My Buku Kuning Center : SIMBOL SAINS DI DALAM AL QUR'AN (MUKADDIMAH)

Sunday, September 09, 2007

SIMBOL SAINS DI DALAM AL QUR'AN (MUKADDIMAH)

KEUNGGULAN SAINS PADA AYAT-AYAT 
SUMPAH DI DALAM AL QUR'AN:
Oleh: Med HATTA

MUKKADIMAH:
Prolog:
Seorang ilmuwan modern, Albert Einstein – diselah-selah observasinya - mengatakan: "Tiada ketenangan dan keindahan yang dapat di rasakan hati melebihi saat-saat ketika memperhatikan keindahan rahasia alam raya. Sekalipun rahasia itu tidak terungkap, tetapi dibalik itu ada rahasia yang lebih indah lagi, melebihi segalanya, dan jauh diatas bayang-bayang akal kita. Menemukan rahasia dan merasakan keindahan ini tidak lain adalah esensi dari bentuk penghambaan”.


Agaknya Einstein di sini ingin menunjukkan bahwa ilmu yang sejati adalah yang dapat menghantarkan kepada kepuasan dan kebahagiaan jiwa dengan bertemu dan merasakan kehadiran sang pencipta, melalui wujud alam raya. Diakui disamping al-Qur’an dan teori sains memiliki kesamaan, keduanya juga mempunyai objek dan wilayah yang berbeda. al-Qur'an mengajarkan bahwa disamping objek ilmu meliputi alam materi (fisik), sehingga manusia di suruh melakukan eksperimen, juga ada realitas lain diluar jangkauan panca-indra (metafisik), yang tidak dapat diobservasi dan diuji coba.


Dalam rangka mengekspos diri-Nya, Allah menunjukkan tanda-tanda kebesaran dan keagungan-Nya, melalui ayat-ayat yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, dan yang terbentang di alam raya ini.
Ayat al-Qur'an misalnya, mempunyai fungsi utama sebagai petunjuk untuk seluruh umat manusia, baik dengan hubungannya antar sesama, Tuhan dan alam raya. Maka yang dipaparkan al-Qur'an tidak hanya masalah-masalah kepercayaan (aqidah), hukum dan pesan-pesan moral, tetapi juga didalamnya terdapat petunjuk memahami rahasia-rahasia alam raya.
Dari sini muncul usaha-usaha untuk memperlihatkan sisi-sisi dalam al-Qur'an yang dapat "menaklukkan" siapapun yang meragukannya. Sehingga kebenaran bahwa ia bukan tutur kata manusia menjadi tak terbantahkan. Karena terwujud teks bahasa yang baru dapat bermakna setelah difahami, maka usaha-usaha dalam memahami dan menemukan rahasia al-Qur'an menjadi bervariasi sesuai dengan latar belakang yang memahaminya. Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan Berbicara tentang al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan kita akan dihadapi oleh pertanyaan klasik, adakah kesesuaian akan keduanya, atau sebaliknya.
Simbol-simbol sains Al-Qur’an: 
Suatu hal yang amat dahsyat di dalam al-Qur’an yang belum mendapatkan sentuhan maksimal oleh ahli tafsir sebelumnya, yaitu kalimat “sumpah”. Allah tidak kurang dari empat puluh kali bersumpah di dalam al-Qur’an atas nama zat-Nya dan makhluk-makhluk-Nya dari berbagai aspeknya: Keagungannya, kecermatan penciptaannya, keindahannya dan keragaman mamfaatnya.

Oleh karena itu penulis akan menurunkan di dalam tulisan ini, beberapa sumpah terdahsyat di dalam al-Qur'an, yang akan di sajikan secara bertahap dalam blog My Buku Kuning Center ini:


Sumpah, adalah pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Allah atau kepada sesuatu yang dianggap suci, untuk menguatkan kebenaran, kesungguhannya dan sebagainya, perkataannya itu dikuatkan dengan sumpah. Atau pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya, atau berani menerima konsukwensi apapun kalau pernyataan itu tidak benar. 

Sumpah bisa juga berarti janji atau ikrar yang teguh akan menunaikan sesuatu: Seorang Patih Gajah Mada bersumpah tidak akan berhenti puasa sebelum menguasai Nusantara, yang kemudian sumpahnya itu dikenal dengan sumpah pelapa; para putra-putri negeri ini bersumpah bertanah air satu, berbahasa satu dan berbangsa satu, yaitu Indonesia, sumpah yang monumental itu disebut dengan sumpah pemuda.

Bersumpah, menyatakan kebenaran suatu hal atau kesetiaan dengan sumpah; mengangkat sumpah: Presiden harus bersumpah setia kepada undang-undang dasar. (Lihat: Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Namun, sumpah-sumpah bagi manusia tersebut hanyalah bertujuan mengikat diri untuk melakukan, atau tidak melakukan sesuatu. Hal ini tentu saja berbeda dengan sumpah-sumpah bagi Allah adalah untuk menekankan berita sesudah sumpah dan menguatkan muatan ungkapan yang dimaksudnya. Abulqasim al-Qusyairi menjelaskan, bahwa suatu hukum akan menjadi lebih kuat apabila disertai sumpah atau saksi. Sumpah merupakan penekanan yang masyhur untuk menentramkan jiwa dan menguatkannya. 

Al-Qur'an turun kepada seluruh umat manusia, mereka menyikapinya bermacam-macam, di antaranya ada yang ragu, ada yang ingkar, dan ada pula yang menentang habis-habisan. Maka, sumpah dalam al-Qur'an dalam rangka menghilangkan keraguan dan menghapus syubuhat (samar-samar), mempertajam argumentasi dan menguatkan berita, serta menegaskan hukuman dengan sebaik-baik gambaran. (Lihat: Syaikh Manna’ al-Qaththan).

Oleh karena itu, di dalam al-Qur'an tidak kurang dari 40 kali Allah bersumpah atas nama beberapa makhluk-Nya dialam semesta dari berbagai kapasitasnya seperti keagungannya, kecermatan penciptaannya, keindahan dan keragaman fungsi serta mamfaatnya. Diantara sumpah-sumpah dahsyat itu, terhitung 20 kali bersumpah tentang makhluk-makhluk dialam atas (luar angkasa), seperti: langit, bulan, matahari, bintang-bintang, kluster dan objek-objek lain yang nampak di angkasa raya dengan mempergunakan teleskop tercanggih saat ini, maupun yang tidak nampak karena menunggu teleskop yang lebih canggih lagi hasil karya generasi-generasi mendatang.

Dan 20 kali juga Allah bersumpah tentang makhluk-makhluk di alam bawah yaitu bumi beserta isinya, seperti: bumi, kerak bumi, lempengan bumi, kitab, pena, kuda perang, jiwa, buah tin, buah zaitun, kota Makkah, gunung, laut, bahtera dan lain sebagainya yang ada di bumi kita ini. Menunjukkan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk memikirkan tentang alam semesta, langit dan bumi secara seksama dan seimbang antara alam atas dan bawah. Tentang astronomi, matematika, teknik, nature, kimia, fisika, jiwa dan semua jenis ilmu pengetahuan. 

Allah SWT bersumpah atas nama beberapa makhluk-Nya yang memiliki kapasitas ganda tersebut, agar manusia dapat merenungkan dan memikirkan eksestensi objek-objek sumpah itu. Sumpah Allah adalah untuk menarik perhatian manusia kepada keagungan objek-objek yang disumpahkan-Nya; dan tidak meremehkannya dengan menganggap objek sumpah sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja yang tidak perlu dipikirkan. 

Bahkan sebaliknya berdecak kagum sembari mengucap: “Tuhan kami, sungguh Engkau tidak menciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau maka jauhkanlah kami dari api neraka”. (Ayat al-Qur’an).

Berkat kemajuan sains dan teknologi belakangan ini, telah mengungkapkan kepada kita beberapa fakta tertentu dari objek-objek yang disumpahkan Allah dalam al-Qur'an. Dengan demikian membantu membuka cakrawala baru pemikiran untuk memulai merenungkan keagungan ciptaan-ciptaan Allah dan kesempurnaan designnya.

Sumpah-sumpah dalam al-Qur’an tentu bukan sekedar sumpah, lebih dari itu merupakan simbol-simbol sains yang utuh, baru pada awal abad ke-20 faktanya dapat disingkap sedikit demi sedikit oleh ilmu pengetahuan modern dan akan lebih terbuka sejalan dengan perkembangan sains dan teknologi, Insya Allah.

Terlepas dari pengertian "standard" sumpah di atas, al-Qur'an dengan gemilang menyebutkan sumpah, dan bukan hanya sekali atau tiga kali saja, bahkan dalam jumlah Fantastis sebanyak lebih dari 40 kali yang paling dahsyat, sumpah-sumpah tersebut telah menggugah perhatian para ilmuwan untuk mencermatinya.

Bagaimana tidak, sumpah-sumpah al-Qur'an menyangkut objek-objek yang sangat vital dan menjadi pusat perhatian para ilmuwan saat ini terutama bidang astronomi, biologi, kedokteran, arkeologi dan seterusnya. Namun, karena masih terbatasnya capaian sains hingga abad ke-21 ini, maka isyarat-isyarat sains al-Qur'an terutama fakta ayat-ayat sumpah belum terungkap semuanya.

Dibidang astoronomi, misalnya, para astronomi memperkirakan luas alam semesta yang dapat dijangkau teleskop tercanggih saat ini mencapai 24 Billion tahun kecepatan cahaya (tahun cahaya sekitar 300.000 km/ detik). Sedangkan bagian langit dunia ini, menurut al-Qur'an, senantiasa meluas sampai batas tiada yang mengetahui selain Allah SWT. Capaian teleskop sekarang, menurut ahli astronomi sendiri, belum mendekati 10 % dari jumlah yang diperkirakan.

Maka, ini semua akan menjadi kajian utama tulisan ini, Insya Allah SWT, tulisan ini akan mengungkap semua rahasia ayat-ayat sumpah yang terdahsyat dalam al-Qur'an.

Metode Kajian:
  1. Dasar pemikiran: Merekapitulasi semua ayat-ayat yang mengandung sumpah dalam al-Qur'an, yaitu semuanya ada 40 sumpah yang terdahsyat.
  2. Di antara sumpah-sumpah terdahsyat al-Qur'an: Allah SWT bersumpah demi zat-Nya Yang Maha Agung sebanyak 7 kali, hanya Dialah yang Wajib disandarkan sumpah; Memerintahkan kepada nabi dan kekasih-Nya Muhammad SAW bersumpah demi zat-Nya Yang Maha Agung sebanyak 3 kali; Dan hanya sekali saja bersumpah demi penghulu umat manusia, yaitu nabi besar Muhammad SAW; Bersumpah kepada malaikat dan sifat-sifatnya sebanyak 7 kali. Serta beberapa kali al-Qur'an bersumpah demi hal-hal yang ghaib (metafisik) termasuk hari kiamat.
  3. Sebagian sumpah-sumpah al-Qur'an yang lain, yaitu 20 kali bersumpah demi beberapa makhluk yang dikehendaki-Nya di alam atas (Langit: angkasa luar), seperti langit, matahari, bulan, bintang-bintang dan lain-lain.
  4. Sebanyak 20 kali juga bersumpah demi beberapa makhluk yang dikehendaki-Nya di alam bawah, seperti bumi, laut, gunung, kota Makkah, pohon tin, zaitun dan lain-lain.
  5. Buku ini hanya fokus mengkaji 40 sumpah saja, yaitu 20 sumpah di alam atas, langit dan angkasa luar, selanjutnya 20 kali juga di alam bawah yang dapat dirasakan di bumi. Hal ini sebagai refleksi betapa Allah menginginkan manusia merenungkan ciptaan-Nya yang agung dialam atas dan alam bawah secara seksama dan seimbang, bahwa sumpah-sumpah tersebut bukanlah sekedar sumpah yang diucapkan tetapi objek-objeknya mempunyai nilai yang amat dahsyat dan manfaat yang sangat agung bagi kelangsungan kehidupan di bumi yang kita tempati ini.
  6. Buku ini tidak membahas sumpah-sumpah yang menyangkut zat Allah Yang Maha Agung dan beberapa sumpah lainnya yang berhubungan dengan alam ghaib (metafisik), karena itu merupakan kewenangan Allah. Dia-lah yang Maha mengetahui segala ciptaan-Nya.Adapun objek-objek sumpah yang akan dikaji buku ini, penulis urut dari yang paling jauh di angkasa raya hingga ke yang terdekat di bumi, seperti yang tertera dalam Daftar Isi berikut.
---------BERSAMBUNG---------- 
Artikel yang berhubungan:
  1. Fenomena Waktu dalam Al-Qur'an
  2. Bukit Thuur Sinai dan Segitiga Bermuda
  3. Galaksi Bima Sakti versi Al-Qur'an
  4. Bintang-Bintang di Ruang Angkasa Menurut Al-Qur'an
  5. Langit dan Sifat-Sufatnya dalan Al-Qur'an
  6. Kekayaan Alam dalam Al-Qur'an
  7. Tujuh Langit dan Tujuh Bumi dalam Al-Qur'an  
Karya penulis:



Post a Comment

歓迎 | Bienvenue | 환영 | Welcome | أهلا وسهلا | добро пожаловать | Bonvenon | 歡迎

{} Thanks For Visiting {}
{} شكرا للزيارة {}
{} Trims Tamu Budiman {}


MyBukuKuning Global Group


KLIK GAMBAR!
Super-Bee
Pop up my Cbox
Optimize for higher ranking FREE – DIY Meta Tags! Brought to you by ineedhits!
Website Traffic

flagcounter

Free counters!

ADVERTISING BUSINESS

My AliExpress



I K L A N | KLIK FOTO


OWNER INFO PENERIMAAN SANTRI BARU

My Buku Kuning Global FB

BOOK FAIR ONLINE 2013

Book Fair Online

KARYA TERAKHIR PENULIS

KARYA TERAKHIR PENULIS
@ Keajaiban Angka dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, Agustus 2010, ISBN: 978-979-1234-77-1 (BESTSELLER)
@ Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Qur'an, Mirqat Publishing, Cetakan I, 2011, ISBN: 978-979-1234-78-8

Islamic Finder




Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Google+ Badge

My Buku Kuning Search

Loading