My Buku Kuning Center : EFEK WARNA PUTIH MEMECAH-BELAH PEGUNUNGAN :

DROP MENU

Jumat, Agustus 27, 2021

EFEK WARNA PUTIH MEMECAH-BELAH PEGUNUNGAN :

*Serie: Psikologi Warna AlQuran (14)

Warna-Warna Jalanan Di Celah-celah Pegunungan 

By: Med Hatta 

"Bernar firman Allah: "Sekiranya Kami turunkan AlQu'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. (Al-Hasyr:21)! Maka, jangankan AlQuran - yang seluruhnya - adalah mukjizat, 1 ayat dari surah Fathir (ayat kajian) ini saja - sendiri - sudah mampu memecah-belahkan seluruh pegunungan bumi; di mana mengandung banyak makna, dan salah satu ayat kosmik raya yang berbicara tentang fenomena alam semesta yang menggetarkan hati dari - semenjak - wahyu diturunkan dan hingga hari ini. Ayat kajian berikut terdiri dari 24 karakter yang konteksnya - fokus - berbicara tentang mukjizat warna AlQuran, yang memecahkan pegunungan dengan aneka warna; putih, merah dan hitam pekat...!"

*Baca: Versi Seluler 

Allah berfirman : 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ ثَمَرَٰتٍ مُّخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهَا ۚ وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

Terjemah Arti: "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat." (QS. Fathir: 27). 

Tema utama ayat kajian adalah tentang warna dan sains murni, meskipun mencakup ilmu-ilmu lain; fisika, perubahan dan keragaman, tetapi psikologi warna yang lebih menonjol. Allah berfirman : 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً 

Terjemah Arti: "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit?"

Penglihatan disini bersifat visual dan nalar; penglihatan visual adalah melihat dengan mata kepala terbuka, teliti dan keritis. Sedangkan penglihatan nalar dan penglihatan intelektual adalah merenungkan dan menganalisi bagaimana proses turunnya hujan dari langit, yang tentu tidak tumpah begitu saja tapi melalui proses sangat kompleks dan terukur. 

Setelah hujun turun maka segera merangsang benih yang ada di dalam tanah, lalu proses perkecambahan tanaman dimulai. Semua penyebab utamanya adalah hujan turun dari langit masuk ke dalam tanah, sebagian mengalir ke sungai-sungai sampai ke tanah yang jauh dan menyirami banyak jenis tanaman dan buah-buahan. Allah berfirman : 

فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ ثَمَرَٰتٍ مُّخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهَا ۚ 

Terjemah Arti: "lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya."

Yaitu, pada akhirnya tanaman itu akan berbuah, dan buah itu muncul dalam warna yang berbeda-beda; ada merah, kuning, biru, selain hijau dan semua warna. Dan tentang pewarnaan ini juga ada prosesnya, dan kita secara pelan-pelan - nanti - akan membahasnya pada kajian-kajian selanjutnya. Kemudian, AlQuran membahas tema lain, yang juga efek dari turunnya hujan dari langit, ialah proses pewarnaan pada pegunungan, Allah berfirman : 

وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

Terjemah Arti: "Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat."

Konteks ayat kajian ini berbicara tentang ilmu geologi dengan sangat memukau, dan bahkan menjelaskan tentang jalan-jalan berwarna putih, merah dan aneka warna termasuk ada yang hitam pekat. Padahal ketika AlQuran diturunkan di Jazirah Arabia pada 14 abad lalu, tidak satupun orang Arab yang mengetahui sesuatu tentang rahasia pegunungan; formasinya atau rekayasa konstruksinya. 

Namun - menakjubkan - nabi Muhammad SAW telah membeberkan banyak sekali informasi tentang rahasia geologi melalui AlQuran, terutama tentang rahasia warna-warna pegunungan! Gunung-gunung yang dikenal di Jazirah Arabia tidak ada yang berwarna merah - misalnya - dan (juga) tidak ditemukan warna seperti itu di negeri Syam (tempat yang pernah dikunjungi Nabi), melainkan gunung berbatu atau bukit pasir, dan tidak ada yang mengenal pegunungan yang berwarna. 

Nanti setelah era modern, orang-orang dihebohkan dengan penemuan jenis pegunungan baru yang berwarna-warni disebut pegunungan pelangi di daerah Zhangye Danxia - China. Pegunungan itu sempat menyita perhatian dunia karena kondisi alamnya yang unik, sehingga banyak yang menduga kalau foto-foto gunung tersebut merupakan hasil rekayasa komputer. Padahal, Zhangye Danxia merupakan fenomena alam yang nyata.

Bahkan fenomena yang mirip tak hanya di China saja, tapi di temukan juga di bebera negara lain, seperti pegunungan Painted Hills Oregon dan Cerro de los Siete Colores di Argentina. Dan bahkan di Indonesia pun di temukan pegunungan serupa di lokasi Danau Kahyangan, Rumbai, Pekanbaru, Riau yang kemudian dikenal Rainbow Hills - Indonesia. Gunung-gunung itu - umumnya terdiri dari pasir merah dan batu kapur yang memantulkan warna putih, dan berbagai warna yang berbeda dan bervariasi tercermin di dalamnya, yang membuat pegunungan tersebut menjadi lukisan alam yang indah yang menunjukkan ke-Maha Kekuasaan Allah Sang Pencipta. 

Menurut sumber yang terpercaya bahwa studi pertama yang dilakukan oleh pakar geologi pada pegunungan Zhangye Danxia - China dimulai pada awal dan pertengahan abad kedua puluh, di mana diketahui bahwa pegunungan itu terbentuk 80 juta tahun yang lalu dengan cara khusus, ditandai dengan lereng merah yang curam. Sebagaimana ditemukan warna-warna lain yang berbeda seperti hijau, hitam, kuning dst.

Satu hal lagi yang menarik dari pegunungan itu adalah di celah-celahnya nampak garis-garis jalanan yang bergelombang dan berkelok-kelok indah serta berwarna-warni (pula). Allah berfirman : 

جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

Terjemah Arti: "(di celah-celah pegunungan itu) ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat."

Yang menakjubkan bahwa fakta tentang gunung-gunung yang berwarna-warni tersebut telah diungkapkan oleh AlQuran 14 abad sebelum ditemukan hakikatnya oleh sains modern di daerah yang sangat jauh dari Jazirah Arabia. Ini - tentu - adalah mukjizat lain AlQuran. 

Tak syak! Kemukjizatan dari ayat kajian adalah ia menggambarkan jenis gunung-gunung itu dari segi bentuk dan warnanya; bahwa gunung-gunung itu memiliki bentuk bergelombang yang menyerupai jalan berwarna, yang ditandai dengan lekukan dan lereng yang besar, sebagaimana istilah ayat (جُدَدٌۢ / judud), yaitu jalan-jalan yang kontras dengan warna gunung. (Lihat: Al-Qurthubi, al-Jami' li Ahkam AlQuran).

Memang, jika kita menyaksikan gunung-gunung tersebut dari jauh, kita akan melihat jalan-jalan yang berwarna-warni dengan warna yang berbeda dan garis-garis indah yang terlihat dari kejauhan, sehingga mereka yang tidak mengenalnya akan berpikir bahwa seseorang yang telah membangun jalan-jalan itu di dalam pegunungan dan mewarnainya secara artifisial, mengetahui bahwa jalan-jalan itu diwarnai secara alami dan dibuat oleh Sang Pencipta, Allah SWT! 

Kalau dipikir-pikir, bagaimana-kah mungkin nabi Muhammad SAW bisa mengetahui tentang jalan-jalan berliku dan berwarna-warni di pegunungan itu? Apakah nabi SAW pergi ke China, Argentina atau ke Riau melihat lukisan-lukisan indah itu?? Itu tak lain adalah murni kemukjizatan AlQuran! Wallahul Musta'an !


Kajian Berhubungan : 

Tidak ada komentar:

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic