adalah Maha Kuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. 

Kedua: Rasi bintang sebagai penghias langit dunia: Rasi bintang sebagaimana juga bintang lainnya dan planet-planet, merupakan keistimewaan langit dunia dan penghiasnya, seperti firman Allah: 

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ (١٦)
Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)" (QS: 15: 16).
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ (٦)
Artinya:"Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang" (QS:37:6)
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (١٢)
Artinya: "Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui" (QS: 41: 12)
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ (٥)
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala" (QS: 67: 5). 

Ketiga: Konfigurasi, bintang-bintang (pelita), planet-planet dan satelit-satelit alami adalah sarana yang paling penting untuk cahaya gelap malam, terutama dengan cahayanya sendiri dan planet-planet serta satelit-satelit refleksi lampu-lampu bintang memberikan cahaya juga. Jika tidak demikian, bumi menjadi gelap-gulita malam. Mencengkeram, menakutkan dan sangat mengganggu. 

Keempat: Rasi bintang sebagai bintang-bintang dan planet-planet rudal untuk setan: Manusia mempercayai bahwa rudal untuk setan cukup hanya dengan meteor saja, firman Allah SWT: 

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ (١٦) وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (١٧) إِلا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ (١٨)
Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya), Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk, Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang (meteor)" (QS: 15: 16-18).
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ (٦) وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ (٧) لا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلإ الأعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ (٨) دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ (٩) إِلا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ (١٠)
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); Maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang (meteor)" (QS: 37: 10-6).
وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا (٨)
Artinya: "Dan sesungguhnya kami (bangsa jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api (meteor)" (QS: 72: 8). 

Meteor, adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh dengan kecepatan sangat tinggi mencapai 40 Km per-detik. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide. 

Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater. 

Diriwayat dari nabi Muhammad SAW bahwa: Para malaikat di lepas bicara tentang hal diperuntukkan di bumi, lalu setang mendengarkan hal tersebut dan dibisikkannya ketelinga dukun sebagaimana meniupkan kemulut botol, maka dimanfaatkannya untuk meraut kekayaan dengan kebohongannya. 

Setan selalu berusaha menguping untuk mendengar dan mencuri berita-berita langit dunia, dan disampaikannya apa yang didengarkan itu kepada kolega-koleganya seperti dajjal, tukang nujum, dukun dan peramal-peramal agar dapat menyesatkan anak cucu Adam serta memalingkannya dari iman dan tawakkal kepada Allah Tuhan semesta alam, menjadikan mereka kafir. 

Kemudian usaha-usaha setan tersebut terhenti secara total setelah diutusnya nabi Muhammad SAW. Allah menjadikan meteor-meteor dari materi rasi bintang, bintang-bintang dan planet-planet satpam langit untuk mengawasi setan. 

Kelima: Rasi bintang, bintang dan planet-planet sebagai sumber memperoleh rezki dari langit, seperti firman Allah SWT: 

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (٢٢)
Artinya: "Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu" (QS: 51: 22). 

Para pakar tafsir dunia mengomentari ayat ini sebagai urusan rezki dan penentuan janji, karena yang dijanjikan itu adalah surga atau neraka dan keberuntungan (pahala) atau siksaan. Sebagian ahli tafsir yang lain sebagai hujan, menafsirkan langit sebagai awan. 

Tentu semua penafsiran ini benar adanya, dan benar juga ungkapan Ibnu Abbas ra. yang mengatakan bahwa waktulah akan menafsirkan al-Qur’an, tokoh-tokoh tafsir di atas umumnya lahir sebelum era observasi ke luar angkasa maka pengetahuan astronomi mereka sangat terbatas. Namun belakangan ini fakta ilmiah datang meyakinkan bahwa segala aspek yang telah diciptakan oleh Allah SWT di jantung bintang-bintang merupakan sumber rezeki dan diturunkan ke bumi dengan skala telah ditentukan sesuai ukurannya. Itu semua diketahui setelah abad pertengahan terutama setelah tahun 1960-an. 

Rasi, bintang-bintang, planet-planet, meteor-meteor dan komet-komet merupakan sumber-sumber rezeki penting atas penduduk bumi. 

Keenam: Rasi dengan bintang-bintangnya merupakan patriot (perisai) untuk mencegah runtuhan-runtuhan langit menimpa bumi: Bahwa rasi dengan bintang-bintang dan objek-objek yang lain adalah perisai yang telah dipersiapkan oleh Allah SWT untuk melindungi bumi dari runtuhan benda-benda langit. 

Walau jarak yang memisahkan antara satu sama lain sangat jauh, tetapi semuanya mempunyai keterikatan yang kokoh dan teliti oleh kekuatan-kekuatan yang sangat besar seperti grafitasi dan kemampuan pencegahan yang terpusat. 

Dari berbagai informasi yang telah dijelaskan di atas, dapat diketahui sebagian kecil dari fungsi dan manfaat yang sangat besar dari rasi bintang, yang telah diperingatkan oleh Allah SWT kepada kita dengan sumpah dahsyat ini: "Demi langit yang mempunyai rasi bintang".  

Penulis sangat yakin bahwa generasi-generasi mendatang, akan mengungkap lebih banyak lagi rahasia-rahasia ayat ini, jauh dari yang kita ketahui sekarang. Dengan demikian, isyarat-isyarat ilmiah alam semesta dalam al-Qur'an akan tetap menjadi saksi keagungan Allah SWT dan bukit ketuhanan-Nya yang mutlak. Begitu juga dapat mengukuhkan kenabian dan risalah, bahwa nabi Muhammad SAW tiada-lah berucap sesuka hati tetapi wahyu dari Allah Pencipta alam semesta. (Wallahua'lam)


  1. Lihat: Kamus Lisanul Arab, Ibn Mandzur, Materi (برج).
  2. Lihat: Kamus Lisanul Arab, Ibn Mundzir, Materi (برج).
  3. Ibn Katsir, Tafsir Ibn Katsir.
  4. Muhammad Hasanain Makhluf, Tafsir Ruuhul Ma’ani.
  5. Muhammad Sayyid Quthub, Fi Dzilaalil Qur’an.
  6. Muhammad as-Shabuni, Shafwatut Tafasir.
Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading