My Buku Kuning Center : ROTASI BINTANG-BINTANG DALAM AL-QUR’AN

Saturday, April 21, 2012

ROTASI BINTANG-BINTANG DALAM AL-QUR’AN


(فَلا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ)
Maka Aku Bersumpah Demi  Rotasi Bintang-Bintang
Oleh: Med HATTA

Al-Qur'an merupakan Kitab suci pertama memberikan perhatian khusus pada bintang-bintang untuk kepentingan perjalanan, sebagai pentunjuk atau kompas didaratan dan lautan, Allah berfirman:

وَعَلامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ (١٦)
Artinya: "Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan) dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk" (QS: 16: 16).

Salah satu kemukjizatan al-Qur’an adalah mudah dipahami oleh setiap orang - sesuai dengan tingkat kecerdasan – yang membacanya. Bangsa Arab yang menerima al-Qur’an pada periode pertama atau sesudahnya sedikit, mengetahui bahwa tempat peredaran bintang-bintang yang kita saksikan sangatlah besar, karena manusia tidak mampu mencapainya. Karena saking besarnya fenomena-fenomena cosmos tersebut Allah SWT bersumpah dengannya, sebagaimana pada ayat kajian (QS: 056 : 75) di atas. Inilah penafsiran sederhana mereka terhadap ayat ini.

Namun, sekarang - khusunya - setelah perkembangan sains dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama setelah era observasi besar-besaran ke angkasan luar ditahun 60-an, timbullah pemahaman baru yang sungguh menakjubkan, yang memberikan pencerahan kenapa Allah SWT bersumpah demi rotasi bintang-bintang tersebut, dan mendeklarasikan sumpah ini dengan peristiwa yang sangat dahsyat.
Keterangan Pakar Tafsir Dunia Tentang Rotasi Bintang:
Menurut Qatadah dan koleganya: "Tempat peredaran bintang-bintang", adalah tempat terbit dan terbenamnya, Athaa Ibnu Abi Rabah: Rotasinya, al-Hasan: gugur dan runtuhannya dihari kiamat[1]

Sedangkan menurut Ibnu Abbas: Artinya bintang al-Qur'an, karena al-Qur'an itu diturunkan secara keseluruhan pada malam al-Qadr dari langit paling atas ke langit bumi, kemudian diturunkan secara berkala kepada nabi Muhammad SAW selama 23 tahun (sepanjang tahun kenabian), kemudian Ibnu Abbas membacakan ayat sumpah ini.

Adapun pendapat Mujahid: Tempat peredaran bintang-bintang di langit, dikatakan juga tempat terbit dan terbenamnya, yaitu pendapat Ibnu Jarir dan Qatadah juga. Tempat peredarannya: adalah rotasinya. Menurut al-Hasan: Yang dimaksud ayat adalah runtuhannya di hari kiamat[2].
Fakta Ilmiah Rotasi Bintang:
Alam semesta ini sangat luas dan dahsyat pada strukturnya, di dalamnya terdapat milyaran bintang-bintang yang jaraknya dari bumi berbeda-beda satu sama lain, di antaranya ada yang sangat jauh sekali hingga tidak terjangkau oleh hitungan sederhana. Ahli astronomi telah menetapkan suatu hitungan tertentu untuk mengukur jarak bintang-bintang tersebut dikenal dengan "tahun cahaya". 

Ukuran tahun cahaya ini hanya satuan pengukur jarak saja, bukan pengukur waktu sebagaimana dipercayai sebagian orang, yaitu ukuran jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun. Konkritnya, ukuran kecepatan cahaya mencapai 300.000 Km per-detik, jadi dalam satu menit mencapai 18.000.000 Km, satu jamnya mencapai 1.080.000.000 Km (satu milyar delapan puluh juta kilometer).

Maka jika dihitung berapa jauh yang ditempuh cahaya dalam setahun, pasti kita akan menemukan angka yang cukup pantastis, yaitu: 300.000 x 365 (hari dalam setahun) x 24 (jam dalam sehari) x 60 (menit dalam satu jam) x 60 (detik dalam satu menit). Total: 9.460.800.000.000 Km (sembilan trilliun empat ratus enam puluh milyar delapan ratus juta kilometer). 

Jika dikatakan bahwa di antara bintang-bintang di angkasa luar itu jaraknya dari bumi ada yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun cahaya, maka berapa kilometer-kah jauhnya itu???

Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa manusia sama sekali tidak dapat melihat bintang-bintang, sungguh ini merupakan hal yang luar biasa, yaitu hakikatnya adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Apa yang kita saksikan di atas langit sana hanyalah rotasi bintang-bintang saja, yang sebelumnya di tempati bintang-bintang kemudian berpindah keposisi yang lain pada peredarannya.

Jagad raya yang sedemikian luas, dan bintang-bintang yang jauhnya tak terkirakan dari kita penghuni bumi, membuat sinarnya tidak akan sampai ke kita kecuali setelah tenggang waktu yang sangat lama, dimana bintang-bintang tersebut sudah tidak diposisi kita lihat, dia sudah bergeser jauh meneruskan peredarannya dalam galaksi. Atau mungkin saja sudah jatuh menjadi katai putih atau ke lubang hitam karena kehabisan energi, tetapi sinarnya masih menyala-nyala di kegelapan malam dan sampai ke kita.

Matahari misalnya, bintang yang paling dekat ke bumi, jaraknya kira-kira mencapai 150 juta kilometer, cahayanya akan sampai ke bumi setelah kira-kira 8 menit. Kecepatan cahaya adalah 300 ribu kilometer per-detik, bayangkan kalau matahari berputar pada porosnya dengan kecepatan 19 kilometer per-detik, ini berarti selama 8 menit jarak tempuh cahaya sampai ke bumi itu, matahari telah bergerak meninggalkan sumber cahaya yang kita lihat tersebut sepanjang 10 ribu kilometer, itulah jarak yang telah ditempuh matahari meninggalkan jejak cahaya yang baru kita lihat.

Kalau saja matahari, bintang yang paling dekat dengan kita, meninggalkan jejak cahaya sedemikian jauh, berapa jauh lagi jarak tempuh bintang-bintang lain yang lebih jauh sekali dari kita, dengan massanya terkadang lebih besar ribuan kali lipat dari matahari kita, hanya kemampuan penglihatan kita-lah yang terbatas menjangkaunya.

Contoh lain bintang yang paling dekat dengan bumi setelah matahari adalah Alpha Centauri, dengan jarak 4,4 tahun cahaya atau sekitar 42 juta juta kilometer. Itu artinya bahwa cahaya yang nampak pada pengamat bintang adalah sinarnya yang telah terpancar semenjak 4,4 tahun lalu dan bintangnya telah menempuh jarak sekitar 42 juta juta kilometer meninggalkan cahaya itu. 

Atau bintang yang disaksikan sekarang ini, tidak lain adalah keberadaan bintang tersebut 4,4 tahun lalu. Jadi masa sekarang di bumi adalah masa lalu di sana, karena selisih jarak yang terlampau sangat jauh dengan bintang, memang nampak tidak masuk akal tetapi itulah fakta ilmiah yang harus diterima.

Dan tentu tidak dapat dibayangkan lagi dengan bintang-bintang lain yang jaraknya mencapai milyaran tahun, akan nampak seperti kunang-kunang saja dibelantara jagat raya nan luas. Seperti kasus bintang "syi'raa" (Sirius) - kita ada kajian khusus tentang bintang Sirius ini pada saatnya nanti di My Buku Kuning ini -, yaitu bintang yang paling bersinar terang di langit tapi bukan terdekat ke bumi. Jaraknya 2,6 parsec[3] atau 8,6 tahun cahaya[4]

Ketika penglihata terbatas tidak dapat melihat sesuatu di langit, maka harus mempergunakan teleskop yang dilengkapi dengan kamera fotografi digital dan mampu melihat cahaya yang terpancar dari galaksi-galaksi berjarak billion tahun cahaya. 

Teropong angkasa yang super canggih telah berhasil menemukan bintang-bintang, galaksi-galaksi dan quasar yang benar-benar telah terbentuk semenjak billion-an tahun lalu. Hanya Allah-lah Yang Maha Tahu keberadaannya sekarang, manusia baru dapat menemukan jejaknya dari bumi ketika cahaya itu muncul semenjak sepuluh billion tahun cahaya.

Dan semakin mencengankan lagi ketika diketahui bahwa bintang-bintang itu bergerak sedemikian cepatnya, manusia tidak bisa mengetahui karena jaraknya sangat jauh sekali. Matahari misalnya, beredar dengan kecepatan 19 Km per-detik, berputar pada orbitnya sekali setiap 27 hari dan matahari bersama anggota-angota tata surya dengan kecepatan 220 Km per-detik. 

Matahari bersama grup lokal galaksi bima sakti beredar pada pusat galaksinya sekali 250 juta tahun cahaya. Setiap bintang-bintang beredar pada orbitnya dan mengelilingi grup lokal klaster galaksi yang menaunginya, grup-grup lokal klaster galaksi saling mengambil jarak satu sama lain dalam alam semesta. Namun, masih saja manusia terbatas untuk mengungkap rahasia-rahasia alam semesta ini, terutama yang disumpahkan Allah Sang Pencipta:

(فَلا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ (٧٥) وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ (٧٦))
Artinya: "Demi rotasi bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang dahsyat kalau kamu mengetahui" (QS: 056: 75-76).

Ini hanya salah satu sebab kenapa bintang-bintang tidak dapat dilihat oleh kita kecuali hanya jejaknya saja, disana masih ada sebab-sebab lain yang penulis tidak ingin memperpanjang disini, pada kesempatan lain kita akan membahasnya, Insya Allah.

-------- BERSAMBUNG -------------



  1. Al-Qurthubi: Al-Jami' li ahkamil Qur'an, Jilid: 9, Juz: 17, Halaman: 145, Tahun 1996.
  2. Ash-Shabuni: Jilid 3, Halaman: 439, Tahun 1981.
  3. Satuan panjang astronomi berdasarkan jarak dari Bumi di mana paralaks bintang adalah 1 detik busur; setara dengan 3,262 tahun cahaya.
  4. Henry, Dr. Todd J. The One Hundred Nearest Star Systems. RECONS. Diakses pada 4 Agustus 2006.

Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading